Politik Itu Wilayah Abu-Abu. Benarkah?

“Politik itu wilayah abu-abu!”

Kata-kata ini masih teringat kuat di ingatan saya. Kata-kata ini keluar dari seorang Tim Sukses salah satu calon kepala daerah ketika diadakan pelatihan saksi calon kepala daerah dari partai anu (analisa sendiri). Di tengah ratusan orang ia mengajarkan tentang ini, termasuk kepada saya. Ia mencoba menguatkan paradigma bahwa politik adalah wilayah yang “gak jelas” di mana sesuatu yang halal dan haram sudah bercampur. Ia ingin mengatakan bahwa curang sedikit-sedikit dalam berpolitik itu tidak apa-apa. Benar-benar menyesatkan paradigma ini!

Bagi saya, politik itu bukan wilayah abu-abu, tapi wilayah merah jambu. Di manapun, sebagai seorang Muslim kita diajarkan untuk memhadirkan cinta. Cinta, yang biasa diasosiakan dengan warnah merah jambu ini harus mengisi setiap ruang gerak seorang muslim. Karenanya, tidak akan pernah bagi seorang Muslim yang paham akan hal ini mengatakan bahwa dalam berpolitik curang-curang sedikit itu masih bisa ditoleransi meskipun tujuannya adalah untuk sesuatu yang baik.

Kita semua memahami bahwa memang watak dunia politik saat ini “kejam”. Meminjam lirik lagu Iwan Fals, politik itu penuh intrik, sikut sana sikut sini itu sudah lumrah. Iwan Fals pun ternyata percaya hal ini. Memang benar dan tak bisa kita pungkiri karena kebanyakan politisi berparadigma bahwa politik itu memang wilayah abu-abu. Makanya, sebagai orang yang ingin perubahan, saya setuju dengan pernyataan Presiden PKS Anis Matta bahwa kita harus menghadirkan cinta dalam perpolitikan Indonesia. Kita harus bisa tunjukkan bahwa politik itu adalah permainan yang asyik dan menyenangkan. Kita harus bisa tunjukkan bahwa dalam berpolitik kita tetap bisa menunjukkan akhlak Muslim yang memukau, santun dan bersahabat. Inilah misi kita para generasi muda, membawa pesan kepada Indonesia bahwa politik itu bukan wilayah abu-abu, tapi WILAYAH MERAH JAMBU. Sekali lagi, WILAYAH MERAH JAMBU!

Saya mengajak kepada para generasi muda untuk membuang jauh-jauh anggapan bahwa politik itu barang haram dan melabeli semua orang yang terlibat di dalamnya sebagai orang yang munafik. Tidaklah pantas bagi kita sebagai seorang pemuda Muslim mengesampingkan masalah politik dalam perhatian kita hanya karena menganggap bahwa politik itu dunia sampah. Tak ada gunanya. Yang lebih penting untuk kita lakukan sekarang adalah mendidik diri kita tentang apa politik itu sebenarnya. Kita percaya kita adalah orang baik dan mampu berbuat sesuatu untuk kebaikan bangsa. Lalu kenapa kita acuh tak cauh terhadap politik padahal politik adalah bidang strategis yang sangat menentukan maju tidaknya suatu negara. Maka dari itu berpartisipasilah. Buka mata kita dengan peristiwa-peristiwa politik di negeri ini. Jangan hanya bisa tidur dan memaki-maki bahwa politik itu haram. It doesn’t help at all, brother. Salam Cinta!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s