Ciri-Ciri Guru Hebat

The Ron Clark Story

Semalam saya baru saja mengkhatamkan film The Ron Clark Story, sebuah film yang bercerita tentangan pengalaman nyata seorang guru yang berhasil membuat siswa-siswanya yang awalnya bermasalah menjadi berprestasi. Film ini sungguh luar biasa. Ini menjadi pelengkap contoh guru hebat yang pernah saya tonton kisahnya. Sebelum ini saya sudah menyaksikan beberapa film bertemakan pendidikan yang sangat inspiratif seperti Freedom Writer, Taare Zamin Paar, Three Idiot, Coach Carter, Great Teacher Onizuka dan Music of the Heart. Bagi Anda yang belum pernah menyaksikannya, saya sarankan Anda segera memburunya.

Saya ingin menyimpulkan sikap-sikap penting guru yang harus kita teladani berdasarkan pengamatan saya dari guru luar biasa yang ada di film-film tersebut. Semoga ini bisa menjadi pelajaran luar biasa bagi pembaca yang notabene seorang guru atau calon seorang guru. Inilah dia:

  • Mengunjungi orangtua siswa

Ketika ada siswa yang bermasalah, sulit diatur, tidak mau mendengarkan penjelasan guru dan suka mengacau, guru kebanyakan biasanya tidak terlalu ambil pusing. Seringkali guru berpikir bahwa tugas mereka hanyalah di kelas. Guru seringkali hanya membiarkan satu atau beberapa siswa yang tertinggal dan abai terhadap permasalahannya, yang penting siswa yang lain bisa belajar dengan tenang. Baik jika siswa bermasalah dalam sekelas cuma sedikit. Jika hampir semua bermasalah, seperti yang ditunjukkan di film-film pendidikan, maka yang sering terjadi adalah guru menyerah dan merasa lebih baik mengajar di kelas siswa-siswa yang mudah diatur saja sedangkan kelas yang isinya banyak siswa bermasalah tidak diacuhkannya sama sekali, bersikap masa bodoh, dan yang lebih parah lagi guru sering mengumbar aib dan mencela siswa-siswa tersebut di depan guru-guru lain. Berbeda dengan guru-guru hebat, mereka tidak menyerah dan terus berpikir bagaimana caranya agar mampu mengatasi permasalahan siswanya. Mereka tidak segan mengunjungi rumah siswa untuk bersilaturahim dengan orangtuanya, mencari tahu inti permasalahan siswa dan meminta dukungan orangtua siswa.

  • Pantang menyerah

Ketika guru mengajar di kelas bermasalah, sangat wajar dan manusiawi jika di awal kita merasa frustasi. Namun, jangan sampai guru merasa putus asa dan langsung memutuskan untuk berhenti mengajar kelas tersebut. Kebanyakan siswa bermasalah merasa senang jika mereka bisa membuat gurunya “kalah”. Apalagi untuk guru-guru muda atau guru pemula, jangankan siswa-siswa bermasalah, siswa yang sebenarnya mudah diatur biasanya juga akan menguji ”ketahanan” gurunya dalam mengajar mereka.

  • Konsisten dan Tegas dalam Menjalankan Peraturan Kelas

Peraturan kelas sangat penting dibuat dan disepakati di awal kelas. Belajarlah untuk bersikap tegas. Ini pertaruhan seorang guru. Jika sering tidak tegas soal peraturan, maka siswa akan merasa menang dan menguasai kelas. Ini biasanya akan sangat sulit dilakukan oleh guru-guru pendiam. Saya juga termasuk guru pendiam, namun saya berusaha dengan keras untuk bersikap tegas. Belajarlah marah. Belajarlah menunjukkan ketidaksukaan Anda atas sikap siswa yang tidak baik. Ketegasan yang dikombinasikan dengan penghargaan yang tulus atas kepatuhan atau kelebihan siswa akan membuat siswa hormat, bukan pura-pura hormat. Guru juga jangan cuma bisa tegas dan sering marah sedangkan memberi pujian dan penghargaan saja sangat sulit. Jadikan tegas dan bersahabat sebagai motto kita sebagai guru.

  • Kreatif

Kreatif adalah harga mati bagi seorang guru hebat. Jangan puas dengan metode atau teknik pembelajaran yang ada di buku-buku teks pendidikan. Think out of the box. Berimajinasilah untuk menciptakan gaya atau teknik pembelajaran Anda sendiri. Jangan takut dibilang aneh. Jangan takut diremehkan oleh guru-guru lain bahkan oleh kepala sekolah (red: bagian yang ini adalah bagian tersulit. Memang akan sangat menyusahkan jika kita harus berdebat dengan kepala sekolah tentang nilai-nilai pedidikan yang kita pahami. Sebaiknya memang kita harus mencari jalan agar tidak perlu ada perdebatan dan ide Anda mengajar bisa berjalan dengan baik).

  • Memberi lebih

Banyak guru yang perhitungan soal perhatian terhadap siswa. Ia hanya menjalankan tugas yang hanya diprogramkan oleh sekolah, selebihnya “no way”. Apalagi kalau guru ini digaji sedikit. Maka sikap memberinya terhadap siswa sengaja tidak dioptimalkan, misalnya dengan tidak mengajar tapi cukup memberi tugas saja. Jangankan memberi lebih, masuk kelas saja terkadang dilambat-lambatkan, tidak disiplin. Guru hebat tidak seperti itu. Guru hebat adalah mereka yang ikhlas menyediakan waktunya untuk membantu siswa meskipun itu di luar kelas atau di luar sekolah, bahkan ia akan menawarkan sendiri jika merasa ada siswa yang butuh pengajaran atau perhatian lebih.

  • Religius

Sebenarnya ini tidak saya dapatkan di film yang saya tonton. Namun, ini perlu saya tambahkan karena sikap religius penting dimiliki oleh guru hebat. Hal ini penting karena guru adalah teladan tidak hanya di sekolah tapi juga di luar sekolah. Sebagai seorang guru kita boleh jadi bersahabat dan menyenangkan, tapi itu saja tidak cukup. Jika sikap dan perilaku kita tidak mendidik maka itu juga akan merusak siswa.

Bagaimana, siapkah Anda menjadi guru hebat dengan ciri-ciri seperti yang saya sebutkan di atas? Harus siap!!!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s