Ragu Sekolah

Dari pengalaman yg saya alami sendiri ketika bersekolah dan mengajar di sekolah, mendengar pengakuan orang-orang yg sekolah (misalnya keluarga) di sekolah negeri dan juga persepsi masyarakat berdasarkan realita yg dialaminya, entah kenapa saya itu merasa sangat beruntung ketika lulus SD tidak melanjutkan ke SMP negeri (saya masuk Santo Yosef).

Maka saya juga akhirnya tidak mau/rela menyekolahkan anak ke sekolah negeri, bahkan pada tahap “ragu” jika harus menyekolahkan anak. Ragu karena kurikulumnya (rutinitas persekolahan) dan juga guru-gurunya.

Entah kenapa akhir-akhir ini saya banyak merenung, sedikit galau melihat kenyataan yang ada sehingga akhirnya saya sangat ingin untuk tidak menyekolahkan anak saya (home education saja)-nanti kalo sudah punya anak.

Semoga bisa, yakin bisa. (kok saya masih ragu ya? Ragu nanti tak bisa mengatasi penghalang-penghalang untuk tidak menyekolahkan anak.

Ya ustadz, mohon pencerahannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s