Pekerjaan Sepele, Niat Luar Biasa

Saya melihat ke dalam diri saya sendiri dan bertanya “kenapa dalam melakukan suatu amalan yang sepele dan membosankan, saya sepertinya kurang begitu bersemangat.” Pemikiran dangkal saya berpikir “apa iya pekerjaan ini bisa mengubah Indonesia jadi lebih baik, terlebih untuk saya, kenapa saya merasa tidak mendapatkan apa-apa dengan melakukan pekerjaan ini?”. saya seringkali tergoda untuk menjalani hidup demi kesenangan sendiri, bersantai di rumah sendiri, bersama keluarga, bersama kawan-kawan dan menolak melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tampaknya sepele seperti mengadakan pengajian kecil yang seringkali jumlah pesertanya sangat sedikit dan membosankan atau menjalankan sebuah komunitas atau organisasi yang jumlah anggotanya menyedihkan dan seperti tak memiliki harapan. Ini masalah bagi saya. Pemikiran seperti ini adalah salah besar.

Lalu saya amati orang-orang di sekitar saya. Mereka dengan pengetahuan dan kemampuan retorika yang boleh jadi tidak lebih baik dari saya bersemangat sekali melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil itu. Mereka dengan penuh optimis dan percaya diri bahwa dengan pekerjaan kecil yang mereka lakukan, insya Allah dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik. Hebat sekali mereka. Ini mungkin yang membedakan orang biasa seperti saya dengan mereka yang begitu semangat melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil dengan tujuan memperbaiki keadaan negeri. Saya tentu harus belajar dari mereka.

Coba lihat apa yang mereka lakukan, yang katanya dengan itu insya Allah Indonesia bisa menjadi lebih baik. Harapan itu masih ada kata mereka. Mereka mengadakan bedah buku setiap Minggu. Peserta yang hadir seringkali cuma sedikit, bahkan pernah tidak ada peserta yang datang. Lalu bagaimana? Ternyata bedah buku itu tetap dijalankan. Hanya ada pembicara dan panitia. Merekalah pesertanya. Ada lagi mereka yang suka membagi-bagikan buku untuk anak-anak di daerah terpencil. Saya tak paham bagaimana caranya hanya dengan itu Indonesia bisa menjadi negara yang maju. Saya tak bisa menjelaskannya dengan baik. Tapi yang saya tahu mereka para sukarelawan begitu bersemangat melakukan aksinya. Tidak hanya itu. Banyak lagi hal-hal kecil yang mereka kerjakan yang seringkali dianggap remeh banyak orang.

Ternyata setelah ditelusuri, yang membuat mereka begitu semangat adalah karena mereka hanya paham bahwa “mereka akan mendapatkan apa yang mereka niatkan”. Mereka tak peduli bagaimana tanggapan orang. Mereka tak peduli bagaimana hasil akhir pekerjaan mereka. Niat mereka besar, meskipun apa yang dikerjakan mereka tampak sepele. Mungkin saja itu karena mereka begitu memahami dan menghayati kisah orang-orang besar seperti Nabi Muhammad SAW, Hasan Al Banna, Mohammad Yunus, dan Bunda Teresa yang dengan pekerjaan-pekerjaan mereka yang tampaknya kecil dan tak berguna ternyata mampu  memperbaiki bahkan mengubah kondisi masyarakat yang buruk menjadi jauh lebih baik. Mereka begitu menginspirasi sehingga orang lain juga tergerak untuk melakukan kebaikan yang sama.

Saya pikir, saya juga harus seperti mereka..! Bagaimana dengan Anda?

2 pemikiran pada “Pekerjaan Sepele, Niat Luar Biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s