Christopher McCandles: Uang Bikin Was-was

Christopher McCandless

Christopher McCandless

Siapa yang tidak butuh uang? Kayaknya gak ada. Tapi kalau pun ada mungkin jumlahnya sedikit. Saya butuh uang. Kamu butuh uang. Alasannya simpel. Tanpa uang kita bisa apa untuk hidup di zaman yang seperti ini? Saya yakin banyak yang berpendapat bahwa hidup tanpa uang akan menyusahkan, kecuali kalau kita hidup di zaman batu.

Meskipun begitu, uang bukanlah segala-galanya. Ia memang dibutuhkan tapi bukanlah hal yang patut kita dewa-dewakan. Tidak semua hal bisa dibeli dengan uang. Apalagi yang namanya ketenangan dan kebahagiaan hidup. Itu tidak bisa kita beli dengan uang. Setidaknya, itu dibuktikan dari kisah Christopher McCandless yang diabadikan dalam sebuah film berjudul “Into The Wild”. Tentang Christopher bisa buka link ini à http://www.christophermccandless.info/

McCandless hidup di tengah keluarga dengan ekonomi yang berkecukupan. Namun karena kemuakannya terhadap perilaku orangtuanya dan juga kehidupan akademis yang menurutnya konyol membuat ia memutuskan untuk berjalan sendiri di alam bebas tanpa uang. Ketika ingin dibelikan mobil baru sebagai hadiah kelulusannya dari universitas pun ia tolak mentah-mentah. Ia membakar uangnya yang ada ketika memulai perjalanannya. “Uang dapat membuat kita was-was.”, ujarnya. “Perjalananku menjadi tidak terlalu seru ketika ada uang,” ujarnya lagi ketika ia mendapatkan uang dari upah kerjanya di satu tempat yang ia singgahi. Ia ingin pergi ke Alaska yang terkenal dengan alamnya yang liar dan membutuhkan uang untuk membeli sedikit perbekalan.

Yang bisa saya simpulkan dari kisah Chris adalah bahwa memang uang bukanlah segala-galanya. Yang kita butuhkan adalah kebahagiaan dan ketenangan hidup. Dan untuk menggapai itu, belumlah tentu membutuhkan uang yang banyak. Jika kita bandingkan dua orang. Orang yang satu punya kekayaan 2 miliar dan orang yang lainnya punya uang yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Maka tidak bisa kita katakan orang yang pertama pasti jauh lebih bahagia dan lebih tenang hidupnya dari orang kedua. Boleh jadi malah orang pertama hidupnya sangat tersiksa, bahkan menginginkan mati. Banyak contoh orang dengan kekayaan berlimpah yang hidupnya tersiksa dan akhirnya mati bunuh diri. Jadi, renungkanlah ini baik-baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s