Orang Baik yang Jahat

Orang BaikApakah Anda orang baik? Tak perlu dijawab sekarang. Saya ingin berpendapat soal ini. Di dunia ini sungguh banyak orang baik yang jahat. Semoga saja saya tidak termasuk di dalamnya. Kalaupun ada indikasi saya termasuk orang yang seperti itu, maka saya mau berusaha menghilangkannya. Saya ingin benar-benar menjadi orang baik.

Yang pertama, saya ambil contoh guru. Kita semua tahu bahwa hampir semua guru (jika tidak boleh menyebut semua guru) pasti berharap siswanya menjadi pintar. Tak bisa dibayangkan bukan jika ada guru yang menginginkan siswanya menjadi bodoh? Mereka adalah orang-orang baik. Setidaknya begitu yang kita tahu. Hingga sampai saat ini pun guru-guru yang pernah berlaku “tidak baik” pun tetap kita hormati. Setidaknya ketika berpapasan dengan mereka kita biasanya menyapa, entah itu karena rasa hormat atau rasa takut.

Namun, saya ingin mengatakan bahwa ada sebagian guru (mungkin bisa dikatakan banyak) yang jahat. Karena di awal saya sudah katakan bahwa guru pasti ingin siswanya pintar, maka lebih adil jika saya tidak katakan “sebagian guru adalah orang jahat” melainkan “sebagian guru adalah orang baik yang jahat”.

Guru yang termasuk orang baik yang jahat adalah mereka yang sering “underestimate” terhadap siswa-siswanya yang lemah dalam mencerna penjelasan guru, terutama dalam pelajaran seperti matematika, bahasa Inggris, fisika, dan kimia. Mereka sering membeda-bedakan dalam hal perhatian. Tatapan mereka hangat terhadap siswa-siswa yang dianggapnya pintar, namun berubah menjadi dingin dan masam ketika menatap siswa-siswa yang dianggapnya bodoh.  Tidak jarang guru-guru yang katanya orang baik ini mencela tanpa sadar atau pun tidak dengan kata-kata yang merendahkan harga diri seorang siswa, seperti “kok bodoh sekali sih kamu?”, “aduh, kamu ini diajari kok gak bisa-bisa sih?”, dan lain sebagainya.

Yang kedua, saya ambil contoh kecenderungan sebagian orang dalam persahabatan atau dalam pergaulan sehari-hari. Saya yakin tidak ada orang yang ingin dikatakan penjahat kecuali mereka yang memang memliki pekerjaan sebagai maling, pencuri, tukang rampok, dan sebagainya. Sayangnya, banyak dari kita yang merasa sudah menjadi teman atau orang yang baik seringkali menuduh teman yang berbuat hal yang tidak kita sukai sebagai orang yang jahat, munafik, busuk, dan tuduhan-tuduhan lain yang jujur saja “tidak enak didengar”.

Coba pikir lagi. Mereka yang suka menuduh dengan perkataan yang menyakitkan hati seperti itu sesungguhnya sudah tidak pantas lagi dikatakan orang baik. Mereka jahat karena tidak mudah memaafkan. Mereka jahat karena terlalu mudah menilai buruk. Mereka jahat karena hanya bisa menyalahkan. Dan ingat, mereka yang menuduh “munafik”, ketika tuduhan itu ternyata tidak benar maka tuduhan itu berbalik kepada mereka yang menuduh. Jadi jika ingin jadi orang baik tanpa embel-embel jahat. Jagalah hati. Istighfarlah ketika terbersit di pikiran kita untuk menuduh orang lain jahat, apalagi orang lain itu teman atau sahabat kita. Apakah kita pantas disebut sahabat baik jika mudah menuduh seperti itu? Tidak sama sekali!

Maka pilihan ada di tangan kita sendiri. Apakah kita benar-benar ingin menjadi orang yang baik atau hanya sekedar ORANG BAIK YANG JAHAT? Muliakan dirimu dengan menjaga hati. Jauhi pikiran dan lisan dari kata-kata yang tak pantas. Wallahu a’lam..Semoga bermanfaat. iwz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s