Tak Tahulah (Pengalaman Berorganisasi)

Aku langsung terdiam, merasa aneh. Tiap kali rasanya selalu begitu. Maaf, sebelum melanjutkan membaca, saya ingin pembaca tahu, saya menulis ini tidak dengan rasa benci atau pun jengkel. Saya hanya merasa patut untuk menuliskan pendapatku tentang kejadian-kejadian yang aku alami. Oke, saya lanjutkan. . .

 . . .aku terdiam, tak melanjutkan pendapatku dalam sebuah rapat persiapan acara di sebuah organisasi yang aku ikuti. Anggap saja organisasi ini bernama Antam, yang sebelumnya memberitahukan saya bahwa saya adalah Penanggungjawab salah satu urusan dalam kepanitiaan acara yang akan dilaksanakan.

***

Kondisinya, saat itu, saya, dan saya yakin beberapa yang lainnya juga, tidak tahu bagaimana gambaran keseluruhan acara tersebut, bagaimana perkembangan persiapan acara tersebut dan bagaimana sistem persiapan acara tersebut. Untuk mengetahui ketiga hal tersebut, saya rasa, saya mesti bertanya dengan ketua pelaksana dan sekrtetaris pelaksana atau dengan konseptor acara (penggagas acara) yang biasanya tidak termasuk dalam kepanitiaan (organizing committee), yakni pengurus harian atau steering commitee yang memang dari awal sudah membahas konsep acara.

***

Tapi, yang ada, dengan penuh kemakluman, konsep acara ternyata masih akan dibahas dalam rapat kepanitiaan. Ya katakanlah misal Antam ini tidak memiliki SDM yang cukup sehingga anggota Steerinng Commitee juga masuk dalam Organizing Comittee. Tapi, setidaknya konsep acara harus sudah matang sebelum diamanatkan pelaksanaannya kepada kepanitiaan (organizing commitee) sehingga kerja kepanitiaan tidak lagi mengurusi bagaimana konsep acara, kasihan ketua pelaksana yang jadi penanggung jawab kepanitiaan.

***

Yang perlu dilakukan kepanitiaan semestinya adalah memastikan acara yang sudah disusun matang (dengan berbagai pertimbangan) oleh Steering Commitee agar dapat dilaksanakan dengan lancar yaitu dengan membagi kerja persiapan pelaksanaan acara dalam berbagai divisi, seperti divisi publikasi, divisi acara, dan lain-lain.

***

Itulah sebenarnya yang ingin saya katakanu, tentang sistem persiapan acara, tentang manajemen rapat, tentang disiplin waktu rapat yang mesti dijalankan. Meski susah, ya kita tetap harus belajar. Tapi ya sudahlah, ketika itu juga pendapat saya langsung dipotong tanpa moderasi ketua rapat. Ketua rapat, yang dalam hal ini tentunya adalah ketua pelaksana, tidak begitu mengambil peran dalam kepemimpinan rapat, ya seperti yang saya katakan sebelumnya, ketua pelaksana juga masih belum jelas dengan gambaran acara. Tampak lancar memang. Tapi  apakah kita sadar jika organisasi Antam ini adalah organisasi besar. Apakah kita tidak diajarkan bagaimana caranya menyikapi pendapat dalam sebuah forum.

***

Terkadang kita terlalu ofensif ketika pendirian kita dalam rapat ditentang, tanpa melihat lagi plus minus dari pendapat yang baru muncul tersebut. Ya, katakanlah yang berpendapat “sedang ngawur” bahkan “sedang mabuk”, setidaknya ada cara yang elegan dengan etika komunikasi yang selama ini sering kita baca di buku-buku. Kita merasa benar dengan tindakan kita dengan menganggap pendapat orang tersebut tampak terdengar ngawur, merusak jalannya rapat, tapi tanpa sadar kita telah merampas hak menyampaikan pendapat dan berhak dihargai dalam berpendapat.

***

Ya, saya terlalu lemah untuk membantah, terlebih lagi untuk menyatakan sikap seperti dengan melakukan walk out. Meskipun saya yakin dengan tindakan tersebut bisa menjadi bagian dari pendidikan organisasi, namun saya kurang yakin hal tersebut akan efektif, yang ada malah saya dituduh yang bukan-bukan. Menurut pembaca yang budimana bagaimanakah sikap saya?Sudah cukup bijakkah saya dengan hanya berdiam diri, yang penting rapat berjalan.

***

Terlepas apakah yang saya tuliskan di sini benar atau tidak, setidaknya ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama bagi saya sendiri. Saya yang mungkin tampak begitu terlalu teoritis namun lemah di pengamalan, insyaallah akan terus mencoba menyadarkan diri, menilai, apakah memang yang saya katakan sangat jauh dengan pengamalan-pengamalan yang saya lakukan. Semua tentu bisa menilai. Dan saya berharap kita semua bisa terus menyadarkan diri.wallahualam, Yang Miskin Ilmu dan Amal.

***

oh ya, mungkin ini bisa menjadi referensi utk kepanitiaan acara :

http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=156885581032710 dan http://yozaanshori.multiply.com/journal/item/16

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s