Taliban dan Sekolah oleh Prof. Daniel Rosyid

Tulisan ini saya ambil dari diskusi di grup Millenial Learning Center di Facebook.

Ini adalah tanggapan Prof. Daniel Rosyid terhadap berita Taliban Menyerang Sekolah yang dikirim oleh salah satu anggota grup.

Ini tanggapannya:

Isu ini menarik tapi izinkan saya membacanya dari perspektif berbeda. Pertama Malala. Dia adalah korban schoolism sebagai instrumen pembaratan.

Jelas kita tidak setuju pada kekerasan apalagi pada anak. Tapi kekerasan Taliban jauh lebih kecil korbannya daripada korban akibat kolonialisasi yg terjadi hingga hari ini oleh Barat yg mencoba menghegemoni semuanya termasuk energi dan pikiran.

Citra Taliban dibentuk oleh mass media Barat. Yg sesuai dengan nilai-nilai Barat dan kepentingan mereka pasti akan menjadi media darling. Dalam perspektif waktu yg lebih panjang baik Taliban, Malala maupun anak-anak sekolah itu adalah korban hegemoni Barat.

===================
Sekolah adalah instrumen pembaratan yg paling muskil dan canggih. Lihatlah Aceh setelah pembukaan SD Inpres juga di tempat lain. Sekolah, bersama pabrik-pabrik mengambil alih fungsi-fungsi edukativ dan produktiv keluarga.

Bersamaan dengan mass education via forced schooling terjadi homebreakings dalam skala luas juga. Yang terjadi adalah miseducation of the mass through forced schooling.

====================
Anak-anak biasanya punya rasa ingin tahu yg besar tentang apa yg terjadi di sekelilingnya, misalnya pergerakan tanah. Sekolah dan guru-gurunya gagal menghubungkan apa yg terjadi di sekitar rumah dengan apa yg dipelajari di sekolah.

Guru menilai pengalaman sehari-hari anak di sekitar rumah tidak penting, lalu sibuk ‘menuntaskan” kurikulum yg dirancang secara teknokratik terpusat dari Jakarta. Sekolah berhasil mengasingkan murid dari lingkungannya sehari-hari. Mereka sibuk bersekolah untuk menjadi orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s