Membangun Komunikasi dengan Peserta Didik/Anak

Pertama, membuka pintu.
Yaitu ungkapan pendidik (guru/ortu) yg memungkinkan anak utk mendekat dan mencurahkan isi hatinya. Dan yg penting, menumbuhkan pada anak rasa diterima dan dihargai.

Beberapa pernyataan yg bersifat membuka seperti, “Saya mengerti…” “saya paham..” “oh..begitu..” “Coba ceritakan lebih banyak..”hmm… cerita menarik” “kamu kesel ya?”

Kedua, mendengar aktif.
Kemampuan ini dapat membuat pendidik mampu mengurai perasaan anak dgn tepat, dan mengerti perasaan anak yg dikirim anak lewat bahasa verbal maupun nonverbal.

Ketiga, komunikasi dgn empatik.
Prinsip komunikasi empatik adalah: “berusaha mengerti lebih dahulu, baru dimengerti” (jangan langsung memberi nasihat/mengajari anak tanpa mengerti perasaannya terlebih dahulu). Dalam mendengar empatik, pendidik harus berusaha masuk ke dalam kerangka berpikir/perasaan anak.

Sumber: Majalah Qalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s