Ritual Pagi

Jalan pagi

Saya sangat mengakui bahwa waktu pagi sayang sekali jika dihabiskan dengan hanya tidur atau bermalas-malasan di dalam rumah. Waktu pagi yang saya maksud di sini adalah sekitar jam 05.30 hingga pukul 08.00. Pengalaman saya ketika menikmati sejuknya pagi dengan beberapa kegiatan yang mengiringinya (kita sebut ritual pagi) selalu membuat saya berpikir “saya harus menikmati sejuknya pagi setiap hari! Tidak boleh tidak!”. Saya merasakan kebahagiaan yang sangat besar dengan melakukan ritual pagi tersebut. Perasaan syukur di dalam hati ini sungguh sangat terasa.

Namun terkadang ada saja kendala yang menghalangi komitmen saya untuk melakukan ritual pagi ini. Kendala tersebut dimulai dari “nafsu” untuk menambah jam tidur setelah melakukan shalat Shubuh dan tilawah Al Qur’an. Apalagi jika saya tidur di atas jam 12 malam, perasaan ngantuk setelah melaksanakan shalat Shubuh sungguh terasa.

Jika itu tidak dilawan, maka saya biasanya “kolaps” juga. Selain itu “internetan” dan “nonton TV” juga jadi kendala. Karena asyik melakukan dua hal itu, waktu pagi akhirnya dihabiskan di dalam rumah saja. Hari ini pun saya tidak keluar rumah hingga pukul jam 8 karena saya menulis terlalu lama. Jangan tanya jika saya harus pergi bekerja pagi-pagi sekali. Namun kabar baiknya saya tidak harus begitu. Sejauh ini, saya bebas dari kewajiban “mencari nafkah” di pagi hari.

Menimbang kendala-kendala yang ada tersebut, saya berpikir bahwa saya harus menetapkan komitmen agar ritual pagi itu bisa saya lakukan secara disiplin. Kendala-kendala yang ada harus bisa dihindari, diabaikan, atau dihilangkan. Oleh karena itu saya menetapkan aturan dan kebiasaan yang harus saya laksanakan untuk diri saya pribadi. Apa saja?

  • Saya harus tidur pukul 11.00 malam (batas toleransi hingga pukul 11.15 malam). Jika saya melanggar, maka saya mewajibkan diri saya untuk berinfak Rp5.000. Jika sedang tidak ada uang, ya itu jadi hutang saya.
  • Setidaknya bangun sebelum Shubuh agar setidaknya bisa Shalat tahajud 2 rakaat (jika tidak bisa bangun di sepertiga malam).
  • Berusaha untuk tidak melewatkan kesempatan Shalat fajar (shalat qabliyah Shubuh).
  • Shalat Shubuh di Masjid kecuali jika terkendala hujan (ketika hujan, ada keringanan bagi kita untuk shalat di rumah).
  • Setelah Shalat Subuh tilawah Qur’an dan zikir Al Ma’surat. Saya menetapkan peraturan satu hari membaca minimal satu juz Al Qur’an (One Day One Juz). jika ini tidak terpenuhi, maka saya mewajibkan diri saya untuk berinfak Rp5.000.
  • Setelah itu menulis satu artikel. Satu hari saya harus menulis satu artikel. Jika ini dilanggar, saya harus berinfak Rp20.000
  • Setelah ini barulah saya keluar rumah untuk menikmati pagi sambil sedikit berolahraga. Jika ada headset dan Mp3 player, saya akan berjalan-jalan menikmati udara pagi sambil menikmati lagu-lagu relaksasi atau original sountrack film yang musiknya bisa membuat hati tenang sekaligus bersemangat, otak segar, dan badan rileks seperti A Day without Rain (Enya), Na Laetha Geal M’oige (Enya), May It Be (Enya), OST film Armageddon (Hans Zimmer), Kiss the Rain (Yiruma), River Flows in You (Yiruma), dan banyak lagi.

Jika ada atap yang tinggi di mana saya bisa melihat pemandangan luas dari ketinggian, maka saya akan naik atap tersebut, seperti yang sering saya lakukan ketika dulu pernah tinggal di ruko SBS Indralaya. Sering ketika mendengarkan lagu-lagu yang biasa saya dengarkan ini, saya kembali teringat suasana ketika duduk sendiri sambil menikmati langit pagi di lantai paling atas (bisa dibilang atap) ruko SBS Indralaya.

  • Shalat Dhuha setiap pagi minimal 4 rakaat. Jika tidak terpenuhi, saya berinfak Rp1.000.

Sebenarnya masih ada beberapa peraturan dan kebiasaan yang harus dilakukan yang lebih spesifik lagi. Saya hanya tunjukkan peraturan dan kebiaasaan yang menyangkut waktu pagi saja. Tentunya peraturan ini bisa direvisi lagi kapan saja jika perlu. Saya berharap saya bisa konsisten melaksanakan peraturan dan kebiasaan tersebut. Do’akan.

Nah, bagaimana dengan Anda?

Semoga ini menginspirasi! ^^

2 pemikiran pada “Ritual Pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s