Aku Cinta Anak-Anak, Tapi…

Anak, Perhiasan Dunia

Anak, Perhiasan Dunia

Saya suka anak-anak dan saya pikir semua orang juga suka anak-anak, termasuk Anda. Memeluk, mencubit, mencium, dan bermain-main dengannya adalah sebuah kesenangan atau kenikmatan yang tiada tara. Apalagi jika anak itu anak kita sendiri. Rasanya kekayaan sebanyak apa pun tidak jauh lebih bernilai daripada anak kita. Sungguh berharga anak-anak kita sampai-sampai Allah berfirman dalam Al Qur’an:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita dan anak-anak.” (Ali ‘Imran: 14)

Laiknya wanita dan harta, anak-anak ternyata bisa melalaikan manusia dari mengingat Allah. Dalam Al Qur’an surat Al-Munaafiqun ayat 9 Allah berfirman “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” Ini jadi peringatan dan pentunjuk Allah buat kita agar anak-anak yang kita cintai tidak membuat kita justru jauh dari-Nya, lalai terhadap amanah dakwah, melakukan maksiat, dan sebagainya.

Kisah Hasan Albanna (pendiri Ikhwanul Muslimin) tentang ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita. Dikutip dari hasanalbanna.com, dikisahkan:

Pada suatu ketika, ketika Hasan Al Banna akan keluar rumah, anaknya, Saiful Islam, menderita sakit keras dan hampir mendekati kematiannya. Maka istrinya bilang, “Jika kau tinggal bersama kami dan duduk di dekat anakmu yang sakit, tentu kami akan merasa tenang.”

Ia menjawab sambil menenteng tasnya, “Jika Allah menganugerahi kesembuhan kepada anakku, maka bagi Allahlah segala puji dan karunia itu. Dan jika Allah menakdirkan untuk mati, maka sesungguhnya kakeknya lebih mengetahui jalan menuju kubur.”

Kemudian ia keluar sambil membacakan firman Allah: “Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika bapak-bapak kamu, dan anak-anak kamu, dan saudara-saudara kamu, dan isteri- isteri (atau suami-suami) kamu, dan kaum keluarga kamu, dan harta benda yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu bimbang akan merosot, dan rumah- rumah tempat tinggal yang kamu sukai, – (jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad untuk ugamaNya, maka tunggulah sehinggga Allah mendatangkan keputusanNya (azab siksaNya) karana Allah tidak akan memberi pertunjuk kepada orang-orang yang fasik (durhaka). (QS. At Taubah: 24)

Luar biasa bukan kecintaan Hasan Albanna kepada Allah dan Rasul-Nya? Ya Allah, bimbing kami, berikan kami kekuatan iman agar kami bisa lebih mencintai-Mu dari pada anak-anak yang juga kami cintai.Aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s