Kejamnye! (Nasib Pembeli Malang)

Warung Pecel Lele

Well, kali ini saya mau curhat. Gilak! Dua hari kemarin (10 dan 11 Feb 2014) saya dibuat speechless karena harga produk  yang saya beli jauh di luar estimasi saya. Saya saat ini masih belum tahu apa maksud mereka (para penjual tersebut) menjual barang dengan harga segitu. Apakah memang standar harga di sini begitu (gak deh kayaknya!). Let’s see my problem.

LATAR BELAKANG

Jadi bro, saya saat ini tinggal di Pontianak untuk sementara. Saya di sini mengajar di kursus bahasa Inggris Sang Bintang School sekaligus juga ditraining. Dua hari ini belakangan, saya malam harinya makan di luar. Soal makan saya cenderung susah untuk menurunkan standar makan saya. Saya lihat orang-orang bisa makan nasi dengan lauk apa saja, tetapi tidak dengan saya. Meskipun saya bisa menahan untuk tidak makan di luar, saya biasanya sekali-kali makan di luar. Itu sudah jadi semacam hobi, bukan cuma sekedar mengisi perut agar tidak lapar. Saya benar-benar pemilih soal makan. Harga dan rasa jadi pertimbangan. Standar saya sekarang, sekali makan di bawah 15ribu lah. Saya kurang suka nasi semacam nasi padang (tapi kalo dikasih saya makan juga..hehe). Rasanya saya lebih baik makan nasi campur telor plus sarden instan daripada makan nasi padang. Itulah kenapa kalo makan di luar saya tentu memilih makanan yang simpel-simpel aja semisal nasi telor plus capcai, kwetiau, pecel lele, nasi plus cumi mentega, ayam bakar, nasi soto dan sebagainya.

SPEECHLESS TAHU HARGANYA SEGITU

Ketika di Pontianak saya banyak mengamati tempat-tempat makan enak yang harganya bisa dibilang pas. Contohnya saja Ayam Bakar Wong Solo yang franchise. Harganya Rp16.000 sudah termasuk nasi dan tentunya lalapan dan sambal. Ada lagi bebek slamet. Harga paket ayam goreng ekonomisnya cuma Rp13.000. Itu sudah termasuk nasi, lalapan, sambel dan es teh. Mantap kan? Ada satu lagi saya lupa namanya. Paket ayam bakar sudah termasuk nasi, lalapan dan teh kotak harga Rp16.000.

Nah, malam itu (10 Feb 2014) saya makan di ayam goreng (yang juga menjual pecel lele, nasi goreng, dll. tahu kan?). Saya langsung duduk aja karena saya pikir palingan harga ayam goreng plus nasi dan lalapan cuma dibawah Rp15.000. Soalnya sebelumnya saya pernah makan di tempat lain yang serupa harganya cuma Rp13.000 kalau saya tidak salah ingat, jadi saya yakin aja. Tapi ternyata ketika selesai makan dan nanya berapa harga semuanya. Penjualnya bilang, “18ribu, mas!” Aih, gilak orang nih. Ayam goreng kecil gitu aja, rasa standar pula harganya Rp18.000. Kejam! Well, sudah nasib saya memang.

Besoknya, saya makan sama salah satu siswa Sang Bintang School (cowok ya bukan cewek.hehe). Kami keliling Pontianak cuma buat cari makan. Ya itung-itung jalan-jalan. Saat itu memang sudah malam, jam 11-an. Jadi banyak toko atau warung makanan yang sudah tutup. Akhirnya kami berhenti di sebuah warung pinggir jalan yang tampaknya “profesional”. “Enak nih kayaknya”, pikir saya. Ada lembar daftar menunya juga. Tapi gak dikasih tahu harga makanan-makanannya. Kami tanya berapa ayam bakar eh mbaknya bilang “belasan..!” Ceilah, mbak. Saya pilih ayam bakar dan minumnya saya pilih air putih (aja) yang akhirnya saya tahu kalo air putih itu aqua gelas (gak ada minum gratis, broh!).

Singkat kata kami selesai dan ke kasir. Jadi harga ayam bakar (tanpa nasi) Rp14.000, terus nasinya Rp3.000, dan aqua gelas harganya…? Ayo tebak berapa? Rp3.000, broh! Edan..edan! *ngelus dada Saya semakin kecewa karena ayam bakarnya juga gak dibakar sampai matang benar. Masih ada merah-merah dagingnya.

Janganlah kayak gitu kalo kita jadi penjual. Harganya mencekik leher! Bikin nyesek. Meskipun saya punya gaji 10juta/bulan pun, kemungkinan besar saya tetap gak terima harganya segitu. Harganya sok-sok’an banget, kualitasnya gitu lagi. Yaudahlah..Lain kali makan di tempat yang pasti-pasti harganya dan pasti juga rasa dan pelayanannya.

Ini namanya penganiayaan ringan kalo kata teman saya Harvey!

Hidup mahasiswa!hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s