Jalan-Jalan ke Semende

Foto Alam Semende dari http://riniaprillia.blogspot.com

Semende. Kata ini sebenarnya sudah tidak asing di telinga saya. Namun baru kali ini ia, yang merupakan  salah satu kecamatan di Kabupaten Muara Enim saya kunjungi untuk sedikit berkenalan dengannya.

Tanggal 1-3 Juli kemarin saya bersama kawan-kawan pergi ke Semende untuk sekedar menghilangkan penat di akhir pekan. Kebetulan saat itu sudah masuk masa liburan kuliah. Ya, tapi bagi saya, libur atau tidak libur tidak ada bedanya, karena di semester ini saya tak ada kelas. Saya akan ada kelas lagi tahun depan, di semester 10. Kok bisa? Ya bisa. Tapi lupakan tentang kuliah. Mari kita bicara tentang jalan-jalan saja.hehe

Basecamp kami sebenarnya di Muara Enim, di rumah adik tingkat saya yang merupakan rekan kerja di BEM FKIP dulu. Saya bersama teman saya satu kos, Dimas namanya, yang beruntung sudah melaksanakan sidang dan tinggal diwisuda, berangkat ke Muara Enim habis Shalat Maghrib hari Jum’at (1/7/2011) dengan menggendarai motor. Perjalanannya cukup melelahkan, melelahkan bokong saya.hehe Akhirnya setelah kurang lebih 3 jam perjalanan, kami sampai di rumah adik tingkat saya tersebut. Sudah ada di sana, selain tuan rumah, adik-adik tingkat saya yang lain yang juga rekan kerja di BEM FKIP dulu. Mungkin ada yang bertanya-tanya “kok nama temannya nggak disebut?”hehe Ok. Mereka adalah Ria (tuan rumah), Melta (dari Tanjung Enim), Desti (dari Indralaya), Bunga (dari Lampung). Sebenarnya rencananya ada banyak lagi rekan-rekan yang akan ikut jalan-jalan ini, tapi karena ada kendala dan lain-lain, akhirnya kami yang disebut di atas yang bisa ikut.

Hari Sabtu (2/7/2011), pagi-pagi sekali-sehabis Shalat Subuh sekitar jam 5.30 pagi, kami berangkat ke Semenda dengan menggunakan angkutan desa (di sini biasa disebut taksi). Taksi ini adalah mobil jenis pick-up yang diberi semacam kanopi, tentunya lengkap dengan tempat duduknya. Tidak ada kaca, jadi angin bebas membelai rambut-rambut kami yang duduk di pinggir dan mencoba mengarahkan pandangan kami ke luar untuk melihat pemandangan yang dilewati mobil.

Saya sedang berada di taksi menghadap ke arah belakang

Alam kecamatan Semende adalah alam yang asri berupa perbukitan. Cuaca di sini sejuk. Sebenarnya hampir sama dengan kecamatan Pagar Gunung, Lahat. Ya karena memang sebenarnya kedua-duanya sebenarnya berada di daerah perbukitan yang sama. Dari Kecamatan Semende ini bisa langsung menuju ke Kota Agung, Lahat.

Akhirnya selama kurang lebih 3 jam perjalanan, kami sampai di Kecamatan Semende tepatnya di Desa Pulau Panggung. Kami pun istirahat sejenak di salah satu rumah salah satu keluarga Ria. Di sini kami tidak terlalu lama. Di sini kami cukup Shalat Dhuha sebentar, cuci muka, dan menikmati durian yang isinya mantap-enak dan tebal dagingnya, tidak seperti durian yang pernah kami beli di Indralaya-mengecewakan.

 Saya berusaha membuka durian

Setelah istirahat, kami dengan menggunakan motor sewaan berjalan menuju desa yang lebih tinggi. Kebetulan saat ini padi sedang menguning. Kami disajikan bentangan permadani kuning yang membentang. Indah di pandang. Selain itu juga kami disajikan oleh indahnya lekukan-lekukan bukit yang dipandang dari ketinggian. Kami berhenti di beberapa tempat untuk berfoto, mengabadikan momen yang langkah ini-kebersamaan.

Beli bensin dulu, biar nggak takut kehabisan

 

Berpose di Hamparan Padi yang Menguning

 

Berpose dengan latarbelakang perbukitan Semende

Sehabis zuhur, sekitar pukul dua kami pun turun gunung sembari mencari masjid untuk Shalat Zuhur. Kami turun cepat karena kami rencananya akan langsung pulang ke Muara Enim lagi. Jika kesorean khawatir tidak ada angkutan lagi. Namun tetap saja, setelah kami sampai ke desa tempat kami berangkat ternyata diinformasikan bahwa semua angkutan tidak ada lagi. Kami pun akhirnya menginap di sini. Untuk mengisi sore, kami berjalan-jalan mengendarai motor dan makan durian lagi di pinggir bendungan. Asyik euy. Duriannya beda.

 Pamer Duren  

Di sini dingin sekali. Saya saja (diam-diam saja ya), tidak mandi.hehe Mohon jangan ditiru. Butuh pengelaman bertahun-tahun untuk bisa seperti saya.hehe Ya, karena memang pertama udara dan air memang dingin. Kedua, badan saya tidak gerah dan tidak berkeringat. Ketiga, sudah biasa.haha😀 Saya dengan Dimas, teman satu kos saya, tidur di atas. Wah, ternyata sungguh nyaman. Suasananya orisinil rumah tradisional. Dengan penerangan yang remang-remang, rumah kayu khas rumah tradisional, serta kasur dan selimut hangat. Sungguh malam itu malam yang berbeda, tidur yang nyaman dan nyenyak.

Besok paginya kami pulang ke Muara Enim. Ada agenda lain yang akan kami adakan di malam harinya, yakni bakar ikan. Sore harinya, mang cik (paman) dari Ria dan temannya, juga bersama Dimas dan saya yang juga sedikit-sedikit ikut membantu, menangkap ikan menggunakan jala di kolam ikan yang ada di depan rumah Ria. Cukup banyak yang kami dapatkan. Malamnya kami pun bersuka ria. Membakar ikan dan menyantapnya ditambah lagi dengan minuman es melon dengan isi nata de coco. Nikmatnya!

Bakar Ikan

11 pemikiran pada “Jalan-Jalan ke Semende

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s