Terimakasih Siswaku

No Pacaran Before Akad

Sejak kemarin, alhamdulillah hati ini sudah cukup tenang. Tak khawatir seperti hari-hari sebelumnya. Apa yang saya khawatirkan akan terjadi terhadap akhwat-akhwat kelas 7 sudah saya antisipasi dengan melakukan banyak penguatan terutama kepada siswa terkait. Dan saya juga sudah melihat murid baruku itu sudah “kalah”. Ia tinggal dididik dengan teladan dan tausyiah secara terus menerus agar ia benar hijrah menuju kehidupan yang lebih Islami: tidak meninggalkan shalat, tidak merokok, tidak pacaran dan tidak genit, tidak berkata kotor/kasar, dan sebagainya. Saya (dan seluruh guru) ingin menunjukkan kepadanya bahwa kami serius dan tulus ingin mendidiknya. Semoga dengan itu tergeraklah hatinya untuk berubah dengan penuh kesungguhan.

Dampak Positif Tragadi Murid Baru     

Sungguh, karena kejadian ini, ada sebuah perubahan signifikan yang terjadi pada diri saya. Alhamdulillah. Allah maha bijaksana. Saya menjadi semakin berkomitmen untuk menundukkan pandangan. Bahkan saat ini saya biasa menghindar jika melihat wajah cantik wanita yang ada di iklan-iklan atau program TV, apalagi melihat bagian tubuh wanita yang lain seperti paha, bahu, dan perut yang pasti akan sering kita temukan di dunia nyata atau di media-media masa. Saya begitu terrsadarkan bahwa hampir semua orang setiap hari pasti selalu melemparkan panah-panah setan, memandangi bagian tubuh wanita yang haram untuk dilihat, memandangi wanita yang hanya memakai tanktop, celana pendek, dan jenis-jenis pakaian lain yang kesannya kekurangan bahan. Benar-benar merusak jiwa, membuat hati tak khusyuk. Dan kita semua sudah tahu bahwa anak-anak hingga dewasa hampir selalu menikmati itu setiap hari. Na’udzubillah…

Dan keberkahan semakin saya rasakan ketika sore tadi saya mengisi pengajian di SMA 4 Lahat. Saya sampaikan materi tentang menundukkan pandangan kepada siswa binaan saya. Saya ceritakan bagaimana tragadi murid baru di SMP IT bisa mengubah saya, membuat saya begitu merasakan betapa sakitnya hati  jika adik-adik kita atau anak-anak kita diperlakukan dengan tidak sopan, dipandangi dengan nafsu, apalagi sampai dilecehkan secara fisik seperti disentuh-sentuh. Saya akhirnya begitu menyadari apa gunanya menundukkan pandangan, yakni untuk memuliakan saudara muslimah kita, meninggikan izzah atau harga dirinya, dan menjaga kehormatannya.

 Alhamdulillah ada muatan emosional yang besar pada diri binaan saya ketika saya sampaikan materi tersebut dengan menunjukkan kisah tragedi murid baru SMP IT. Saya juga bercerita banyak soal pacaran, tentang bagaimana caranya menikah tanpa harus pacaran, tentang apa itu cinta dan sebagainya . Saya tunjukkan kepada mereka bagaimana siswa-siswa saya yang masih kelas 7 sudah bisa berkomitmen untuk tidak berpacaran sebelum menikah. Ah, saya bangga punya siswa seperti mereka. Ya Allah, istiqomahkanlah mereka. Semoga mereka bisa menjadi teladan bagi remaja-remaja lain.

Pesan untuk Siswa Akhwatku

Tahukah kalian, ketika kalian ingin bertanya sesuatu kepada sir, sir agak menjauh sedikit ketika jarak kalian terlalu dekat dengan sir. Alhamdulillah sir masih punya kesadaran untuk begitu. Belum tentu jika kalian begitu dengan ikhwan lain, dengan guru, senior atau teman ikhwan lain. Maka dari itu, perhatikan bagaimana kalian berinteraksi dengan ikhwan non mahram, entah itu dengan guru, senior, atau teman ikhwan kalian. Jaga jarak. Jaga batasan-batasannya. Perhatikan bagaimana cara kalian duduk. Perhatikan bagaimana cara kalian bicara. Jangan sampai tindak-tanduk kalian membuat orang lain akhirnya berpikir kotor/jorok dan berniat jahat.

Sir ingin ucapkan terimakasih, karena kalian sudah mendidik sir. J Sayang kalian… sayang yang membuat sir terlalu takut jika nantinya kalian merubah keyakinan kalian, kehilangan tekad kalian untuk terus berada di jalan-Nya.

2 pemikiran pada “Terimakasih Siswaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s