Apakah Anda Orang yang Picik? Baca Ini!

Jangan Jadi Orang Picik

Picik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti memiliki pandangan, pengetahuan, atau pikiran yang sempit. Sedangkan kata kolot memiliki makna  tidak modern, kuno, atau tua. Kedua hal ini biasanya memiliki penyebab yang sama, yakni kurang belajar atau kurang menggali informasi-informasi baru (up to date).  Kolot sendiri biasanya diidentikkan dengan orang tua. Karena orang tua cenderung lebih jarang membaca atau belajar informasi terbaru dibandingkan dengan anak muda. Misalnya saja masalah jodoh, sekarang anak muda sudah paham bahwa untuk mencari pasangan hidup tidak perlu dijodohkan oleh orang tua.  Mereka para anak muda menganggap kolot orang tua yang berpikiran bahwa orang tua harus ambil bagian dalam menentukan pasangan hidup anaknya.

Ternyata baik kekolotan ataupun kepicikan tidak hanya sering dialami oleh para orang tua. Semua orang termasuk pemuda pun ternyata punya kemungkinan besar untuk terjangkit “penyakit” ini. Saya sendiri mungkin tanpa sadar untuk beberapa hal mungkin bisa dikatakan kolot dan picik. Itulah kenapa, agar terhindar dari “penyakit” ini, saya harus membuka pikiran saya atas segala ide-ide atau pandangan-pandangan yang berbeda dari pandangan saya sebelumnya (open-minded), bukan malah bersikap reaksional, langsung menganggap bahwa sebuah informasi atau pandangan baru itu “sesat”, “salah”, “berbahaya”, dan sebagainya sebelum saya menggali lebih dalam mengenai informasi tersebut.

Nah, saya ingin mendaftar pandangan-pandangan atau pendapat-pendapat yang menurut saya merupakan pandangan yang kolot dan picik. Harapan saya setelah membaca ini, pembaca yang merasa masih berpandangan seperti yang saya akan saya tuliskan di bawah ini mencari tahu sendiri kenapa pandangan tersebut dikategorikan sebagai pandangan yang kolot dan picik.

  • Menikah harus diawali dengan proses pacaran.
  • Menikah tanpa pacaran itu ibarat membeli kucing dalam karung.
  • Jangan menikah kalau belum mapan secara finansial.
  • Lebih baik tidak berjilbab daripada berjilbab tapi akhlak kurang baik.
  • Tidak boleh fanatis terhadap agama yang kita anut.
  • Kenapa harus menjadi pedagang kalau bisa menjadi pegawai.
  • Kenapa harus berdagang kalau orangtua masih bisa kasih uang jajan.
  • Sekolah tinggi-tinggi menghabiskan uang saja.
  • Bodoh sekali orang yang mau jadi karyawan.
  • Bukan politik atau bukan partai politik kalau tidak berbuat curang.
  • Tidak ada politisi yang tidak berbuat curang.
  • Ulama jangan berpolitik.
  • Sabar itu ada batasnya.
  • Orang yang menampakkan kebaikan seperti sedekah adalah riya’.
  • Tidak semua siswa cerdas.
  • Menampar anak didik yang sudah terlalu kurang ajar adalah wajar.
  • Mendebat guru adalah perbuatan tercela.

Hmm…apa lagi ya? Ayo tambahkan kalau ada!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s