Pendidikan Anak Usia >15 tahun

Diskusi dan ngobrol seru mingguan di group Home Education berbasis Potensi dan Akhlak Bandung  seputar pendidikan aqil baligh. Kali ini kita akan melanjutkan perbincangan di seputar masa Aqil Baligh yaitu pendidikan anak usia 15 th ke atas. Diskusi pada hari Senin malam , 1 Desember 2014 digawangi langsung oleh Subject Matter Expert (SME) tetap kami yaitu Bapak Harry Santosa (founder MLC sekaligus praktisi HE sejak 1994) dan Bunda Septi Peni Wulandani (founder IIP sekaligus praktisi HE sejak 1996) membuat diskusi ini sangat sarat ilmu pendidikan.

Tema aktivitas anak-anak di usia 15 tahun ini adalah ini adalah KAYA KEGIATAN. Perbanyak aktivitas anak-anak yang mereka bener-bener merasa senang, merasa enjoy. Di usia ini anak-anak diajarkan untuk tuntas melakukan pilihan kegiatannya. Apa yang sudah dipilih harus diselesaikan. Tidak boleh setengah-setengah. Perkara nanti mau
ganti aktivitas yang lain silakan, syaratnya yang pertama harus selesai.

15 tahun“It’s nice to do what you love, but the secret of life is to love what you do.” Kalimat itu yang sering disampaikan oleh keluarga Bunda Septi ke anak-anak yang sudah usia 15 tahun ke atas.

Kemudian untuk fitrah keimanan, anak usia 15 tahun ke atas sudah menjalankan perannya sebagai khalifah fil ardl. Mereka sudah mampu memikul kewajiban syariah secara individual dan sosial (masa taklif). Penanaman iman, akhlak, adab, dan bicara sudah harus matang tertanam di diri anak-anak. Apabila fitrah keimanan belum tuntas, sebaiknya dituntaskan terlebih dahulu. Karena ini syarat utama menjadi insan kamil. Keluarga Bunda Septi menjadikan ketuntasan fitrah keimanan ini sebagai prasyarat utama bagi anak-anak usia 15 tahun ke atas yang akan lepas dari keluarga kami ( bisa ke LN, kuliah atau ke pondok pesantren, sesuai pilihan anak).

Bagaimana dengan fitrah belajarnya? Anak-anak usia 15 tahun ke atas sudah harus bisa mengimplementasikan ilmu yang dia dapat untuk kemaslahatan dirinya, keluarga dan umat. Sehingga bekal ilmu yang bermanfaat akan makin dia cari dengan motivasi internal, bukan lagi eksternal motivation. Perkuat terus Intellectual Curiosity, Creative Imagination, Art of discovery and invention, Noble Attitude (I CAN).

Fitrah Bakat anak-anak di usia 15 tahun ke atas seharusnya sudah menemukan passionnya, mereka akan mengembangkañ diri dan passionnya bersama dengan para mentor / chaperon sesuai dengan bidang keahliannya. Anak-anak di usia ini sudah memiliki “ayah dan ibu” yang banyak disamping kita sebagai ayah ibu biologisnya. Sehingga aktivitas anak-anak sudah masuk ranah enjoy, easy, excellentdan earn.

Fitrah Perkembangan anak-anak sudah tumbuh dengan berbagai aktivitas fisik. Jika mungkin yang disunahkan Rasul yaitu berenang, memanah, dan berkuda. Menjaga tubuhnya ala Rasul. Makan cara rasul, tidur cara rasul, dan pengobatan cara rasul.

Memberikan hak anak secara penuh sebelum memasuki masa aqil baligh adalah hal sangat penting untuk mengantarkan anak menjadi manusia yang benar-benar aqil saat balighnya datang. Apabila anak-anak masa pre aqil baligh belum mendapatkan hak pendidikan dari orangtuanya, maka tugas kita sebagai orang tua untuk mulai menginvestasikan waktu dan ilmu yang ada untuk melengkapi hak anak yang terabaikan. Tantangannya lebih berat, karena fitrah anak di usia 15 tahun ke atas sudah lebih condong ke teman-temannya dibanding ortunya. Sehingga kita sebagai orang tua harus lebih paham menarik hati anak-anak aqil baligh ini untuk lebih mendengarkan kita. Tidak mudah memang, karena fitrah anak aqil baligh sudah ingin bebas, tidak mau didikte, didengarkan bukan mendengarkan. Sehingga wajar kalau ada hak yang belum selesai di usia pre aqil baligh, kita akan lebih sering bertengkar dengan anak aqil baligh. Hadapi saja karena itu resiko yang harus kita bayar.

Menurut pengalaman keluarga Bunda Septi mendidik anak-anak dengan konsep Home Educationmemang ada perbedaan antara mendidik anak laki dan perempuan. Perbedaannya adalah sebagai berikut :

  1. Usia 0-2 tahun (bayi)
    Anak laki dan perempuan sama-sama dekat dengan ibunya (penguatan bahasa ibu dan memenuhi hak menyusui)
  2. Usia 2-7 tahun ( thufulah)
    Anak laki didekatkan ke ayahnya untuk mendapatkan penularan value dasar sebagai ar rijal dan imam keluarga. Anak perempuan didekatkan ke ibunya untuk mendapatkan value dasar sebagaiannisa dan manager keluarga.
  3. Usia 7-14 tahun.
    Disilangkan anak perempuan dekat ke bapaknya dan anak laki ke ibunya. Di masa ini kebutuhan psikis anak untuk diperhatikan lawan jenis sudah dia dapatkan dari kedua orang tuanya. Kita sebagai orang tua harus bisa menurunkan level jadi sohib anak-anak. Istilahnya jadi ortu gaul. Sehingga anak-anak tidak akan mencari laki-laki /perempuan lain untuk tempat curhatnya (anak terhindar dari pacaran).
  4. Usia 15 tahun ke atas.
    Sudah kita perlakukan anak laki dan perempuan sebagai partner kita.

Dalam proses membangun kepercayaan diri anak hal penting yang terlupakan yaitu tidak pernah menganggap anak adalah anak kecil, selalu kita dengarkan bicaranya dan kita hargai pilihannya sejak kecil.

Keluarga Bunda Septi berusaha memperlakukan semua anak seperti itu, tidak terbatas hanya anak kami saja. Sehingga mungkin imbasnya anak-anak kami mendapat perlakuan sebaliknya dari orang dewasa lain. Ini sunatullah sebenarnya, perlakukan anak-anak orang lain sebagaimana kita ingin orang lain melakukan hal yang sama ke anak-anak kita.

Ayah dan bunda wajib mendampingi anak-anak di usia pre aqil balighnya. Kalau sudah masa aqil baligh justru saatnya kita melepasnya. Memberikan tanggung jawab penuh akan pilihannya. Apabila ternyata anak-anak mendapatkan mentor yang tidak cocok, biarkanlah mereka menghadapinya dan belajar menjadi decision maker, kita hanya memberikan pertimbangan. Start usia 15 tahun, anak-anak mulai bangun relationship dengan para ahli dan proses mencari mentor. Orang tua hanya perlu bersabar untuk melihat proses yang mereka alami.

Demikian review diskusi di malam yang seru ini. Semoga kita semua diberi kesehatan, kekuatan, serta selalu istiqomah dalam menjalankan tugas mulia sebagai orang tua dari buah hati kita, generasi unggulan penerus amanah. Aamiin yaa rabbal alamin

Salam HE,

Winda Maya Frestikawati (windafrestikawati.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s