TIDAK ADA PRODUK ALLAH (ANAK) YANG GAGAL

Siswa Bermasalah

Siswa Bermasalah

Fully copied from Nurbaiti Ekasari’s Status (https://www.facebook.com/nurbaiti.ekasari)

Ketika diminta menuliskan nama seorang anak yang ‘bermasalah’ saya langsung terngiang sebuah nama..Hafidz, siswa SMP SaPa kelas IX. Anak yang belakangan ini sangat membuat saya dan orang tuanya galau karena polahnya yang sangat ‘merisaukan’. Sering bolos, malas belajar, tidak semangat, suka membantah, berbohong bahkan berani menentang. Di rumahnya Hafidz sering pulang malam. Jika kemauannya tidak diikuti dia akan merajuk dan memberontak bahkan pernah kabur dari rumah.

Sepekan yang lalu ibunya memohon kepada saya sambil menangis untuk lebih serius menangani anak tersebut karena beliau sudah pasrah tidak tahu lagi harus diapakan anak ini. Minimal Hafidz mau belajar dengan penuh khusyu’ menjelang UN yang menyeramkan itu. Mengingat nilai-nilai semesternya kali ini pada terjun bebas, terkhusus mapel yang di-UN-kan. Terus terang, sayapun ikut meragukan kemampuannya. ”Mau jadi apa nich anak..?”

Sampai pada akhirnya ‘Sang Guru Besar’ pak Munif Chatib membeberkan bahwa kesuksesan seseorang itu tidak ditentukan oleh kecerdasan IQ yang hanya mengukur kemampuan verbal dan berhitung saja. Sebagaimana kritik Howard Gadner terhadap test IQ yang bersifat sempit, tidak berkaitan dengan budaya. Euginics (strategi menurunkan kaum buruh dan keturunannya dari parlemen), rasialis terhadap kaum black American, bersifat konstan, dan mengukur disability (ketidakmampuan).

Menurutnya kecerdasan itu sangat luas bahkan menembus kecerdasan emosional dan spiritual yang didalamnya terdapat kemampuan berimajinasi, berkreasi (mampu membuat produk), dan problem solving (mampu mendeteksi masalah dan menyelesaikannya). Kecerdasan adalah sebuah budaya yang terbentuk dari sebuah proses pembelajaran, perilaku, pola kehidupan, lingkungan yang kelak akan menjadi sebuah pembiasaan.

Kecerdasan tidak terkait dengan kondisi fisik, otak, dan hasil tes standar karena Allah tidak pernah memproduksi produk-produk gagal. Artinya, tidak ada manusia yang bodoh, bengal, dsb. yang ada manusia yang mempunyai hambatan, maka harus diberi stimulus yang tepat. Dengan stimulus yang tepat diharapkan mendapatkan kondisi akhir yang baik, yaitu dengan menjelajahi kemampuan anak dan menemukan potensi dirinya, sehingga akhirnya mampu memberi kemanfaatan hidup bagi dirinya sendiri, keluarga dan lingkungannya.

Menurut Gadner otak manusia menyimpan 8 jenis kecerdasan yaitu kecerdasan bahasa, alam, gambar, diri, angka, musik, bergaul, dan gerak. Saya sempat terhenyak ketika pak Munif menggambarkan tentang keanekaragaman kecerdasan di atas dengan indikator-indikatornya. Sembari menuliskan kemampuan-kemampuan Hafidz yang selama ini ‘gelap’ berdasarkan 8 kecerdasan tersebut, saya menitikkan air mata.

Ternyata saya menemukan Hafidz yang gemar membaca, menulis cerpen berlembar-lembar walau akhirnya disobek, berdebat, senang mendengarkan musik, berdendang, membuat irama dengan apa saja yang dipegangnya, main drama, mampu mengontrol gerak tubuh, bahkan terakhir seleksi ekspedisi ke gunung dempo Hafidzlah satu-satunya siswa yang mampu menuntaskan push up 50 kali, senang bergaul dengan siapa saja dari anak TK sampai ke tukang kebun dan satpam, Subhanallah.

Saya sudah tidak sabar mengabarkan ini semua kepada orang tuanya bahwa anaknya memiliki sejuta kelebihan yang berbinar-binar dimatanya, tinggal bagaimana kita menstimulannya dengan tepat. Saya akan kabarkan bahwa anaknya bukanlah produk gagal yang Allah kirimkan yang telah membuat kita galau. Justru kitalah malaikat yang akan menyelamatkannya dari ancaman dunia dan seisinya agar kelak kita mampu mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah.

*Sekolah Alam Palembang (SaPa)
Peserta GA angkatan 11 Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s