Akhirnya. .ECamp!

E-Camp Brotherhood

Tulisan ini melanjutkan kisah saya tentang usaha saya agar bisa mengikuti ECamp (pelatihan Entrepreneurship). Di akhir tulisan, saya sampaikan bahwa akhirnya saya tidak bisa mengikuti ECamp ini karena tidak berhasil mendapat pinjaman karena memang biayanya yang memang cukup mahal,Rp 2.700.000, sedangkan saya hanya cuma punya uang sekitar Rp700.000 dan itu pun sebenarnya uang keperluan saya dalam satu bulan. Tapi tahukah kawan, akhirnya saya bisa mengikuti ECamp. Bagaimana bisa? Untuk itulah saya sampaikan di sini.

***

Hari itu, kalau tidak salah, 3 hari menjelang ECamp di mana Ecamp diadakan pada hari Jumat. Pada hari itulah saya memutuskan untuk membatalkan pendaftaran saya untuk mengikuti ECamp. Ada perasaan lega setelah itu karena uang saya akan segera ludes itu akhirnya aman dan dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Bagi saya uang Rp700.000 pada saat itu sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan saya sehari-hari, karena hari itu sudah masuk pertengahan bulan. Singkat cerita sampailah pada hari kamis sore, sehari sebelum ECamp. Akhir pekan yang seharusnya dihabiskan untuk mengikuti ECamp akhirnya saya ganti dengan mudik, pulang ke daerah asal saya, Lahat untuk mengembalikan HP kakak saya yang akan diperbaiki yang saya bawa dari Jakarta beberapa hari yang lalu (padahal niatnya untuk menghilangkan penat, cari inspirasi. hehe).

***

Sore itu saya seperti biasa menunggu bis di dekat kampus Unsri dan akhirnya naik bis telaga biru yang, “beruntungnya”, sudah penuh dan penumpangnya yang duduk ternyata semuanya bertujuan ke Pagaralam (lebih dulu Lahat 1 jam dari Palembang). Pertama kali masuk rasanya ada keinginan untuk mengeluh, meski dalam hati “kenek (kondektur dalam bahasa Palembang) sialan”. Tapi ya sudahlah “it’s good for nothing”. Saya mencari alasan agar pikiran dan hati saya merasakan hal positif dan mengenakkan. Ikhlas berdiri selama 4 jam dan sungguh menyisakan beban pada kaki saya yang tidak terbiasa berdiri selama itu.hehe

***

Sekitar pukul 8 malam akhirnya saya sampai juga di Lahat. Shalat sudah saya kerjakan di restoran ketika bis berhenti untuk istirahat, hanya ada satu yang belum terpenuhi “makan”.hehe Setelah selesai makan, saya pun ke lantai atas yang kebetulan ada komputer yang sedang tersambung ke internet. Tiba-tiba HP di tangan saya bergetar, “1 pesan masuk!” yang kira-kira dalam Bahasa Indonesia isinya begini (aslinya bahasa Palembang), “Asslkum dik, ikut saja ECamp. Sayang kalau nggak ikut karena pembicaranya . . .dan yang penting. . .Nanti untuk masalah dana kita cari solusinya. Kamu ada dana berapa?” Saya pun membalas “cuma ada Rp700.000 kak!”. “Oke, kamu bisa ya genapkan uangnya jadi Rp1.000.000, sisanya nanti kakak yang tambahin”, balasnya. “Wah, alhamdulillah. Insyaallah bisa kak”, kembali saya membalas. “Ok. nanti ada panitia yang menghubungi untuk memberi tahu info apa saya yang perlu dipersiapkan”, ujarnya lagi.  “Ok. terimakasih banyak kak”. Tidak saya sangka-sangka satu hari sebelum ECamp, saya mendapatkan keberuntungan yang luar biasa.

***

Sempat diberitahukan sebelumnya bahwa ECamp dimulai sore pukul 4. Tentu saja karena saya saat itu baru saja tiba di Lahat, langsung memberitahukan kepada orangtua saya kalau saya akan pulang lagi ke Indralaya (tempat kampus Unsri berada, 1 Jam sebelum Palembang) malam itu juga. Berangkatlah saya sembari memberitahukan salah satu teman yang bisa diandalkan untuk mencarikan pinjaman uang Rp300.000 besoknya.

***

Subhanallah, hari Jumat ketika ECamp dimulai saya hanya bisa tersenyum syukur bahwa usaha, do’a, keyakinan, dan keikhlasan saya selama ini berbuah manis. Saya ingat sekali dalam doa-doa saya, saya mevisualisasikan saya seolah-olah sudah berada  di pelatihan ECamp. Saya juga teringat sebuah buku yang tidak beberapa lama saya khatamkan, yakni buku “Quantum Ihkhlas” yang saya pikir lebih luar biasa dari The Secret. Ada metode-metode yang diajarkan ketika kita ingin mengharapkan sesuatu. Inti yang saya dapatkan adalah tenang, usaha, ikhlas (bersyukur dan merasa bahagia), dan terus menebar energi positif. Hukum alam yang memang sudah ditetapkan oleh Allah akan membawa kita pada kesuksesan. “Jumlah usaha= Hasil Usaha Tampak + (tabungan positif). Tabungan positif ini lah (usaha yang belum terbalas) yang suatu saat nanti pasti akan dicairkan sebelum kita meninggal. Dan jika usaha kita diniatkan untuk mengharapkan ridho Allah, maka akan ada tabungan lain yang berbeda yakni Tabungan Pahala yang akan dicairkan di akhirat. Hal ini menjawab mengapa orang yang atheis pun tetap bisa sukses di dunia, tapi belum tentu di akhirat.Wallahualam

Satu pemikiran pada “Akhirnya. .ECamp!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s