Bisa Menjelaskan Anak SD Bisa Bunuh Diri, Hamil, Pacaran, dll ?

anak-sd-ditolak

Cinta Ditolak,Murid SD Mau Bunuh Diri

Tampaknya sekarang ini kita tidak bisa mempercayai dan mengandalkan berbagai penelitian dan pemikiran ahli-ahli psikologi, yang sebelumnya bisa kita andalkan, khususnya, penelitian dan pemikiran tentang psikologi perkembangan. Kita tidak bisa lagi terpaku pada doktrin pengelompokan umur berdasarkan gejala-gejala kejiwaannya seperti di masa lalu.

Kita tidak lagi sanggung untuk mengkriteriakan ciri-ciri khas yang menjadi identitas manusia berdasarkan perkembangan umur seperti di masa lalu. Dan saya tidak sanggup lagi membayangkan jika saat ini kita sudah tidak lagi percaya pada ilmu pengetahuan yang disebut psikologi.

Sebutlah ,misalnya, perkembangan moral anak yang disesuaikan dengan value/nilai seperti yang dipaparkan oleh Drs. H. Abu Ahmadi berikut ini:

  • Umur 1-4 tahun, ukuran baik dan buruk bagi seorang anak ini tergantung dari apa yang dikatakan oleh orangtuanya.
  • Umur 4-8 tahun, ukuran tata nilai bagi seorang anak adalah dari yang lain (realita). Anak belum bisa menafsirkan hal-hal yang tersirat dari sebuah perbuatan, antara perbuatan yang disengaja atau tidak, anak belum mengetahui, yang ia mampu untuk menilai hanyalah kenyataannyya.
  • Umur 8-13 tahun, anak sudah dapat mengenal ukuran baik-buruk secara batin (tak nyata) meskipun terbatas.
  • Umur 13-19 tahun, seorang anak sudah mulai sadar betul tenang tata nilai kesusilaan (value). Anak akan patuh atau melanggar berdasarkan pemahamannya terhadp konsep tata nilai yang diterima.

Generalisasi kriteria moral seperti di atas itu tampaknya sudah tidak lagi memadai, sudah tidak layak lagi untuk dipegang dan dipercayai. Sebagai contoh, bagaimana akan menjelaskan tindakan bunuh diri atau percobaan bunuh diri seorang anak SD di jaman kita sekarang ini, sedangkan orang yang bunuh diri adalah orang yang sadar dengan perbuatannya sehingga menyebabkan dirinya membunuh dirinya sendiri, padahal, kesadaran akan ini – bila merujuk pada perkembangan moral “model” Abu Ahmadi di atas, haruslah “baru terjadi” di usia antara 13 – 19 tahun.

Apabila kita kembali ke lima belas abad silam, bagaimana kita akan menggunakan nalar psikologi perkembangan untuk menjelaskan syahidnya si bocah 9 tahun yang bernama Umair bin Abi Waqash?

Marilah, saya ajak Anda untuk merenungkan kembali tahap-tahap perkembangan moral dan spiritual kita, remaja-remaja kita, orangtua-orangtua kita, dan anak-anak kita. Marilah kita sadari bahwa ketercabikan moral dan spiritual semakin lama semakin terjadi da semakin meluas saja wilayahnya. Marilah saya ajak Anda menyadari bahwa telah terjadi perluasan dan pergeseran ketercabikan moral dan spiritual tersebut – dari orang dewasa menuju anak-anak.

(Muhammad Muhyidin dalam buku “Selamatkan Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s