SIT-MEMBANGUN MANUSIA CERDAS DAN BERAKHLAK (Liputan Wawancara Tim SBS Palembang)

Cuaca siang itu (6/7/2011) cerah dan terik. Sekitar pukul satu siang, tim SBS Palembang menuju SMA Islam Terpadu Raudhatul Ulum (SMA IT RU), Indralaya untuk mewawancarai Ustadz Dakir Sokariyo, Kepala Sekolah SMA IT  RU. Kebetulan saat itu sedang ada kunjungan peserta Jambore Nasional di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum dan ustad Dakir juga sedang terlibat dalam kegiatan di sana. Kami lalu mewawancarainya langsung di sana.  Berikut petikan wawancara kami dengan Ustadz Dakir yang membahas tentang pendidikan karakter di Indonesia.

 

BIODATA NARASUMBER:

Nama : Drs. Dakir Sokariyo
Tempat Tanggal Lahir : Lampung, 7 April 1968
Alamat : Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga
Pendidikan : S1 FKIP Matematika Unniversitas Lampung
Prestasi : Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi th 2007
Karir : –      Kepala SMA IT RU (sekarang)-      Waka MA RU-      Kepala MTs RU-      Kepala SMP IT

 

Assalamu’alaikum ustadz, apa pendapat ustadz tentang kondisi pendidikan agama-atau bolehlah saya katakan pendidikan karakter  di Indonesia  ?

Ya, kalau mengacu dari Undang-Undang Dasar 1945-tujuan pendidikan nasional dijelaskan bahwa tujuan pendidikan itu adalah menciptakan manusia yang spritual, intelektual, dan emosionalnya bagus. Sementara kalau kita lihat dari pendidikan agama, dalam hal ini pendidikan agama Islam, akhlak atau kecerdasan spiritual lah yang sangat ditekankan. Namun, realisasinya dalam satu minggu waktu yang dialokasikan untuk pendidikan agama hanya dua atau tiga jam, ditambah lagi dengan permasalahan, misalnya beberapa siswa tidak bisa menghadiri kelas pendidikan agama. Jadi harapan untuk menciptakan anak yang cerdas, bertaqwa, dan berakhlak akan sulit dicapai jika hanya mengandalkan kurikulum yang dikeluarkan oleh Departemen Agama itu. Namun, sekarang ada sistem atau model sekolah yang namanya Sekolah Islam Terpadu. Di situ mengkorelasikan nilai-nilai, karakter budaya bangsa dengan nilai-nilai Islam. Sebenarnya hal itu merupakan suatu yang tidak bisa dipisahkan. Tidak bisa dipisahkan antara nilai-nilai Islam, nilai-nilai spiritual dengan nilai-nilai ntelektual. Contohnya saja, dulu orang-orang yang terkenal dengan kemampuan intelektualnya yang tinggi seperti Ibnu Sina juga memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Dan memang begitulah seharusnya output dari proses pendidikan. Masalahnya sekarang, secara umum pendidikan yang mengarah kepada moral justru dirusak oleh budaya-budaya luar yang masuk dengan adanya kemudahan bagi seluruh penduduk dunia untuk mengakses informasi yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Sehingga, kecil mekungkinan untuk menghasilkan insan-insan paripurna yang cerdas spiritual, emosional, dan intelektual jika hanya mengandalkan dua jam pelajaran dalam satu minggu tadi. Makanya, Sekolah Islam Terpadu (SIT) hadir untuk memberikan solusi yang saat ini, jika saya lihat, perkembangannya dari Sabang sampai Merauke cukup bagus. Setidaknya, misalkan di SD, lulusan-lulusannya hafal dua Juz Al Quran sebagai pembekalan untuk membentengi diri. Kemudian dalam diri mereka sudah terinternalisasi nilai-nilai Islam yang sulit ditinggalkan dan mengakar dalam diri mereka.

Jadi ada perbedaan dalam alokasi waktu pendidikan agama antara SIT dan sekolah umum ?

Ya tentu ada perbedaan, namun kurikulum sekolah umum atau sekolah negeri 100% tetap dipakai di SIT, ditambah dengan muatan-muatan internalisasi nilai-nilai Islam secara terpadu, seluruh pelajaran seperti Biologi, Fisika, dan lain-lain dikaitkan dengan nilai-nilai Islam. Kurikulum yang menetapkan pendidikan agama dua jam seminggu juga tetap kami pakai, namun jika di sekolah umum jam sekolah berakhir sekitar pukul 12,  kami  menambah jam pelajaran-full day, boarding (berasrama).

Bagaimana menurut ustadz tentang sekolah umum ?

Yang jelas kurikulumnya sudah bagus. Ya tinggal pengembangan saja yang mesti diperhatikan.

Bagusnya seperti apa ?     

Bagusnya ya sudah standar. Tinggal sekarang SDM yang mengelola dan mengembangkan kurikulum itu wawasannya lebih luas dan berkompeten. Kurikulum ini hanya sebagai alat, pemegangnya adalah guru. Itulah dibutuhkan SDM yang inovatif, kreatif untuk bisa mengembangkan alat ini.

Ada harapan sekolah umum bisa seperti SIT ?

Ada. Saya juga sering mengadakan acara-acara bersama untuk umum dengan teman-teman di sekolah negeri seperti raker, seminar, sharing, pertukaran pelajar dengan teman-teman di sekolah umum untuk setidaknya juga memiliki visi yang selaras dengan SIT yang sebenarnya juga sama dengan tujuan pendidikan Indonesia, pendidikan berkarakter, di awali seperti kegiatan seperti MOS yang juga memasukkan nilai-nilai karakter, pesantren kilat, dan lain-lain.

Keyakinan ustadz bahwa sekolah umum juga bisa seperti SIT  ?

Ya, itu urusan masing-masing. Yang jelas kami ingin membuktikan bahwa kami bukan hanya berteori. Setelah kami berhasil ternyata kawan-kawan juga melihat kelebihan SIT, seperti prestasi murid SIT yang juara olimpiade nasional dan internasional. Ada beberapa yang dijadikan lokasi studi banding. Di Sumatera Selatan contohnya banyak sekolah-sekolah yang studi banding ke sini.

Harapan Ustadz untuk pendidikan di Indonesia ?

Saya berharap Indonesia bangkit dalam pendidikan, tidak kalah dengan negara-negara lain, seperti tetangga kita-Singapora dan Malaysia. Beberapa bulan yang lalu saya berkunjung ke Singapura. Memang kualitas pendidikan di sana bagus. Ternyata memang di sana sangat memperhatikan up-grading guru; ada standar-standar guru yang tidak boleh ditinggalkan; ada nilai-nilai dan etika-etika guru yang dijaga betul sehingga itu menjadi contoh yang baik untuk murid.

 

Harapan dan saran untuk Sang Bintang School ?

Saya sangat mengapresiasi program-program di SBS. Silahkan dikembangkan. Kalau bisa tembus di Pemda atau Diknas supaya bisa diprogramkan disitu. Kebetulan juga di Ogan Ilir sangat memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan. Butuh kerjasama seluruh elemen untuk itu. Kemudian SBS mesti menjaga kualitas dan bisa menunjukkan output dari program-program SBS kepada masyarakat. Kalau bisa ditampilkan pada forum-forum yang resmi, di event-event khusus.iwz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s