Wigwam, Tetap di Hati

Diksar Gemapala Wigwam,Gemapala Wigwam FH Unsri. Organisasi mahasiswa pecinta alam di Fakultas Hukum Unsri.  Organisasi ini adalah organisasi mahasiswa pertama yang saya ikuti waktu kuliah. Tahun 2008 saya dilantik sebagai anggota Wigwam. Sekarang sudah tahun 2013. Jadi sudah 5 tahun. Itu artinya sekarang sudah ada 4 junior di bawah angkatan saya. Namun sayang, saya hanya ikut Diksar angkatan 2009, itu pun cuma 1 hari. Setelahnya, saya bisa dibilang tidak pernah menginjakkan kaki di sekretariat wigwam. Apa gerangan?

Yang berlalu, biarlah berlalu. Saya sejujurnya merasa bersalah dan ingin memohon maaf karena tidak bisa memberikan apa-apa untuk wigwam. Empat tahun berlalu. Saya merasa tidak menjadi bagian dari wigwam. Karena memang selama itu, apa yang sudah saya berikan untuk kemajuan wigwam? Bahkan bertemu dengan saudara seanggota pun jarang sekali. Pengetahuan dan skill kepecintaalaman saya pun minim, karena selama itu pula saya jarang belajar dan latihan tentang sesuatu yang menyangkut kegiatan alam bebas, ilmu yang seharusnya seorang mapala kuasai.

Sebenarnya ini berawal dari masalah pribadi dengan salah satu senior. Tidak perlu saya ceritakan di sini. Saya sudah tidak begitu memikirkannya lagi. Intinya, saya merasa tidak nyaman sehingga akhirnya mengirimkan surat pengunduran diri (namun setahu saya, saat ini saya masih berstatus anggota wigwam-belum diberhentikan secara resmi). Sudah saya pikir matang-matang saat itu. Meskipun saya tahu perjuangan menjadi anggota wigwam cukup berat. Selama 1 bulan (2 hari/minggu) diksar di kampus Unsri Bukit. Selama 2 hari 2 malam diksar lapangan di bumi perkemahan Indralaya. Dan selama 2 minggu diksar di gunung dempo. Berat, jujur saja. Sakit badan, sakit hati. Semuanya ada.

Tapi mungkin inilah yang namaya “sudah takdir”. Kita saat ini adalah apa yang kita putuskan di masa lalu. Meskipun begitu, saya masih merasa ada keterikatan hati dengan saudara-saudara saya di wigwam. Saya sangat merasa berhutang “silaturahim” dengan kawan-kawan seangkatan dan juga senior yang masih menganggap saya bagian dari wigwam. Saya merasa tidak enak, apalagi  saat saya bertemu salah satu senior yang jauh di atas angkatan saya, saya tidak begitu “diterima” dengan baik. Semakin sulit rasanya jika saya harus bersama lagi jika begitu. Maaf atas segala kesalahan. Saya hanya tahu kita saudara. Itu saja. Saya rindu meneriakkan kata ini,  “Wigwam!” dan bernyanyi Mars Wigwam..

Ini dia lagunya.. MARS GEMAPALA WIGWAM !

2 pemikiran pada “Wigwam, Tetap di Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s