Siapa Ikhwan yang Akhirnya Membuatmu Takluk?

istiqomah“Sir, sudah tahu kabar tentang Intan belum?”, seorang mantan muridku mengirim pesan di facebook.

“Belum, kenapa memangnya?”, jawabku.

“Intan sekarang sudah berubah,sir. Dia sekarang sudah pacaran. Lihat saja profil FB-nya.”

Aku tersentak mendengar kabar itu. Intan, setahu saya dulu adalah murid yang sangat anti-pacaran. Dia termasuk murid yang bersemangat dalam mempelajari Islam. Dulu aku begitu yakin dengan komitmennya untuk selalu istiqomah di jalan-Nya. Ya Allah. Pelajaran apa lagi yang hendak kau berikan padaku?

Aku langsung saja melihat profil Intan untuk melihat apakah benar kabar itu.

“Intan, Berpacaran dengan Ferdi Alamsyah”

Aku melihat kata-kata itu di facebooknya. Semakin panas hatiku. Kulihat juga status-statusnya.

Aku temukan satu status yang membuatku cukup tersentak.

“Tolong tak perlu urusi kehidupanku. Aku sudah dewasa. Ini pilihanku. Kuhargai nasihat kalian. Tapi tolong berhentilah, sebelum aku muak dan akhirnya membenci kalian. Aku tak ingin seperti itu. Aku tetap sahabat kalian. Jadi hargai pilihanku. Aku tak akan berbuat seperti yang kalian khawatirkan. Aku paham bagaimana menjaga batasan.”

Aku tercenung, tertunduk lesu. Usahaku menjaga murid-muridku dari pemikiran menyesatkan yang jauh dari ajaran Islam selama 3 tahun di SMP kini berbuah pahit. Pahit sekali rasanya. Pedih. Intan, gadis yang kuanggap sudah sangat paham kini memilih untuk berpacaran. Teringat jelas dalam ingatanku ketika ia dulu berucap “Pacaran menjijikkan! Zina!” Aku juga teringat bagaimana ia dulu sering memarahi temannya yang menurutnya sering cari perhatian dengan ikhwan.

Kemudian, aku juga mencari tahu siapa pacarnya. Ternyata ia kakak kelasnya di SMA. Ganteng memang. Dan ternyata ia anggota inti OSIS dan termasuk siswa berprestasi. Ternyata itu ikhwan yang membuatmu takluk. Ah, Intan. Kenapa? Ya, Allah. Begitu lihai setan mempengaruhi pikirannya sehingga ia sungguh berubah, 180 derajat. Tak cukupkah usahaku dulu? Tak cukupkah doa-doa yang sering kupanjatkan di setiap shalatku? Meskipun ia tetap berhijab, pacaran sudah seharusnya menjadi barang tabu untuk mereka yang mengaku beriman.

Dan tiba-tiba saja, aku melihat Intan sedang berjalan berdua dengan pacarnya. Pedih hati melihatnya. Tak terbayangkan akhirnya ini bisa terjadi. Akupun mencoba menyapanya.

“Intan, apa kabar?”

“Sudahlah sir. Pergi sana! Gak usah campuri kehidupan orang!”

Aku pun marah. Entah kenapa emosiku justru aku luapkan ke pacarnya.

“Hei, Bro! Hebat kamu ya bisa melemahkan iman muridku?”

Tiba-tiba saja dia memukul mukaku. “Eh, diam kau!”

…………………………….. aku terbangun..

Astaghfirullah. Ternyata hanya mimpi. Alhamdulillah Ya Allah. Entah kenapa aku begitu khawatir sejak mendengar kabar bahwa murabbiku dulu waktu kuliah saat ini sudah berubah, sudah pacaran. Murabbiku dulu yang mengajariku bagaimana ber-Islam secara menyeluruh kini sudah gugur di jalan dakwah. Sungguh Allah Maha Membolak-balikkan Hati. Kita tak tahu, mereka yang saat ini bejat, boleh jadi akhirnya menjadi seorang ulama. Mereka yang dulu tampak sholeh, kini menjadi ahli maksiat.

Ya Allah, hamba sungguh takut. Bantu hamba Ya Allah agar aku dan orang-orang yang kusayangi tetap istiqomah di jalan-Mu, hingga ajal menjemput. Janganlah Kau sesatkan kami setelah Engkau memberi kami petunjuk. Matikanlah kami dalam keadaan khusnul khatimah, Ya Rabb. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s