TERGANTENG DI SBS

Aha..!!! Ini saya hadiahkan senyum terbaikku “^_^” bagi Anda yang beruntung membaca tulisan saya yang ke (lupa, sudah banyak sih!).hehe Ok, Anda pasti tak sabar ingin tahu sebenarnya apa yang akan disampaikan dalam tulisan ini. Nyantai! It will be, insyaallah, useful for you! Ya, setidaknya Anda tahu bahwa ternyata ada orang ganteng di SBS.hehe Eits, tapi jangan su’udzon dulu. Orang ganteng di SBS itu ada banyak. Nah kalau mau cari tahu siapa yang terganteng, ya mesti dibikin semacam survei atau gimana.  Eh, emang penting gitu ngomongin soal ganteng?! Udah, anggap aja penting! Jangan dibantah ok. Kita lanjut dengan pembahasan yang lebih penting. Mau tahu ? Ini penting untuk wawasan kita sebagai anggota keluarga Sang Bintang School.  Makanya, lanjut baca. Cuma singkat ini mah,ok!!!

ADA YANG KAGUM MELIHAT SAYA DI AMERIKA

Maaf ya, kenalan dulu kita mah. Saya (Ike Wardhana Efroza-biasa dipanggil Ike, also known as “iwaza”) lahir di Lahat. Kota yang seram ?! Oh, tidak. It’s beautiful place to live, it takes 5 hours from Palembang to get to Lahat. Nantilah saya cerita lebih banyak tentang Lahat. Ok! Saya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Unsri angkatan 2007 dan merupakan “apprentice instructor” in SBS (biar lebih keren gitu instead of saying “instruktut magang”.hehe

***

Beberapa kali orang berkomentar tentang rasa kagumnya ketika melihat foto saya yang sedang berdiri senyum dengan latar belakang Patung Liberty di New York. Saya sih senyum-senyum saja (masa sih belum pernah ke New York?! Hari gini!haha). Ada yang bilang “wah, iri deh. Pingin juga ke sana!”. Ada juga orang Inggris yang notabene teman saya di Facebook berkomentar “it’s the one of my favorite place”. Saya hanya bilang dalam hati “amin. terimakasih atas komentarnya. That’s a fake picture! Editan itu mah!haha Ya, terlepas penting atau nggak pentingnya bikin foto itu dan dipublikasikan, semoga itu bisa menjadi doa yang akan insyaallah akan dikabulkan. amin (tolong dibantu yak, diaminkan juga yak!hehe).

TAK LULUS MELAMAR KERJA, TAK LULUS BEASISWA KE LUAR NEGERI

“Dua kali puasa, dua kali lebaran”. Kalimat ini sepadan dengan nasib saya “2 kali melamar kerja, 2 kali mendaftar beasiswa”. Dua kalimat itu juga sama-sama memiliki aura negatif, yang satunya “nggak pulang-pulang” dan yang satunya lagi “nggak lulus-lulus”. Sayur asyem!!!hehe Apa gerangan? I dunno lah! Sejak awal kuliah sebenarnya banyak sekali lowongan-lowongan untuk mengajar yang ditawarkan oleh beberapa bimbel, tapi baru di akhir-akhir semester ini baru berniat untuk ambil bagian. Seperti biasa, saya selalu santai/percaya diri (bahkan rasanya terlalu percaya diri) dan merasa insyaallah mudah untuk bisa melakukan sesuatu, begitu juga ketika melakukan tes untuk bergabung di kedua bimbel tersebut. Tesnya oke-oke saja. Tapi ya, hasilnya tidak sesuai harapan, apa boleh baut. Untuk beasiswa, saya pernah mendaftar program belajar bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh kedutaan Amerika Serikat,yakni “IELSP”. Memang, rasanya wajar jika saya gagal. Karena untuk prestasi akademik saya cacat, 2 matakuliah saya tidak lulus (berani-beraninya ikut beasiswa!). Satunya lagi saya ikut pertukaran pemuda (Kapal Pemuda Nusantara) yang diselenggarakan oleh Purnacaraka Muda Indonesia (PCMI). Sebenarnya saya cukup percaya diri dan yakin di sini. Tes tertulis (Bahasa Inggris, Seni Budaya) insyaallah aman. Tapi sayangnya, ketika speaking test dimana kami diminta untuk “speaking” selama 3 menit sesuai dengan topik  yang kami ambil masing-masing dari panitia, saya mendapatkan topik berjudul “film censor board”. I was stuck at that time. Saya bingung “board” itu artinya apa-papan ? Benar-benar tak terpikir kalo itu artinya Lembaga Sensor Film.(Walah,walah..Piye toh Ke!)

TERSESAT DI SBS

Sebenarnya ada untungnya saya tak diterima di dua bimbel sebelumnya. Itu menandakan bahwa saya memang tak pantas melamar kerja, lulus dan kerja di situ.hehe  Di SBS, alhamdulilah saya diajak oleh manajer SBS Cabang Palembang untuk menjajal kemampuan mengajar saya di sini. Selama di sini, alhamdulillah sedikit demi sedikit persepsi saya digoyahkan untuk akhirnya dimantapkan dan insyaallah terus dimantapkan bahwa motivasi TO HAVE, TO BE, DAN VALENSI saya akan terpenuhi. Motivasi TO HAVE (yang menurut Jamil Azzaini,dkk dalam bukunya Kubik Leadership “sebaiknya diabaikan)  ialah tentu saja mendapatkan kesejahteraan dan bisa melang-lang buana. Motivasi TO BE saya (ini perlu difokuskan) adalah National Coach atau karir yang lebih tinggi dari itu. Dan terakhir yang paling penting, motivasi VALENSI (keseluruhan nilai kualitas diri) yaitu mengembangkan kemampuan dan pengetahuan tentang bisnis, marketing, psikologi peserta didik, pengajaran, pelatihan, dan lain sebagainya.

BERTAHAN, BERTAHAN, BERTAHAN

Saya belum lama di sini, di sekolah dengan visi Indonesia Jenius 2018 ini. Jalan masih panjang. Saat tulisan ini dibuat, alhamdulillah hati ini mantap untuk terus bertahan. Saya mungkin (dan tentu saja ada fakta) bahwa masih banyak kekurangan dalam proses pelaksanaan seluruh program SBS  yang berpotensi untuk menyebabkan kekecewaan. Untuk itulah, saya (juga kawan-kawan yang lain di SBS) pertama kali mesti menemukan hakikat dan tujuan besar dari aktivitas-aktivitas kita di SBS. Bagi saya, panduan teknis seperti Kampoenk Jenius Guide memang penting dan menjadi acuan kita dalam bekerja. Namun panduan yang utama bagi saya adalah niat kita untuk membantu mewujudkan visi besar yang secara umum tergambar dalam buku Keajaiban Belajar. Jadi ketika kita melihat atasan, atau bahkan Direktur Nasional melakukan sesuatu yang menurut kita tidak benar, tidak pantas, atau tidak sesuai prosedur yang kita pahami, tidak lantas membuat kita kecewa dan meninggalkan SBS (kecuali untuk alasan tertentu, seperti diminta presiden menjadi relawan di Kamboja). Sistem harus lebih kuat dari pada individu. Ya ndak ?! Ya,  semoga saja kita diistiqomahkan.amin

2 pemikiran pada “TERGANTENG DI SBS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s