KENAPA MUSLIMAH TAK BOLEH DISENTUH

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sebuah sms yang cukup panjang dari seorang kawan yang berbunyi:

Seorang lelaki Inggris bertanya kepada seorang Syaikh, “Mengapa perempuan Islam dilarang berjabat tangan dengan lelaki lain?” Syaikh pun balik bertanya: “Apa Anda bisa berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?” Lelaki itu menjawab, “Tentu saja tidak, beliau hanya berjabat tangan dengan orang tertentu saja.” Syaikh pun tersenyum seraya berkata, “Demikian pula dalam Islam, Muslimah kami adalah Ratu, bukan orang sembarangan. Hanya orang tertentu saja yang bisa berjabat tangan dengan mereka.”

Sebuah sms pencerahan yang sangat bagus. Bagi saya sebagai lelaki Muslim, sms ini menjadi  pengingat bagi saya bahwa wanita memang mesti dihargai. Saya juga sebisa mungkin harus berusaha agar tidak berjabat tangan dengan wanita yang bukan muhrim saya. Saya pun berpikir alangkah baiknya jika sms ini saya sebarkan ke kawan-kawan muslimah yang lain. Siapa tahu dengan ini mereka tahu bahwa merekalah yang seharusnya sadar  bahwa mereka harus menjaga kehormatannya sampai pada hal terkecil.

***

Sering menjadi masalah bagi saya ketika dihadapkan pada kondisi di mana akan terasa tidak etis jika saya menolak berjabat tangan. Dalam masalah ini biasanya saya menimbang-nimbang kira-kira bagaimana jadinya jika saya menolak untuk berjabat tangan. Tapi yang pasti, meskipun pada akhirnya saya  berjabat tangan (tidak bisa menghindari berjabat tangan), setidaknya di dalam hati, saya harus merasakan suatu keterpaksaan dan  setelahnya saya langsung beristighfar.

***

Banyak wanita muslim yang masih berpikir bahwa ditolak lelaki muslim untuk  berjabat tangan adalah suatu perendahan dan penghinaan, berpikir bahwa lelaki muslim tersebut sok suci seolah-olah ia menganggap diri mereka najis. Pemikiran tersebut sungguhlah salah. Seharusnya kita harus berpikir bahwa lelaki tersebut boleh jadi adalah lelaki yang pantas untuk menjadi pendamping kita. Namun, kita tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa banyak wanita muslim yang salah menilai lelaki yang menolak untuk berjabat tangan. Ya begitulah tantangannya bagi seorang muslim yang mencoba mengembalikan nilai-nilai Islam yang terlupakan oleh kebanyakan muslim.

***

Mengenai sms tadi, saya ada cerita menarik. Kebetulan saya  berkerja sebagai intruktur Bahasa Inggris di sebuah lembaga kursus Bahasa Inggris, Sang Bintang School, lembaga yang mempunyai visi Indonesia Jenius dan melandaskan kegiatannya pada kepentingan sosial, dakwah, dan tentunya bisnis. Adalah suatu yang biasa dan sering terjadi jika murid-murid ketika pulang belajar mengajak gurunya berjabat tangan sebagai suatu penghormatan. Saya, kadang merasa tidak enak jika harus menolak berjabat tangan, apalagi mereka masih tampak seperti adik-adik kita yang masih kecil. Saya pun ketika mendapatkan sms tersebut menyebarkannya kepada beberapa siswa saya. Salah satu siswa ada yang membalas yang isinya begini:

“Oh…aq baru tahu kenapa mr ga’ mau berjabat tangan. Rupanya karena alesan itu toh. Oke lah.. InsyaAllah aq akan menerapkan itu juga. Thanks y atas kata-katanya.”

***

Alhamdulillah, ternyata sms itu ada gunanya juga. Ya, pada intinya bagi kawan-kawan saya yang biasa melihat saya berjabat tangan atau masih berjabat tangan dengan kalian sendiri, ketahuilah itu adalah karena saya ingin menjaga perasaan kalian. Bagi mereka yang sudah mengerti dan tidak mau berjabat tangan dengan saya, saya sangat berterimakasih karena sesungguhnya kalian telah menolong saya. Memang wanitalah yang seharusnya mengerti duluan dalam hal ini.^^ Biar laki-laki takut dan tahu bahwa KITA, MUSLIMAH BUKANLAH ORANG SEMBARANGAN. Gimana ? Sepakat, girls? ^_^ Love you always, cos of Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s