Sayang, Rasa Ingin Memiliki

Rasa Ingin MemilikiAkhir-akhir ini saya sering nonton. Ada hal yang ingin saya sampaikan tentang salah satu dari banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari beberapa film yang saya tonton. Ternyata, manusia itu memang cenderung menginginkan apa yang tidak dimilikinya.

Kemarin, saya baru saja selesai menontom film “Into The Wild”. Film ini menceritakan seorang pemuda yang setelah tamat kuliah memutuskan untuk “backpacking”, berpetualang karena kemuakannya terhadap persoalan orantuanya. Bisa dibilang ia ingin lari dan bebas dari “kemunafikan” hidup yang diwakili oleh persoalan kedua orangtuanya dan kehidupan akademisnya ketika kuliah. Selebihnya, silakan cari infonya sendiri.

Di salah satu adegan, pemeran utama yang bernama Chris dalam perjalanannya bertemu dengan lelaki tua yang ternyata hidup sendiri. Mereka banyak berdiskusi dan melakukan banyak hal bersama. Di akhir perjumpaannya di saat orang tua tersebut melepas kepergiannya untuk melanjutkan perjalanannya menuju Alaska, orang tua tadi bilang “Nak, bisakah saya menjadikanmu anak? Atau boleh kau bilang saya kakekmu?” Ia pun sedikit menangis ketika mengatakan itu. Betapa kerinduannya untuk  “memiliki seseorang” sungguh besar. Ia memang tak punya siapa-siapa lagi.

Orang tua itu mengingatkan kita pada apa yang sering kita alami. Kita seringkali berandai-andai untuk memiliki apa yang ingin kita miliki. Apa yang kita miliki selalu tidak sempurna. Kita yang bungsu, ingin punya adik. Kita yang hanya punya kakak perempuan, ingin sekali punya kakak laki-laki. Kita yang hanya punya kakak laki-laki, ingin sekali punya kakak perempuan. Kita yang tidak punya adik perempuan, merasa ingin sekali punya adik perempuan. Apalagi jika kita tidak punya istri, tidak punya suami, atau sudah beristri dan atau bersuami tapi tidak memiliki anak. Pasti kerindungan  untuk memiliki itu sangat besar. Lebih besar daripada sekedar memiliki seorang kakak atau adik.

Pertanyaannya sekarang adalah, “Kenapa semua itu bisa terjadi?” Ya, Allah telah menanamkan rasa sayang di setiap hati kita dan kecenderungan untuk membaginya pada orang lain atau paling tidak mengungkapkannnya. Dari sini, kita bisa ambil satu kesimpulan bahwa sebenarnya kita semua di dunia ini pada intinya saling menyayangi. Semua orang itu pada hakikatnya saling memiliki dan semua orang bisa saling memberikan rasa sayangnya. Hmm, aku juga ingin punya….”apa yang belum aku miliki sekarang..” Ah, aku sayang kalian semua  ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s