ORANGTUA & PEMUDA WAJIB BACA: Menghabiskan Waktu Remaja

rukunpemudaWaktu remaja, saya merasa beruntung krn dianugerahkan beberapa keterampilan olahraga. Saya bisa main sepak bola, basket, voli, dan tenis meja.

Dulu waktu SMP saya jadi tim inti sepak bola, basket, dan voli sekolah. Jadi kalo 17-an sering dapet dispensasi, izin mau tanding kompetisi antar sekolah. Sering latihan. Pernah dibilangin wali kelas waktu kelas 1 SMP, ikut ekskulnya gak usah banyak-banyak. :v Ya mau gimana, tuntunan profesi. Lah?haha😀

Selain itu, dulu dibanding teman saya termasuk yg paling bisa komputer dan main gitar. Ada beberapa teman yg minta ajari main gitar. Ada yang minta ajari main basket. Selain itu saya juga bisa nyanti, gak bisa-bisa amat, sekedar bisa, minimal kalo nyanyi gak fals.hehe Kalo di iklan kopi apa itu saya lupa, kan dibilang “Gak semua orang bisa nyanyi!”. Betul tuh. Sering kan denger kawan kalo nyanyi temponya asal dan nadanya fals. Nyanyi gak semudah yang dipikirkan.😀

Setelah dewasa dan mempelajari banyak hal dari berbagai sumber, saya menyadari kalo WAKTU REMAJA SAYA TELAH DIHABISKAN DENGAN TIDAK TEPAT. Kok begitu?

Beberapa poin yang menurut saya tidak tepat:

  1. Saya menghabiskan waktu untuk sesuatu yang saya tidak saya tahu tujuannya untuk apa? Pengen jadi pemain basket? Pengen jadi pemain sepak bola? Pengan jadi musisi? Gak jelas untuk apa! Pokoknya seneng-seneng aja. Ketika waktu remaja habis, akhirnya saya menyesal.
  2. Saya belum paham bahwa saya seharusnya fokus pada satu hal yang akan menjadi “kepakaran”  (expertise) saya dan itu memang betul-betul bermanfaat untuk umat dan bisa menjadi sarana yang saya pakai untuk meraih keridhoan Allah. Misalnya nih saya mau jadi pemain basket, saya mesti mikir, dengan itu apakah akan banyak bermanfaat untuk orang lain dan apakah itu akan membuat Allah ridho, atau malah murka karena banyak maksiat yang akan saya lakukan dengan menjadi pemain basket.
  3. Saya tidak mempelajari ilmu wajib atau ilmu yang sangat sangat sangat penting dipelajari seperti ilmu agama (belajar qur’an, baca qur’an, hafal qur’an, baca hadist, belajar fiqih,dll),belajar bela diri (karate, aikido, silat, dll), belajar untuk menyukai membaca, belajar menulis, belajar berorganisasi, belajar memimpin, dll.

Tapi bagaimanapun juga, tidak ada kata terlambat untuk mengejar ketertinggalan. Better Late Than Never, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Saya harus terus mempelajari Islam, mempelajari kepakaran saya, dan mempelajari segala hal yang bisa saya manfaatkan untuk kepentingan umat.

Untuk para remaja yang sempat membaca ini, pikirkanlah ini. Apakah kalian sudah menghabiskan waktu remajamu untuk hal-hal yang saya sebutkan di atas. Atau malah banyak menghabiskan waktu kalian untuk hal-hal yang tidak penting bahkan yang dibenci Allah seperti taruhan, nonton film atau lagu yang bikin kita dapet dosa, mandangin dan mengkhayal fans yang bukan muhrim, dan pacaran.

Untuk orangtua, pikirkanlah juga ini. Apakah anak kita sudah menghabiskan waktu remaja mereka  untuk hal-hal yang saya sebutkan di atas. Anak kita adalah amanah kita. Ingat, anak kita bisa menuntut kita di akhirat jika tidak mengajarkan mereka ilmu yang bisa mengantarkannya ke surga. Takutlah !

Salam peradaban! J

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s