Makna Sukses dan Hakikat Pendidikan

Tulisan ini saya ambil dari status Pak Harry Santosa (https://www.facebook.com/harry.hasan.santosa) tentang Renungan Pendidikan.

Setiap kita menginginkan anak-anak kita sukses di masa depan. Namun tidak setiap kita memahami makna sukses bagi anak-anak kita.

Sukses bagi kebanyakan kita biasanya adalah tercapainya cita2 anak2 kita. Lalu apa cita-cita anak-anak kita? Ya sukses. Jadi apa sebenarnya makna sukses?

Sukses bagi kebanyakan kita diukur dengan materi yg berlimpah, diimajinasikan dengan status sosial yg tinggi, dipersepsikan dengan kedudukan duniawi yang bisa disandang, diidentikan dengan gelar gelar akademis yg bisa diperoleh, banyaknya ilmu yg dikuasai termasuk ilmu agama dstnya.

Boleh boleh saja memandang sukses seperti itu, namun bukan itu hakekat sukses. Materi yg berlimpah akan percuma jika tdk bermanfaat, status sosial yg tinggi, kedudukan duniawi, gelar-gelar akademis juga akan sia sia jika tidak memberi manfaat.

Bahkan banyaknya ilmu dunia dan ilmu agama juga akan mubazir dan membahayakan jika tidak bermanfaat.
Bukankah inti kehadiran kita dan anak-anak kita di muka bumi adalah kemanfaatan?

Jadi ukuran sukses dalam pandangan misi penciptaan kita di muka bumi adalah jelas yaitu kemanfaatan. Maka sebaik-baik pendidikan anak-anak kita adalah pendidikan yang membawa manfaat di dunia dan di akhirat, bukan satu diantaranya.

Tentu kita bertanya-tanya, bukankah semua pendidikan dimaksudkan agar anak-anak kita bermanfaat?
Benar, namun manfaat yang dimaksud adalah bukan manfaat ilmu secara terbatas namun kepada kemanfaatan yg lebih luas, yaitu bhw pendidikan mampu membawa anak-anak kita kepada peran peradabannya sesuai fitrah-fitrah yg dimilikinya sehingga memiliki karya-karya yg manfaat dan menebar rahmat.

Kita sesungguhnya tidak perlu khawatir, tinggal mengikuti saja fitrah-fitrah yg ada. Karena Sunnatullahnya adalah sepanjang potensi fitrah-fitrah itu dibangkitkan dan ditumbuhkan, maka dipastikan anak-anak kita akan memberi manfaat bagi dunia dan akhiratnya. Mengapa?

Karena fitrah-fitrah itu dikaruniakan Allah kepada setiap manusia dalam menjalani misi penciptaannya di muka bumi, maka niscaya semua fitrah akan bermanfaat. Bukankah tiada satupun yang sia-sia dari Ciptaan atau Fitrah Allah?

Dan tiada yg berubah dari fitrah Allah itu sampai kita merubahnya, menyimpangkannya atau menguburnya dalam dalam. Allah tdk akan merubah nasib baik seseorang sampai ada yang merubah apa-apa yg sdh diciptakan dalam dirinya, yaitu potensi fitrah-fitrah itu.

Ingatlah bahwa semakin kembali kepada fitrah (iedul fitrah) maka akan semakin menuju kesuksesan. Semakin mendekat kepada kesejatian maka akan semakin mendekati kebahagiaan dan kemanfaatan. Begitulah sunnatullahnya.

Semakin menjauh dari fitrah maka akan semakin menuju ketidakmanfaatan, ketidakbahagiaan bahkan kesengsaraan. Na’udzubillah.

Mari kita jalani kehidupan sesuai fitrahnya, sesuai kesejatian dalam semua hal, mari kita kembalikan kesejatian peran kita sebagai pendidik fitrah terbaik sepanjang masa, mari kita kembalikan kesejatian pendidikan dengan mendidik potensi-potensi fitrah yg Allah swt karuniakan.

Tentu saja fitrah-fitrah yg Allah karuniakan, adalah potensi yg hrs disadarkan dan dibangkitkan melalui pendidikan, jadi mari kita kembalikan kesejatian (fitrah) diri kita dan anak-anak kita, melalui pendidikan berbasis fitrah lalu menyempurnakannya dengan akhlakul karimah.

Agar fitrah-fitrah baik kita sbg orangtua bertemu dan menguatkan fitrah-fitrah baik anak-anak kita, agar rumah-rumah kita kembali kpd kesejatiannya, agar secara kolektif, dunia dan peradaban pun akan kembali kepada fitrahnya atau kesejatiannya, dan pada keseluruhan akhirnya akan memberi manfaat seluas-luasnya dan menebar rahmat seindah-indahnya.

Salam Pendidikan Peradaban
‪#‎pendidikanberbasispotensi‬
‪#‎pendidikanberbasisfitrah‬ dan akhlak
‪#‎gradasisaga‬

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s