Ada Apa dengan Remaja Kita? (Untuk Kita Orangtua & Calon Orangtua)

Membangun Keluarga Islami

Apa yang kita dengar dan lihat bisa membentuk suatu persepsi di dalam pikiran kita yang pada akhirnya membuat kita terbiasa dengan apa yang ia lihat dan dengar tersebut. Kebiasaan yang kita lakukan muncul dari persepsi-persepsi yang ada di pikiran kita. Kebiasaan yang juga dilakukan oleh banyak orang ini akhirnya menciptakan sebuah budaya, contohnya budaya suap agar bisa menjadi polisi. Orang-orang melihat ini suatu hal yang wajar. Ini sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh tidak hanya segelintir orang tapi kebanyakan orang sehingga ia menjadi sebuah budaya.

Contoh lain yang bisa kita lihat di sekitar kita adalah adanya fenomena remaja Muslimah yang terbiasa memakai “celana bayi”, yang ketat dan pendek seperti celana renang ketika keluar rumah. Mereka tampaknya tidak merasa malu melakukan hal itu karena mereka berpikir hal itu adalah wajar dan biasa saja. Mereka merasa biasa saja karena memang mereka melihat banyak orang melakukan hal tersebut. Jadi, keluar rumah atau jalan-jalan memakai “celana bayi” sudah menjadi sebuah budaya. (Saya yang berkelamin laki-laki saja  malu keluar rumah pake celana begituan).

Menarik sekali jika kita berkunjung ke sebuah pusat perbelanjaan atau mall. Kita yang dibesarkan dalam lingkungan yang masih kental dengan budaya ketimuran dan nilai-nilai Islam akan menemukan banyak fenomena yang membuat kepala kita geleng-geleng, miris. Mungkin bagi mereka itu biasa saja, namun bagi kita yang alhamdulillah masih paham dengan budaya ketimuran yang Islami akan terketuk hatinya dan berpikir bahwa benar saat ini adalah masa akhir zaman. Zina terang-terangan sudah menjadi hal yang biasa. Silakan perhatikan jika Anda berkunjung ke mall. Sudah menjadi pemandangan yang biasa remaja-remaja dengan penampilan yang tidak Islami, celana pendek di atas paha, berbaju tipis dan ketat, berpegangan tangan dengan pacarnya.

Seperti yang saya katakan di atas, apa yang kita lihat dan dengar menjadi alat efektif untuk mengubah persepsi, kebiasaan, dan budaya yang kita anut. Remaja-remaja kita saat ini akan dengan mudah mengakses film atau video clip lagu dari negara-negara barat (Amerika dan Eropa) yang menampilkan budaya yang jauh dari nilai-nilai Islam. Saya juga penikmat film dan musik. Saya memahami benar bagaimana budaya remaja negara-negara barat yang sering ditampilkan dalam film-film dan video clip lagu produksi mereka. Lebih mirisnya lagi, kekhawatiran kita tidak hanya datang dari film-film barat, tapi juga film produksi dalam negeri. Tahu Raam Punjabi? Ia seorang produser yang cukup terkenal di Indonesia. Film-film yang ia produksi kebanyakan tidak mendidik dan justru membuat remaja kita jauh dari nilai-nilai Islam. Sebut saja contohnya Kawin Kontrak, Buruan Cium Gue, MBA (Married by Accident). Saya yakin dampak negatif tontonan seperti itu sangat besar bagi kepribadian atau karakter remaja.

Meskipun fenomena ini sudah sangat sulit dibendung, kita masih punya solusi agar remaja kita terlindungi dari budaya yang merusak, termasuk dampak negatif dari film-film sampah tersebut. Solusi yang dapat saya berikan tentang ini adalah:

  • Sebisa mungkin jauhkan anak dari lingkungan yang tidak mendidik yang memungkinkan ia banyak berinteraksi dengan orang-orang yang bisa membuatnya terjerumus ke dalam budaya yang merusak dan menyesatkan.
  • Ciptakan peraturan yang mendidik untuk anak-anak Anda tentang penggunaan teknologi seperti internet dan televisi.
  • Masukkan anak kita ke sekolah atau komunitas anak-anak shaleh.
  • Didik sendiri anak kita di rumah agar ia mempunyai akhlak yang Islami. Berikan teladan yang baik untuk anak-anak kita.

Terakhir, saya ingin mengutip sebuah ungkapan yang berbunyi:

Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir ke Neraka. Selangkah seorang isteri keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga suaminya itu hampir ke Neraka.

Semoga anak-anak kita terlindung dari kejamnya pemikiran dan budaya-budaya yang merusak.Aamiin

3 pemikiran pada “Ada Apa dengan Remaja Kita? (Untuk Kita Orangtua & Calon Orangtua)

  1. Nice.
    Itulah pentingnya mensolehkan diri dan lingkungan. Semoga Allah memampukan dan menjaga kita dari segala hal yg akan menjauhkan kita dari Nya. Aamiin Yaa Rabb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s