Bukan OSIS, Bukan Rohis

Beberapa siswa di SMP pernah nanya, “kenapa di SMP kita gak ada OSIS?”

Saya jawab sekenanya saja, “karena belum terlalu dibutuhkan dan jumlah siswa juga masih minim.” Menurut pemahaman saya, OSIS itu ada sebagai perangkat siswa dalam belajar berorganisasi/memimpin. Nah, menurut saya di SMP IT Ikhlas Cendekia, program-program yang disusun sekolah sebenarnya sudah cukup canggih untuk melatih kepemimpinan siswa.

Kalo pun pingin diadakan yang semacam OSIS atau Rohis, untuk SMP IT saya punya ide tersendiri. Namanya Dewan Perwakilan Siswa. Biasanya, di sekolah umum ada dikotomi antara kegiatan dakwah dan kegiatan kesiswaan secara umum. Rohis ngurusin dakwah dan OSIS ngurusin kesiswaan (pembantu sekolah dalam hal kesiswaan :p )

Di SMP IT, menurut saya fungsi keduanya bisa dilebur dalam satu organisasi yang saya namakan Dewan Perwakilan Siswa. Sistem pemilihannya pun lebih Islami, bukan dipilih oleh siswa tapi dipilih oleh syuro (musyawarah) dewan guru yang lebih memiliki kapasitas dalam memilih orang-orang berkompeten untuk menjalankan organisasi tersebut.

Di bawah ini adalah penjelasannya. Mohon masukkannya!🙂

DEWAN PERWAKILAN SISWA

SMP IT IKHLAS CENDEKIA LAHAT

Dewan Perwakilan Siswa (DPS) SMP IT Ikhlas Cendekia Lahat adalah perwakilan siswa yang dipilih oleh dewan guru dengan tugas dan keistimewaan sebagai berikut:

  • Memperoleh informasi khusus dan menentukan kebijakan terkait permasalahan sekolah atas izin atau permintaan dewan guru.
  • Mewakili dewan guru untuk menyampaikan permasalahan sekolah kepada siswa lain atas izin dan permintaan dewan guru.
  • Dilibatkan dalam kepanitian kegiatan/program sekolah atas izin dan permintaan dewan guru.
  • Menyusun program kesiswaan persemester baik dalam hal akademis maupun dalam hal dakwah sekolah dibimbing oleh pembina DPS yang diajukan kepada Waka Kesiswaaan.

Syarat-syarat dipilihnya siswa menjadi anggota DPS :

  • Menjalankan ibadah wajib dan peraturan sekolah secara konsisten dan penuh tanggungjawab.
  • Tidak melakukan maksiat seperti berpacaran, suka berbicara kotor, berjudi, taruhan dan sebagainya.
  • Memiliki kecakapan komunikasi yang memadai.
  • Memiliki keteladanan yang mememadai.
  • Memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang memadai.

Jumlah anggota DPS : tidak tentu, tergantung keputusan dewan guru.

Struktur organisasi DPS:

Kepala Sekolah
 
Waka Kesiswaan
 
Pembina DPS
 
Ketua DPS   Koordinator

Anggota Akhwat

    Anggota Akhwat Anggota Ikhwan
    Anggota akhwat Anggota Ikhwan

Mekanisme pemilihan

Rapat dewan guru –> Pengumuman Ketua dan Anggota DPS

Waktu pemilihan : Anggota DPS dievaluasi dan diperbarui dua kali dalam setahun yakni di awal semester baru.

Pemberhentian anggota :

Anggota DPS yang dianggap melakukan pelanggaran akan diberikan peringatan, jika sudah diberikan peringatan yang cukup namun masih melakukan pelaranggan, anggota yang bersangkutan diherhentikan sebagai anggota DPS dengan cara yang diatur oleh dewan guru.

5 pemikiran pada “Bukan OSIS, Bukan Rohis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s