Jaket-Jaket Kerenku Murah-Murah dan Gratis

Jaket dan Dingin-Goes to Merapi Dempo  (ilustrasi)

Jaket dan Dingin-Goes to Merapi Dempo (ilustrasi)

Saya sangat menyukai memakai jaket, jaket dalam arti pakaian yang berfungsi sebagai penghangat tubuh dan atau jas hujan. Saya mulai menyukainya sejak SMA. Meski sebelumnya sudah biasa memakai jaket, tapi itu bukanlah sesuatu yang sangat disenangi. Jaket hanya sekedar baju biasa yang dipakai sebagai penghangat tubuh.  Dimulai sejak saya SMA, jaket bagi saya fungsinya sudah berbeda. Selain sebagai penghangat tubuh (atau pun sebagai jas hujan), ia juga menjadi salah satu jenis pakaian yang paling saya gemari yang biasa saya pakai. Sebenarnya kegemaran saya ini tidak terlalu istimewa dan berbeda dengan orang lain, hanya saja, jaket-jaket ini berkualitas bagus (pamer nih yeh^^) dan harganya murah, bahkan tanpa harus membeli.  Kok bisa ?! Ya bisa.

Jaket pertama yang saya punya yang saya ingat adalah jaket olahraga merk PUMA. Harganya murah, kalau tidak salah cuma 15 ribu. Wow, murah sekali ? Asli nggak tuh ? Menurut saya, asli. Hanya saja memang, saya membelinya di toko baju bekas. Jiahhhhh!!!! Baju bekas donk! Ya, benar. Jaketnya memang beli di sana. Bagi saya tak masalah jika harus membeli di toko baju bekas, karena bagi saya yang penting kualitas.hehe (Ngeles..!^^). Tapi bener sob, gue orang quality oriented..hehe Nah, kalo pingin beli yang bener-bener “high” kualitasnya pasti mahal, sob. Contohnya saja jaket-jaket sport merk Nike dan Filla, dan merk terkenal lainnnya. Asli, kagak nahan harganya. Jangankan jaket yang memang kelihatan bedanya dengan jaket biasa. Baju kaos saja,yang saya pikir bahannya saja tampak tidak terlalu berbeda dengan merk-merk biasa atau merk tiruan, beda harganya jauh sekali. Pun kalau ada uang banyak, rasanya saya tak begitu rela untuk melepas uang saya hanya karena baju itu. Perbedaannya tak terlalu sifnifikan. Apalagi tuh baju cuma untuk di rumah atau untuk olahraga. Selain quality-oriented, saya juga tentunya Price-oriented. Perhitungan itu harus, kecuali untuk urusan “berbagi”.

Mengenai jaket Puma saya ini, pernah ada teman, yang sebenarnya lebih “mampu” secara keuangan dari saya menanyakan di mana beli jaket PUMA ini. Waktu itu saya jawab jujur saja, “aku beli di BJ (sebutan untuk toko baju bekas, belum tahu kenapa toko baju bekas sering disebut BJ, mungkin saja singkatannya BAJU JEMPOLAN.hehe).  Teman saya ini nggak percaya. Ya sudah. Believe it or not. You better believe it.^^

Almarhum. Jaket Puma Saya^^

Yang kedua, saya juga dapet di tempat biasa. Ceritinya hobi hunting di toko baju bekas nih ?hehe Biasalah, nggak keduitan bro kalo beli yang aslinya. Yang kedua ini, saya tawar Rp30.000. Harga “deal”, saya ambil. Ini jaket kalo beli aslinya pasti “very expensive” dan, kayaknya nggak bakal bisa dicari di toko-toko busana biasa, kecuali di toko khusus.  Jaket ini merk “New York”, mirip dengan jaket-jaket olahraga yang sering dipake di luar negeri, tebal dengan bulu-bulu seperti angsa. Pertama kali beli, biar aman dipakai, saya mencucinya sampai benar-benar bersih.

My Jacket and I myself in Tangkuban Perahu Crater

Nah, empat jaket lagi yang saya punya adalah jaket/sweater warisan. Yang ngasih kakak ipar saya, yang alhamdulillah, punya pekerjaan sering ke luar negeri. Yang pertama sweater biru dari Kanada, yang kedua juga sweater warna biru dongker, yang ketiga jaket hitam merk Forester dan yang ke empat jaket yang sekarang sering jadi partner karena bisa berfungsi sebagai rain coat.

Dari beberapa jaket, ada sebagian jaket yang saya lepas (maksudnya saya kasih ke teman). Pernah juga beberapa teman ingin membeli jaket saya. Karena ini warisan dan memang saya suka, saya tak rela menjualnya, pun jika harus  menjualnya dengan harga mahal. Paling mahal juga berani dibayar 300 ribu. Dan pasti, jarang yang mau membayar dengan harga segitu. Katanya pasti lebih baik membeli jaket baru di toko.

So, apa hikmah dari tulisan ini. Pingin pamer ? Oh no, not at all. Saya hanya sangat bersyukur ternyata nikmat yang saya punya begitu banyak. Hidup saya penuh warna. Mengalir lancar seperti tak pernah merasa kesusahan. Ternyata masih memiliki keluarga dan teman yang mau dan sering berbagi. Apapun keadaan saya, rasanya saya selalu berkelimpahan nikmat. Dalam hal jaket, tak pernah rasanya sampai sekarang saya membeli jaket berkualitas dengan harga mahal. Pernah saya beli sekali, sweater biru yang saya beli di Factory Outlet Bandung, harganya cuma 50ribu.   Ah, hidup memang terlalu indah. Alangkah naifnya kita jika  tidak mau mensyukuri hidup.

Tea Park-My Blue Sweater

Pertama kali Naik TransJakarta-My NavyBlue Sweater

Dawn in Serelo Hill-My Forester Jacket

My Jacket-My Partner, Pagaralam

2 pemikiran pada “Jaket-Jaket Kerenku Murah-Murah dan Gratis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s