DISIPLIN HARUS BERSUMBER DARI RASA CINTA, BUKAN DARI RASA TAKUT

“Disiplin dari kekuatan takut akan menjadikan diri budak yang tidak pernah merdeka di sepanjang hidupnya. Tetapi, disiplin dari kekuatan cinta akan menjadikan diri Raja yang selalu memimpin hidupnya dengan bebas dan merdeka.” ~ Djajendra 

Disiplin adalah bagian terpenting dari proses hidup untuk menuju pencapaian terbaik. Tanpa disiplin tidak akan ada hasil yang lebih baik, tanpa disiplin tidak akan ada kemajuan, dan tanpa disiplin kualitas hidup akan terus merosot ke titik terendah. Disiplin terbaik bersumber dari instruksi diri sejati untuk mematuhi setiap aturan dan proses dengan sepenuh hati.

Disiplin selalu akan hadir dari beragam alasan: alasan karena rasa takut, alasan karena cinta, alasan karena terpaksa, alasan karena merasa harus. Praktik disiplin terbaik akan hadir dari perasaan cinta terhadap apa-apa yang harus dilakukan untuk kebaikan dan pencapaian.

Disiplin dari perasaan cinta, biasanya muncul dari kesadaran diri, untuk membantu hidup diri sendiri dan hidup orang-orang di sekitar dengan tulus dan sepenuh hati.

Disiplin yang bersumber dari perasaan cinta akan menjadi guru yang membimbing dan membantu diri untuk mencapai sesuatu yang lebih besar. Biasanya, pencapaian prestasi dan kinerja di semua dimensi kehidupan yang diinginkan oleh diri. Dalam hal ini, diri akan sadar untuk menanam benih-benih cinta atau rasa suka, atas segala sesuatu yang ingin dilakukan di dalam sebuah rutinitas yang sifatnya seumur hidup.

Sangat banyak orang yang menghabiskan hidupnya dengan disiplin yang bersumber dari rasa takut. Walaupun pola hidup sudah terorganisir dengan sempurna, tetapi setiap langkah disiplin dilakukan karena takut oleh sesuatu, sehingga kehidupan batin orang tersebut menjadi tertekan, dan mudah merasa bosan dengan praktik disiplinnya.

Contoh disiplin yang bersumber dari rasa takut: orang-orang yang takut berat badannya naik, sehingga merasa harus untuk berolahraga dan menjaga jumlah kalori yang dimakan; orang-orang yang takut dihukum atau didenda, sehingga merasa terpaksa untuk mematuhinya; orang-orang yang takut dimarahi perusahaan atau atasan, sehingga merasa terpaksa hadir dan pulang tepat waktu. Sangat banyak contoh tentang disiplin yang muncul dari kekuatan rasa takut. Padahal, setiap kebaikan dari rasa takut berpotensi membuat kehidupan diri tidak damai dan bahagia. Hanya di dalam kekuatan cinta; setiap kebaikan itu akan memberikan kebahagiaan, kedamaian, dan keindahan untuk diri.

Disiplin yang bersumber dari kekuatan cinta tidak akan mengambil kemerdekaan dan kebahagiaan diri. Tetapi, disiplin yang bersumber dari kekuatan rasa takut akan membuat diri kehilangan kebebasannya, dan selalu merasa tertekan hidupnya oleh rutinitas yang wajib dilakukan.

Energi cinta adalah sahabat yang akan membantu diri sendiri untuk menjalani rutinitas hidupnya dengan penuh disiplin. Jadi, hilangkan rasa takut, dan mulailah dengan rasa cinta. Bila hati nurani Anda tidak mampu memberikan cinta untuk hal-hal yang Anda lakukan, maka belajarlah untuk mencerdaskan hati nurani dengan pencerahan dan kesadaran. Tetapi, bila hati nurani tetap tidak bisa menerimanya dengan sepenuh hati atas praktik dan rutinitas yang Anda lakukan, maka lakukan perubahan untuk mendapatkan hal-hal yang selaras dengan logika berpikir dari hati nurani Anda.

Ketika hati nurani menolak atas apa-apa yang sedang Anda lakukan, maka semua energi Anda hanya sedang menanam benih-benih ketakutan di dalam diri Anda. Tetapi, ketika hati nurani menerima dan sangat menikmati apa-apa yang Anda lakukan, maka semua energi Anda sedang menanam benih-benih cinta untuk membahagiakan hidup Anda.

Disiplin haruslah muncul dari dalam diri yang sadar untuk melakukan sesuatu, karena merasa sangat menyukai dan mencintai hal-hal yang dilakukan tersebut. Dorongan oleh keinginan dan cinta dalam balutan perasaan gembira atas hal-hal yang dilakukan, akan menjadikan diri selalu bahagia bersama disiplinnya.

Full copas dari http://djajendra-motivator.com/?p=8156

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s