Pendidikan Seks untuk Siswa

Saya baru saja membaca keluhan seorang guru. Ia bertanya pada Ayah Edy tentang muridnya (5 tahun) yang penisnya (alat kelamin lelaki) menegang ketika melihat teman perempuannya. Ia juga suka memegang-megang teman perempuannya.

SEKS MATANG DINI

Ayah Edy menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan fenomena SEKS MATANG DINI.

Lebih lengkap Ayah Edy menyebutkan:

“Pada dasarnya ”Ereksi” pada anak laki-laki semacam ini wajar muncul pada setiap anak, asalkan usianya sudah mencapai pubertas NORMALNYA kira-kira usia 15 tahun untuk wanita dan usia 16-17 tahun atau lebih untuk laki-laki.

Pubertas Ini adalah sebuah gejalantumbuhnya dan pematangan hormon estrogen pada wanita dan hormon totesteron pada laki-laki. Namun demikian menjadi tidak wajar jika usia anaknya masih 5 tahun mengalami ereksi karena di sebabkan melihat teman wanitanya.

Dan belakangan ini di sinyalir memang USIA PUBERTAS ANAK SEMAKIN MUDA SAJA DAN TERUS MAJU KE USIA YG LEBIH MUDA.

PENYEBAB SEKS MATANG DINI (BAHAYA TELEVISI DAN TEKNOLOGI)

Sebelum melangkah pada tindakan penyelamatan, maka sebaiknya kita tahu lebih dulu faktor apa saja yg menjadi pemicu utama munculnya fenomena Seks Matang Dini ini.

Otak anak bagian atas itu terdiri dari 2 bagian yg di sebut bagian belahan kiri dan belahan kanan, belahan kiri itu untuk berpikir Sains Analisis dan Bagian kanan itu untuk berfikir Fantasi/Imaginasi. Pada masa kanak-kanak umumnya yg lebih aktif adalah bagian belahan kanan yg bersifat FANTASI.

Jadi penyebab munculnya sex usia dini yg pertama itu adalah karena seorang anak sering melihat adegan yg berbau pronografi seksual tanpa ada yg mendampingi dan membimbingnya. Biasanya ini bersumber dari jenis tontonan sinetron yg berbau pacaran, erotisme dan

pornografi, film-film dewasa yg di bungkus dalam bentuk kartun, seperti Avatar dan sejenisnya, Film anak yg  di bumbui adegan percintaan dsb, game2 anak baik off line maupun on line seperti GTA yg mempertontonkan adegan seksual pada anak, VCD porno dsb, komik2 anak yg bergambar pornografi dan lain-lain.

Pada saat semua ini di tonton oleh anak usia dini maka otak fantasinya akan membantu dan mendorong hormon seksualnya tumbuh lebih cepat dan lebih dini dari yg semestinya.

TINDAKAN PENYELAMATAN

Jika kita ingin menyelamatkan si anak maka segeralah lakukan tindakan untuk memutus dari sumber-sumber pemicunya tadi yg berupa tontonan, bacaan, permainan dan makanan. Semakin cepat semakin baik.

Di rumah kami sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengganti menu anak2 kami dengan yg lebih natural dan menghindari makanan yg berpotensi memicu pertumbuhan seks matang dini tadi, kemudian game pun kami ganti dengan Edu Game (permainan edukasi) atau Pesona Edu dan tontonan kami pilihkan hanya yg aman2 saja. Dan saat ini kami sudah tidak lagi menonton tayangan tv apapun No TV Program at home dan kami ganti dengan Surat Kabar.

Untuk menyelamatkan si anak, mungkin kita bisa mulai mengajarkan pendidikan sex usia dini yg terbimbing…. karena pada dasarnya sekxual itu netral, tergantung belahan otak mana yg meresponsnya, apa bila yg meresponse adalah belahan otak sebelah kiri maka respon si anak akan berubah menjadi Sain Biologis dan jika sebelah kanan maka responnya lebih kepada fantasi dan erotisme.

KEBANYAKAN DARI KITA PERNAH DAN SERING MELIHAT PORNOGRAFI

Setelah membaca penjelasan di atas. Saya jadi berpikir bahwa benar apa yang saya rasakan selama ini. Saya yang sudah dewasa saja merasa sangat tidak nyaman ketika harus memilih tontonan di televisi. Sulit. Dan saya sangat menyadari bahwa sebagian besar apa yang ditampilkan di televisi sangat berbahaya untuk ditonton. Banyak yang memang haram dilihat baik, bukan hanya bagi mereka yang berumur 17 tahun ke bawah, tapi semua orang baik kecil maupun dewasa.

Belum lagi dengan internet. Saya tahu benar apa saja yang akan sering dilihat ketika kita berinternet, main facebook, googling dan sebagainya. Akan ada banyak penampakan-penampakan seronok (pornografi) yang bisa menggoda kita untuk melihatnya seperti gambar adds (iklan) dan lain sebagainya. Saya yakin benar, banyak orang yang tidak tahan dan tergoda untuk mengamati gambar tersebut (berdasarkan pengalaman ketika saya masih “bodoh” – jadi saya tahu benar). Jadi tidak heran kalau kebanyakan pemuda akan sangat mudah terangsang ketika melihat perempuan (baik yang berjilbab maupun yang tidak).

KEKHAWATIRAN SAYA TERHADAP MURID-MURIDKU DI SMP IT

Atas dasar pemahaman saya tentang seks dan juga pengalaman yang saya alami ketika bergaul dengan teman-teman saya dulu, saya menjadi sangat merasa khawatir dengan murid-murid saya, terutama yang akhwat (perempuan).

Saya tidak ingin mereka menjadi korban pelecehan seksual baik itu yang hanya terjadi di dalam fantasi lelaki (berpikir mesum tentang mereka), maupun yang terjadi di kehidupan nyata (pelecehan seksual secara verbal maupun fisik). Karenanya, saya begitu fokus untuk mengedukasi mereka tentang ini.

Sampai saat ini saya masih terus mengingatkan mereka tentang larangan mendekati zina, berdua-duaan dengan non-mahram, ikhtilat, memajang foto pribadi (pamer wajah/kecantikan, apalagi pamer lekuk tubuh dengan pose berlenggak-lenggok bak foto model), larangan pacaran, perintah menundukkan pandangan, menjauhi keramaian (yang banyak lelaki non-mahram di situ), ngobrol mesra dengan lelaki non-mahram (meskipun tidak pacaran), dan sebagainya.  Karena hal tersebut benar-benar bisa membuat mereka terjerumus sekaligus menjerumuskan orang dalam perbuatan yang tidak diridhoi Allah.

Mengulang apa yang dikatakan Ayah Edy. Kita bisa mulai mengajarkan pendidikan sex usia dini yg terbimbing. Karena pada dasarnya seksual itu netral, tergantung belahan otak mana yg meresponsnya, apa bila yg meresponse adalah belahan otak sebelah kiri maka respon si anak akan berubah menjadi Sain Biologis dan jika sebelah kanan maka responnya lebih kepada fantasi dan erotisme.

Karena itu juga saya merasa penting untuk menjelaskan kepada siswa akhwat saya tentang “KENAPA BISA TERJADI KEHAMILAN DI LUAR NIKAH”. Saat itu hanya ada siswa akhwat, sedangkan siswa ikhwan saya minta mengerjakan hal lain di tempat lain di luar kelas. Pada kesempatan itu saya jelaskan kenapa berdekatan dengan ikhwan saja bisa berbahaya dan ujung-ujungnya bisa terjadi kehamilan di luar nikah.

Saya ambil contoh seorang yang akhwat baik-baik yang awalnya tergoda untuk pacaran dan akhirnya bisa hamil karena melakukan berbagai tahapan-tahapan tertentu yang biasa dilakukan oleh lelaki nakal.  Dimulai dari memegang tangan, lain hari mulai berani cium pipi, lain hari mulai berani cium bibir, terus semakin parah hingga akhirnya berani dan tidak merasa berdosa melakukan hubungan seks. Itu akhirnya membuka pikiran mereka kenapa Allah memerintahkan kita hal-hal yang justru banyak disukai pemuda masa kini (pacaran dan sebagainya).

“Memang banyak orang yang pacaran masih bisa menjaga batasan, maksudnya tidak sampai hamil. Tapi ya minimal mereka melakukan dosa zina hati, tidak menundukkan pandangan dan pegang-pegangan tangan. Memang ada orang pacaran yang tidak melakukan ketiga hal ini?”, kira-kira begitu saya menjelaskan kepada siswa-siswa saya.

Ada pertanyaan menggelitik dari siswa saya. Katanya, “oh berarti Pak Fulan bisa punya anak awalnya dengan begitu ya?” Saya jawab, “Ya begitulah..!” Itulah saya bilang kepada mereka, “jangan coba-coba melanggar larangannya, karena kalian akhirnya bisa saja tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah kaliab bayangkan sebelumnya.”

SAYA MENGKHAWATIRKAN SISWA-SISWA AKHWAT SAYA

Di atas disebutkan bahwa di sinyalir usia pubertas anak semakin muda saja dan terus maju ke usia yg lebih muda. Kebanyakan anak juga disinyalir biasa melihat gambar yang yg berbau pacaran, erotisme dan pornografi, film-film dewasa yg di bungkus dalam bentuk kartun, seperti Avatar dan sejenisnya, Film anak yg  di bumbui adegan percintaan dsb, game2 anak baik off line maupun on line seperti GTA yg mempertontonkan adegan seksual pada anak, VCD porno dsb, komik2 anak yg bergambar pornografi dan lain-lain.

Ada bukti konkret yang saya lihat dari siswa ikhwan saya yang masih SMP. Ketika saya bilang kata “ngocok”, sebagian dari mereka biasa tertawa dan langsung berbincang-bincang. Itu membuktikan bahwa mereka setidaknya tahu apa itu onani, dan kemungkinan besar mereka sering melakukannya sampai saat ini. Ketika masih “bodoh”, saya juga pernah melakukan itu. Dan saya yakin kebanyak lelaki pasti pernah bahkan sampai sekarang masih sering melakukan hal tersebut.

Bagaimana bisa saya bisa meninggalkan itu? Caranya adalah dengan berkomitmen untuk tidak perlah melakukan itu lagi dan tidak lagi melihat apa-apa yang bisa membangkitkan syahwat. Saya menyadari bahwa di televisi, internet, dan di jalan-jalan  kita biasa memenukan hal-hal  yang bisa membangkitkan syahwat. Tidak hanya orang yang berpakaian seksi, bahkan orang yang berhijab pun bisa membangkitkan syahwat lelaki. Itulah kenapa saya betul-betul menjaga pandangan saya. Saya yakin Anda yang masih suka melakukan itu bisa berhenti.

Itulah kenapa saya begitu megkhawatirkan siswa-siswa akhwat  saya. Saya begitu fokus dalam menjaga siswa-siswa akhwat saya dari pikiran dan kelakuan ikhwan genit dan mesum (hampir kebanyakan lelaki seperti itu, gak bisa lihat cewek cantik sedikit, matanya jelalatan, menikmati wajah manis perempuan yang bukan mahramnya dan seringkali berpikir mesum).

Saya jadi begitu kesal jika misalnya mereka berjarak terlalu dekat dengan ikhwan, mengupload foto selfie, ngobrol secara pribadi dengan ikhwan, apalagi kalau mereka pacaran, aduh..pasti cenat-cenut hati ini rasanya karena tak kuasa memikirkannya. Tapi saya harus menyiapkan hati jika nanti kekhawatiran saya tersebut terjadi. Saya hanya bisa pasrah kepada Allah dan terus menasihati mereka.  Ya Allah, istiqomahkanlah mereka untuk terus berada di jalan-Mu. Aamiin

ANAK SD DAN PENDIDIKAN SEKS

Jika melihat-lihat fakta di atas, saya rasa sudah seyogyanya siswa kelas 4 SD sudah harus dibuatkan kelas tersendiri sesuai gendernya. Siswa akhwat dan siswa ikhwan dipisah di kelas yang berbeda. Ini penting agar mereka sejak dini sudah dibiasakan tentang bagaimana Islam mengatur hubungan antara ikhwan dan akhwat: tak boleh menyentuh tangan lawan jenis, tak  boleh memandang-mandangi lawan jenis, tidak boleh berdua-duaan, tidak boleh berpacaran, dan sebagainya.

Dengan ini guru juga akan lebih mudah dalam menjelaskan seks education sehingga ketika mereka siap menjadi remaja, nilai-nilai ke-Islaman yang berhubungan dengan seksual sudah terinternalisasi dengan baik di hati dan pikiran mereka sehingga guru SMP tak payah lagi untuk menasihati mereka tentang larangan berdua-duaan, tabarruj, ikhtilat, berpacaran, dan sebagainya.

JANGAN PACARAN! NANTI DIMARAH TUHAN!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s