Menyusun Skenario Family Strategic Planning

Setelah rumah tangga mempunyai pondasi melalui kontrak sosial keluarga, common enemy dangolden rules, serta konstitusi dasar rumah tangga, maka kita mulai menapaki rumah tangga hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Jika kita lalui perjalanan seperti mengalir, kita tetap hidup, tapi mungkin hidup kita kurang gregetnya.

Dengan pondasi ini rumah tangga lebih komprehensif, lebih tersruktur, lebih menyeluruh, dan lebih selaras dalam melakukan kegiatan. Sehingga kegiatan ibu di dapur,nyambung dengan kegiatan ayah di kantor,nyambung dengan kegiatan anak-anak di sekolah. Bukan sekedar sama-sama melakukan kegiatan yang berbeda-beda di tempat yang berbeda-beda, tapi semua kegiatan keluarga memiliki satu tujuan yang sama walaupun kilakukan di tempat yang berbeda.

Keluarga dan Perusahaan itu tidak sama, masing-masing memiliki karakteristik yang unik. Beberapa hal dapat disamakan, tapi tidak semua dapat disamakan, karena secara sifat dan karakter antara keluarga dan perusahaan tidak sama. Sehingga pendekatan dan metode yang digunakan untuk menyelenggaran keluarga berbeda dengan perusahaan. Namun istilah yang digunakan untuk menyusun rencana ke depan sama-sama menggunakan istilah sama STRATEGIC. Family Strategic Planning untuk keluarga, Corporate Strategic Planning untuk perusahaan.

a1

Karakteristik dari sebuah keluarga dapat dilihat dari gambar disamping. beberapa karakteristik tambahan yaitu keluarga hanya dilakukan sekali rekruitmen saat mencari pasangan hidup, lalu akan menerima amanah dari Allah yang berasal dari rahim Ibu, bersifat permanen, tidak bisa serta merta memutuskan hubungan antar anggota keluarga.

Sedangkan perusahaan memiliki beberapa karakteristik antara lain :
– Anggota terdiri dari orang-orang dengan tingkat kedewasaan yang relatif sama, yaitu berada pada tataran emosional dan perkembangan orang dewasa.
– Direkrut setiap saat dan dapat memutuskan hubungan setiap saat.
– Berorientasi profit.
– Proses berlangsung terus-menerus dan dapat berhenti di suatu waktu baik kesepakatan satu pihak atau dua pihak.

a2Dalam proses bertumbuhnya sebuah keluarga ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan :
1. Rentang waktu yang disesuaikan
Contoh nya : Family Strateguc Planning untuk Ayah-ibu dapat membuat dalam jangka waktu 5 tahun, long term family strategic planning untuk 25 tahun ke depan, untuk menyiapkan anak2 mandiri, pendidikan anak sampai s2, anak menikah, dan seterusnya.
Anak-anak : tahunan (1-2 project)
2. Jangan terbebani untuk selalu melakukan yang sesempurna mungkin di awal, perbaikan dapat dilakukan dari waktu ke waktu. Lakukan sekarang jangan menunggu keadaan ideal.
3. Disiplin yang diberikan fleksibilitas membuat anggota keluarga tetap berada di koridor keluarga.

Beberapa benefits yang kita dapatkan dari proses ini yaitu :

  1. Menyelaraskan gerak langkah setiap anggota keluarga
  2. Lebih memahami kebutuhan dan keinginan atau harapan anggota keluarga
  3. Menumbuhkan iklim suka bekerjasama dan saling menolong
  4. Melatih kemandirian dan berani bertanggung jawab

a4

Tahap menyusun skenario dapat dilihat pada gambar di samping.

Darimana kita mendapatkan Ide Tema?
1. Keprihatinan terhadap suatu kondisi
contoh: kemacetan bandung
2. Melihat hal di sekitar kita
contoh: banyak sampah, perumahan gersang, banyak anak-anak nganggur
3. Keinginan dan harapan bersama
contoh: Ingin bisa keliling dunia, ingin naik haji bersama,
4. Ketertarikan dan hobi
contoh: Suka bersepeda, suka bertanam, suka ternak, suka ikan hias
5. Pengalaman yang mengesankan
contoh: Pengalaman ketika di desa, menyelam di bunaken,magang
6. Jatuh dari langit 🙂

a5Contoh bentuk tema keluarga :

  • Makan buah, tanam bijinya
  • Innovate or Die (judul buku)
  • It’s OK to make mistake, I learn from my mistake (poster)
  • Emak Babe Keroyokan Naik Haji 2020 (judul film/cita-cita)
  • dan sebagainya.

a6Tema : INNOVATE OR DIE

Target :

  1. Satu ide satu bulan
  2. Satu award satu tahun
  3. Menulis satu buku bersama 2015

My Project :

  1. Kamar kreatif
  2. Kompetisi pesawat kertas
  3. Dapur ramah anggaran

a7

ACTION PLAN

  1. Apa?
  2. Kapan?
  3. Dikerjakan oleh siapa?
  4. Apa yang diperlukan?
  5. Perlu bantuan siapa?
  6. Berapa anggarannya?

Keterlibatan anak dalam menyusun Family Strategic Planning dapat dilakukan sejak anak bayi.

  • Anak bayi : minum ASI sambil mendengarkan ayah ibu diskusi family strategic planning
  • Anak 2 thn : membawakan makanan/camilan dan mendengarkanayah ibu diskusi family strategic planning
  • Anak 5 thn : ayah ibu melibatkan anak langsung dengan menanyakan usulan anak untuk family strategic planning
  • Anak SD : Anak sudah bisa membuat project dan action plan sendiri
  • Anak SMP-SMA: Anak sudah bisa menjadi PIC project keluarga

Jadi family strategic planning dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan umur anak.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam,

Winda Maya Frestikawati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s