Anda Sudah Wisuda ? (Jangan Marah! Baca gih !)

Illistration Picture from sinun.web.ugm.ac.id

Wis..Sudah..Selesai.

Wis (wes) dalam bahasa Jawa artinya sudah. Sudah artinya selesai. Selesai artinya pekerjaan beres (dan beralih ke pekerjaan selanjutnya).

Ya, wisuda. Saya sendiri tak tahu apa makna aslinya. Yang pasti, wisuda menjadi harapan besar sebagian besar mahasiswa. Mungkin bukan hanya sebagian besar tapi seluruhnya.

Saya berpikir, sepenting apa wisuda sehingga saya mau menuliskannya. Apa hikmah besar yang bisa disampaikan dari upacara akbar yang diadakan setiap tahun ini. Anda pun mungkin akan langsung menebak, “ah, saya tahu Anda sedang galau karena wisuda kemarin, bukan?” Ah, tidak juga.

Lagi-lagi saya berpikir, “sepenting apakah wisuda itu?”

Dalam hati kecil saya, saya tidak bisa memungkiri bahwa wisuda itu penting. Saya jadi teringat Kampoenk Jenius. Saya teringat “Success Day”. Ia adalah hari perayaan kesuksesan belajar, celebration. Kata Mr. Yunsirno “Jangan belajar terus, rayakanlah (dan belajar lagi).” Nah, mungkin wisuda itu sama dengan “celebration” yang dimaksud Mr. Yunsirno.  Ia sama dengan konsep Quantum Learning yang meminta pembelajar dan pengajar untuk MERAYAKAN kesuksesan belajar.

Baiklah…Jika begitu, saya setuju.

Intinya adalah merayakan kesuksesan belajar.

Tapi, lagi-lagi saya masih berpikir “seberapa pentingkah wisuda?” sehingga tak mau kau dengar kata “kapan wisuda?” dari orang-orang di sekitarmu. Merengek, mengeluh, seperti orang pesakitan.

Ingat! “Sudah” itu sendiri bukan bermakna, seperti yang sudah saya katakan di atas, “TIDAK ADA LAGI YANG HARUS DIKERJAKAN SETELAH INI, TIDAK ADA LAGI MASALAH”.

Bukan!

Dengarkanlan kata-kata saya ini “Wisuda itu penting. Tapi yang terpenting, akan seperti apa dirimu setelahnya.” Mirip dengan filosofi MENDAKI GUNUNG. Tidak masalah berapa lama Anda bisa mencapai puncak, asal kita tahu alasannya kenapa harus berlama-lama, setiap pendaki punya kehendak pribadi, dan pendaki tidak mengeluhkan pendakiannya yang sulit-ia menikmatinya. Ketika tiba di puncak, PERASAAN SYUKUR tentunya akan menjadi luar biasa membuncah. Dan pendaki yang baik, adalah pendaki yang mampu mengambil hikmah dari proses pendakiannya sehingga saatnya turun, ia menjadi pribadi yang lebih baik.

Tenang saja, kita sama, “saya juga ingin wisuda”. Doakan saja!

NB: SELAMAT BAGI KAWAN-KAWAN YANG SUDAH BERHASIL MENCAPAI PUNCAK. Tak tahulah, masih banyak di tengah perjalanan orang-orang desa yang ramah yang masti aku kunjungi untuk sekedar bersilaturahim, kadangkala juga semangat ini menurun tatkala keramahan mereka membuat aku ingin berlama-lama di sana, AKU SENANG melihat KALIAN PENDAKI-PENDAKI TANGGUH sudah lebih dulu MENCAPAI PUNCAK. Ingat, MASIH BANYAK PUNCAK-PUNCAK yang lain yang harus kita daki! SALAM SEMANGAT ! SALAM RIMBA LESTARI, HIDUP MAHASISWA, ALLAHUAKBAR !!!iwz

TERUNTUK KAWAN : dari SEESPA (EDSA)-Beni,dkk. BEM FKIP (Ria,dkk), Dakwa Kampus Squad (Kak Yul n Kak Esan,dkk), dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Every Success !^_^

#SeriPembenaranTamatLama.hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s