Sebenarnya Aku Cinta Kalian (Dosenku)

Sudah lama nggak buka wordpress. Kebetulan sore hari (25/5) ini ke kampus buat ngenet gratis di perpustakaan Unsri, niatnya kepingin cari referensi untuk buat program bimbel yang seger saya dan teman-teman luncurkan sebentar lagi. Bulan Juli insyaallah sudah buka kelas. Bimbel ini kami namakan Sriwijaya Education Center (SEC) yang merupakan hasil dari pengajuan proposal kewirausahaan di Unsri.

***

Segera dibukanya bimbel ini adalah hal yang bisa menjadi salah satu dari banyak alasan bagi saya untuk tetap semangat  dan bahagia , mengabaikan segala permasalahan kuliah. Di semester ini saya harus rela untuk tidak diperkenankan mengikuti dua kuliah terakhir yang saya ambil hanya karena permasalahan tanda tangan kartu kuliah yang menjadi representasi kehadiran saya di kelas. Padahal dosen saya seringkali tidak hadir (kami juga libur), dan ketika hadir dengan begitu enaknya me-make up  dua kali tatap muka perkuliahan yang tertinggal dalam satu hari, artinya yang seharusnya dalam satu hari satu tanda tangan tetapi ditandatangani dua kali (bahkan katanya sampai 3-4 kali). Ruar biasa!

***

Pertama kali diberitahukan bahwa saya tidak diperkenankan lagi mengikuti perkuliahan, saya coba melapor dan mengklarifikasi permasalahan ini ke ketua Prodi. Jawabannya “tidak bisa, sudah peraturan”.  Peraturan yang ada disebutkan bahwa jika sudah lebih dari dua kali tidak masuk kuliah, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti UJIAN SEMESTER. Masalahnya adalah “SAYA BARU DUA HARI TIDAK MASUK KULIAH” dan “KENAPA SANKSINYA SAYA TIDAK DIPERKANANKAN LAGI IKUT KULIAH”. Saya berpikir dan merenung apa yang semestinya saya lakukan. Saya pun mengkonfirmasi keputusan tersebut kepada Kepala Jurusan Bahasa dania mengiyakan kebenaran keputusan tersebut. Saya juga mencari informasi ke salah satu dosen tentang HAK DAN KEWAJIBAN DOSEN, ternyata memang ada, katanya ada SOP (Standard Operating Procedure) perkuliahan yang dibuat oleh pejabat(dosen juga) di FKIP Unsri. Tapi sampai saat ini SOP itu belum saya cari.

***

Jujur saya sebenarnya tidak tega jika harus menindak ini. Akhirnya saya berpikir untuk mengikhlaskan permasalahan ini. Biarlah saya mengulang lagi dua matakuliah tersebut di tahun berikutnya. Saya langsung mengirimkan SMS kepada Ketua Jurusan yang kebetulan dosen di Bahasa Inggris. Kata saya di sms “Assalamualaikum bu. Saya ikhlas untuk tidak diperkenankan lagi mengikuti kuliah. Tapi ada syaratnya, doakan saya sukses dan bisa menjadi pribadi yang luar biasa. Semoga jurusan dan prodi maju di tangan ibu. Salam hormat.Ike” Lega rasanya setelah itu.

***

Selang beberapa hari, saya dipanggil ketua jurusan untuk menemuinya. Saya penasaran “what will she tell to me”. Ternyata ia cuma ingin bilang bahwa permasalahan ini juga menjadi perdebatan antara dosen yang bersangkutan. Intinya saya tak tahu. Yang pasti keputusannya saya tetap tidak diperkenankan karena katanya dosen yang bersangkutan kekeh. Saya tak tahu apa ini cuma sekedar untuk menyenangkan hati saya saja atau memang benar adanya. Karena setahu saya, dosen yang bersangkutan bilang “SAYA SEBENARNYA TIDAK MASALAH KALIAN TIDAK MASUK 3 ATAU 4 KALI. ASAL KETUA PRODI ATAU KAJUR JUGA TIDAK MEMPERMASALAHKAN”. Well, intinya saya sudah acuh dengan permasalahan ini. Tapi terakhir saya mendengar berita bahwa dosen yang bersangkutan tampaknya kecewa karena rumor tak sedap di lingkungan dosen Bahasa Inggris, karena saya.  Weh, padahal saya bisa dikatakan sudah menjadi pihak yang mengalah dan memilih tidak lagi mempermasalahkan masalah ini. Gimana jadinya kalau saya mengambil sikap tegas untuk menuntut keadilan Wuis..keadilan euy.  hehe Ya dengan banyak cara, banyak teman aktivis yang mau mendukung mempermasalahkan ini jika mau. Tapi, saya terlalu pengasih untuk mau melawan. Apalagi sebenarnya dosen itu baik sama saya.SEHARUSNYA MEMANG JANGAN ADA DUSTA DIANTARA KITA.hehehe Apa pun, sebenarnya saya cinta kalian dosen-dosenku tercinta. Jangan diulangi lagi yah.^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s