Kisah Mesum di Lhokseumawe (Susahnya Punya Adik Perempuan)

Mesum

Mesum Berjamaah

“Pernah terjadi di Lhokseumawe, saya tak tahu kapan dan tepatnya di mana. Di sebuah pantai di Lhokseumawe ada sepasang kekasih yang berdua-duan mandi di pantai. Mereka jauh ke tengah agar tidak keliatan orang. Mereka bercumbu. Saking nafsunya, si cowok mengigit puting si cewek sampai berdarah dan pingsan. Karena takut, si cowok meninggalkannya begitu saja. Sayangnya, ia ketahuan oleh warga sekitar. Dihajar jadi kelanjutan kisahnya. Sementara si cewek yangg ditinggal tadi katanya sudah jauh ke tengah. Tak ditemukan.”

Kisah di atas saya dapatkan dari seorang teman di Lhokseumawe ketika duduk-duduk di pinggir pantai. Entah itu benar atau tidak. Tapi itu tidak terlalu penting bagi saya. Saat itu kami berbincang-bincang tentang susahnya kalo punya adik perempuan atau punya anak perempuan. Selain kisah di atas ia juga bercerita tentang pengalamannya dalam menjaga adik perempuannya di Medan. Saat ini memang teman saya ini sedang kuliah di Lhokseumawe. “Susah bang, adik saya yang satu watak dan pergaulannya sungguh mengkhawatirkan saya,” ujarnya.

“Pernah saya pergoki dia waktu pegang-pegangan tangan dengan seorang cowok di satu tempat. Waktu itu mereka memang lagi nongkrong rame-rame. Saya marahin tuh cowok. Ia juga sering pulang malam. Khawatir saya, bang kalo saya tinggal. Orangtua saya agak permisif. Terlalu memanjakan.” ia melanjutkan ceritanya.

Memang betul mengkhawatirkan jika kita punya adik atau anak perempuan di jaman sekarang ini, di saat budaya merusak yang jauh dari nilai Islam dengan mudah masuk ke dalam pikiran-pikiran adik-adik dan anak-anak kita. Filter mereka pun tak begitu kuat. Apalagi mereka masih anak-anak dan remaja. Kita sebagai orangtua, guru atau kakak dipaksa bertarung dengan pesan negatif dari program di TV, internet, lagu, dan film untuk membuktikan pesan siapa yang lebih banyak berpengaruh kepada karakter adik-adik dan anak-anak kita.

Sungguh mengkhawatirkan dan mengerikan. Berat rasanya melepas anak-anak dan adik-adik kita bergaul bebas. Saya bisa bilang begini karena saya adalah laki-laki yang juga sedikit banyak bergaul dengan banyak tipe laki-laki. Saya tahu benar bagaimana “otak” laki-laki.  Saya juga pernah muda dan saya sedikit banyak tahu cerita-cerita mesum yang memang saya pernah dengar dari kisah mereka yang masih muda.

Saya pikir memang bukan laki-laki saja yang salah jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada seorang perempuan. Tapi juga salah perempuannya. Kedua belah pihak harus sama-sama menghindari. Jangan sampai ada kata “Loe jual, gue beli!” atau “Kami sama-sama suka, kok! dari seorang lelaki sebagai pembenarannya melakukan tindakan asusila terhadap perempuan.

Saya ingin berpesan kepada saudara-saudara saya yang berkelamin perempuan, kaum hawa. Jaga diri kalian. Jaga kehormatan kalian. Jika memang kalian mampu, jangan sampai tubuh kalian disentuh-sentuh oleh laki-laki yang belum menjadi mahram kalian. Kalian bukan mangga di pinggir jalan yang diperjualbelikan, dipegang-pegang dan akhirnya busuk. Kalian makhluk istimewa, terhormat. Kalian bukan saja mulia seperti emas. Kalian bukan saja manis dan terjaga seperti mangga di supermarket. Kalian tentu lebih dari itu. Kalian adalah bidadari suci di dunia, hanya diperuntukkan bagi mereka yang tahu bagaimana menjaga kehormatan perempuan.

Ingat bahwa secara umum orang baik tentu akan mencari pasangan yang baik pula. Apalagi ini perintah bagi setiap Muslim bahwa kita harus mencari pasangan yang setidaknya akhlaknya baik seperti kita. Di dalam Qur’an Surat Annur ayat ke 26 disebutkan:

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).

Dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi ada laki-laki yang baik mendapat istri yang keji, begitu pula sebaliknya. Maka sebagaimana dikatakan Oktarian Zaiz dalam tulisannya “Benarkah Pasangan yang Baik Hanya Untuk yang Baik?” bahwa inti sebenarnya dari ayat tersebut adalah sebuah perintah untuk mencari pasangan yang baik guna menciptakan kondisi keluarga yang baik pula. Kalau tidak, maka kondisi terbalik malah yang akan terjadi.

Saya pribadi tentunya akan mencari pasangan yang satu pemikiran dengan saya, baik akhlaknya, dan mampu menjaga kehormatannya. Maka dari itu, kalau mau pasangan yang baik, maka perbaiki diri kalian, jaga kehormatan kalian. Bukan karena dengan begitu saya akan menikahi kalian tapi karena kalian akan mendapatkan lelaki yang jauh lebih tampan dan baik daipada saya.insya Allah.. haha😀 Maaf jika membuat mual.  Semoga bermanfaat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s