Solusi Pendidikan Anak dari Ustadz Harry Santosa

1. Bekali orangtua untuk mampu mendidik sendiri anak-anaknya, karena orangtualah yg paling telaten, cinta dan tulus pd anak-anaknya. Sekolah terlalu disibukkan oleh kurikulum, target kelulusan, standar kompetensi, dll

2. Bangun simpul-simpul belajar dan jaringan pendidikan berbasis rumah dan komunitas/masjid.

3. Fokuskan pendidikan pada pengembangan fitrah keimanan, fitrah belajar dan fitrah bakat.

4. Galakkan pemagangan anak-anak dan pemuda langsung kepada maestro dan bisnis, serta pendampingan akhlak.

5. Gerakkan berbagi ilmu dan praktek para Maestro kepada anak-anak dan pemuda-pemuda. Gerakkan pendamping-pendamping akhlak bagi anak-anak dan pemuda. 

Saya bukan penganut home schooling,
Saya penganjur home based education utk 0-10, community based education utk 11 -15 

10 pemikiran pada “Solusi Pendidikan Anak dari Ustadz Harry Santosa

    • Lengkapnyo coba ikuti status ust “Harry santosa”. Kalo penjelasan kk, Home-based education itu berarti pendidikan berbasis rumah, artinya anak 1-10 tahun fokus belajarnyo di rumah oleh ortu. umur 11-15 anak belajar di komunitas, masa-masa siap dan sudah berkarya. Jadi ustadz harry santosa ini dak setuju dgn persekolahan. Kk caknyo dari baco2, merenung, dan mengalami dewek hidup di sekolah, memang sekolah dak biso “mengoptimalkan” potensi semua anak, kecuali segelintir anak (kalo menurut kk yg cocok sekolah itu yg cerdas verbal dan logika). Kk di SMP It bae kadang kasihan sm anak-anak yg jadinyo dinilai “berbeda” (baca: kurang nangkep/bodoh) krn sistem persekolahan yg pake kurikulum yg memungkinkan perlakuan ke anak disamakan.

      • jadi menurut ustad harry santosa, bersekolah itu bikin anak jadi menyia-nyiakan waktu mereka belajar hal yg idak relevan dgn jati dirinyo dan cenderung mematikan fitrah belajar, fitrak bakat/potensi.

      • Sepakat kak, padahal tidak ada anak yang bodoh, semua anak mempunyai keistimewaan dan kecerdasan di bidangnya masing2, dan tria jg merasa teradang “sekolah” justru tidak mengenali potensi yg ada pd setiap anak itu, terkadang semata dinilai akademiknya saja. Begitupun untuk pendidikan karakter, orgtua tidak bisa serta merta mnyerahkan kpd sekolah utk mendidik karakter anaknya, karena pembentukan karakter itu sejatinya berawal dr rumah, dan tria terpikir nantinya anak2 homeschooling aja dg tria (sebagai ibu) yg menjadi gurunya sendiri, sehingga kami pun bisa belajar banyak hal tanpa batas, mengeksplore sedahsyat-dahsyatnya potensi…

  1. Kalau home based education 0-10, padahal sekarang wajib belajar 9 tahun yang dimulai dari SD sampai SMA dan bahkan diharuskan untuk sekolah TK bagi anak yang akan melanjutkan Sekolah Dasar yang jelas-jelas dimulai jdari umur 5 atau 6 tahun, Jadi bagaimana solusinya? terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s