Nasi Uduk Makannya Duduk

Waktu itu hari Kamis. Pagi-pagi sekali saya sudah ke kampus..hmm, maaf! Maksud saya pagi-pagi sekali saya sudah absen di sebuah warung nasi uduk untuk sarapan pagi. Nasi uduk ini sudah jadi langganan saya. Satu porsi harganya 2 ribu, komplit dengan sambal tempe, mie bihun dan telor dadar yang dipoting-potong kecil. Biasanya, saya tak akan mulai makan jika bakwan sebagai teman makan nasi uduk masih digoreng. Cukup sampai di situ ? Masih ada yang kurang, yakni sambal. Seperti yang sering saya singgung, makan nasi tanpa sambal, bagai makan sambal tanpa nasi.Loh?haha Intinya, nasi uduk ini enak bahkan porsinya banyak. Hampir setiap kali makan saya selalu kelebihan. Ujung-ujungnya saya minta porsinya dikurangi, takut nanti tidak kehabisan lagi. Oh ya, satu lagi. Yang pasti, di sini tidak diperkenankan makan berdiri. Nasi uduk, makannya duduk.hehe Itu aja dah. . .salam anak kos😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s