Mengapa Anda Membuat Sekolah oleh Ust. Harry Santosa

Mengapa Anda Membuat Sekolah? oleh Ust. Harry Santosa

Sekolah seringkali bahkan semuanya nyaris disimpangkan dari tujuan sejatinya, yaitu membangun kemandirian dan keberdayaan komunitas beserta karya2 peradabannya dengan semulia2 akhlak.

Umumnya sekolah disibukkan melakukan HOW dan WHAT, karenanya banyak sekolah hanya fokus pd cara dan metode pengajaran, bergegas utk membuat anak pandai dgn skill dan pintar dgn knowledge lalu sedikit konstruksi karakter. Tapi lupa menggali misi spesifik keberadaannya di atas dunia.

Apakah demikian itu krn lembaga atau institusinya bernama “sekolah” bukan bernama “pendidikan”?

Padahal justru yg pertama mesti dijawab sebuah lembaga pendidikan adalah WHY, yaitu pertanyaan mendasar, mengapa mereka harus ada di muka bumi. Bukan sekedar tujuan2 kelulusan, kepandaian dan kepintaran. Padahal mengkonstruksikan logika dan karakter pun semestinya selaras dengan jawaban atas WHY, yaitu jawaban spesifik atas pertanyaan “mengapa lembaga pendidikan mereka harus ada di muka bumi”.

Sebagaimana doa seorang Ulama pendiri Pesantren Gontor, “Ya Allah jika pendidikan yg kami dirikan tdk membawa manfaat bagi masyarakat, maka bubarkanlah ya Allah”

Tentu manfaat yg dimaksud bukan manfaat agar orang menjadi pandai dan pintar, bukan! Tetapi manfaat yg menebar rahmat atas karunia yg Allah berikan berupa kemampuan mensyukuri, memerdekakan dan menghebatkan potensi2 unik lokal dan potensi bakat anak2 bahkan menyelesaikan realitas sosial masyarakat dimana sebuah lembaga pendidikan berdiri.

Maka sejak hari pertama berdiri, proses pendidikan mesti terintegrasi, terkonteks dan terelasi dengan potensi2 keunikan dan realitas sosial komunitas/jamaah/desa nya.

Pendidikan sejatinya adalah “center of excellent” dari sebuah jamaah/ummat/komunitas yg berbasis kpd satu atau dua local advantage (kodrat alam) yg kemudian bertemu dengan bakat anak (kodrat anak). Panggilan jiwa sekolah adalah panggilan utk pendidikan peradaban, yaitu membangun komunitas yg berdaya dan berkarya dgn semulia2 akhlak, bukan cuma paham dan kreatif.

Bayangkan jika di tiap desa di Indonesia, berdiri sekolah2 yg berbasis bakat dan keunggulan lokal, lalu mampu melahirkan local leader2 yg mampu memandirikan dan menghebatkan desa dgn potensi keunikan yg Allah karuniakan pd nya, maka dalam waktu 5 -10 tahun 70rb desa akan mandiri dan tdk memerlukan subsidi sedikitpun bahkan menebar manfaat dan rahmat bagi bangsanya dan dunia. Hal yg samapun bisa dilakukan di kota.

Maka ya Allah, berikanlah kesadaran kepada para pendiri Sekolah agar menyadari misi keberadaannya di muka bumi.

Salam Pendidikan Peradaban
‪#‎pendidikanberbasispotensi dan akhlak.

#PendidikanBerbasisFitrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s