Interaksi Ikhwan Akhwat (Fenomena yang Nyata)

Ikhwan Akhwat

Renungan dari seorang sahabat (Sulthan Malik), untuk sahabat semua..

dari http://nottojustkidding.wordpress.com/

Ini adalah sebuah kisah nyata, dan sebetulnya ana ingin menyampaikan sejak dulu…karena kadang kita terjebak dalam hal yang ragu2 dalam kehidupan ini…termasuk hubungan ikhwan dan akhwat…..

Nanti akan terlihat seseorang yang mengenal harakah islamiyah….seseorang yang mengenal tarbiyah….sangat beda dengan cerita yang ana sampaikan ini……

Ini adalah kisah nyata…insyaallah ana mendengarkan sendiri surat dari ikhwan tersebut yang dibacakan oleh ustadz….
Karena ikhwan tersebut minta konsultasi ke ustadz….

Ada seorang ikhwan yang menyukai akhwat…beliau memendamnya sangat lama…dan beliau hanya diam dan sebetulnya beliau ingin mengungkapkannya pada saat akhwat itu siap untuk dinikahi…akhirnya ikhwan itu menunggu….menunggu dan menunggu…..

Rasa seneng kepada akhwat itu semakin menggebu saat si-akhwat itu semakin dekat dengan beliau…..
Ikhwan itu belum mau mengatakannya….belum mau..walaupun ikhwan dengan akhwat itu sangatlah akrab seperti layaknya “saudara semuhrim” atau “suami istri”…

Sering saling sms,sering jalan bareng,sering ngobrol bareng,sering ngasih tausyiah,sering ber-email secara pribadi…dan lain2 yang nggak layak ana sebutkan disini……

Waktu terus berjalan hingga…….
Tiba2 ada kabar yang mengejutkan ke ikhwan tersebut bahwa akhwat yg dekat dengan beliau baru saja menikah….

Ikhwan itu tidak terima apa yang baru beliau dengar….beliau nggak terima… Sangat sakit hati beliau….sangat sakit…..

Ikhwan itu berusaha melupakan seorang akhwat yg beliau sukai….yang sekarang milik orang lain….
Tapi sangat sulit sekali….rasa suka yang beliau pendam selama ini…akhirnya sia2….tapi beliau tetap memendam dan tetap selalu meingatnya…

Setelah selang beberapa tahun ikhwan dan akhwat itu tidak saling berhubungan lagi… Ikhwan itupun bisa sedikit-sedikit melupakan…tapi rasa sakit itu masih berbekas dihati…

Akhirnya suatu ketika khwan dan akhwat itu akhirnya ketemu lagi karena satu tempat bekerja…
Sejak saat itu timbulah ingin komunikasi lagi,akhirnya ikhwan dan akhwat itu saling komunikasi lagi…
Walaupun tidak langsung, hanya menggunakan email,sms,dll……

Karena nggak tahan si-akhwat menceritakan tentang keluarganya,kehidupan bersama suaminya yang kurang harmonis ke si-ikhwan…karena sudah menganggap ikhwan itu seperti “saudara semuhrim” atau “suami istri”

Apa…apaan…ini……maksudnya apa……
Naudzubillahi min dzalik

Begitu juga si-ikhwan karena nggak tahan beliau ungkapin perasaannya ke akhwat bahwa sebetulnya beliau menyukai akhwat itu sejak dulu masih lajang

Ini juga….apa-apaan……
Naudzubillahi min dzalik

Apa yang terjadi setelah hal itu…hancurlah sebuah rumah tangga…………..

Naudzubillahi min dzalik

Komunikasi boleh aja tapi jangan sampai terlalu melampaui batas…

Apa kata ustad setelah menerima surat itu…
“Jangan lakukan lagi berbuatan perbuatan ini…hentikan semua ini…jangan hancurkan keluarga ini….
Anda yang telah menghancurkan keluarga ini….jangan melakukan hubungan dengan akhwat itu lagi”
Ustad itu berteriak sangat keras kepada ikhwan itu….
Allahu a’lam

Ada seorang ikhwah yg sering bilang ke ana……………
Bahwa hal2 seperti itu bukan 100% kesalahan ikhwannya dan bukan juga 100% kesalahan akhwatnya….

Dari kalimat diatas maka kita semua harus intropeksi diri dan jangan suka mencari2 kesalahan orang lain…
Mungkin kita yang salah…maka kita harus perbaiki bersama kesalahan yang kita lakukan dengan cara yang baik…

Marilah kita saling menasehati dengan cara yang terbaik…jikalau ikhwan yang melampaui batas kepada akhwat.. akhwatnya harus tegas…itu demi kebaikan juga…begitu juga sebaliknya…sesama ikhwan dan sesama akhwat juga harus ada yang saling mengingatkan…ingat tegas bukan berarti harus marah2…tidak ada cerita di quran dan hadits yang mengatakan menasehati harus dengan marah2……..
Karena kita tahu tidak ada manusia yang sempurna…..

===========
Ya Allah terimakasih Kau selamatkan aku
Permudahkan aku menyatakan cinta ini dengan cara yang syar’i…

Tambahan, ada argumen tentang kisah diatas, semoga menjadi Renungan:
Anonim mengatakan…
itulah….salahnya para aktivis sekarang!!!

Selalu menyatakan fitrahnya manusia butuh perhatian menjadi “alasan” jitu. tapi mereka tidak sadar, hal itu menyibak fitnah besar dalam hati…
bagaimana kalau si akhwat/ikhwan terlanjur berharap lebih??
so…dimana letak hijab hati itu?

Apa untungnya kita menyakiti mereka dengan kata-kata manis yang menuai kekesalan dan prasangka2 yang indah awalnya menjadi broken heart akhirnya…….
caiyo….jangan miliki hati yang lemah!!!
Yuk..raih cinta Ilahi…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s