Di Persimpangan Jalan (Bingung)

Akhir-akhir ini banyak hal yang membuat aku berpikir untuk memantapkan rencana hidup yang sudah aku tetapkan sebelumnya. Setelah tamat, seperti yang telah aku nyatakan berulang-ulang, setelah tamat kuliah (insyaallah tahun 2012) aku akan meniti pendidikan pascasarjana dan karir di Jakarta atau Bandung.

***

Sebenarnya belum begitu jelas jalan-jalan yang bisa mengantarkan visiku untuk membuka usaha bisnis perjalanan, yang aku pikirkan selama ini adalah sebelum tamat aku akan siapkan persyaratan pendaftaran Pascasarjana Jurusan Manajemen Bisnis Perjalanan di Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Bandung. Masalah dana, belum begitu pasti, aku masih mengharapkan bantuan dana dari keluarga yang mungkin masih bisa membantu, atau kalaupun memang tidak memungkinkan, mungkin aku akan mencari kerja dulu, misalnya mengajar di sekolah-sekolah atau tempat kursus, atau apa saja yang bisa memberikan tambahan pendapatan untukku.

***

Aku hanya berpikir di Jakarta dan di Bandung bisa memberikanku suasana baru, orang-orang baru, dan pengalaman-pengalaman baru terlepas apakah nanti langkah-langkahku untuk menggapai cita-citaku menjadi pengusaha bisnis perjalanan terjalankan atau tidak. Karena, anggap saja misalkan aku berhasil menamatkan S2 Manajemen Bisnis Perjalanan, belum terpikir dengan jelas di otakku langkah-langkah apa saja yang memungkinkan aku dapat membuka usaha bisnis perjalanan.

***

Mungkin kawan-kawan bertanya-tanya, apa sih yang membuatku ingin sekali menjadi pengusaha bisnis perjalanan. Hal yang paling utama adalah akrena salah satu dari beberapa minat-minatku adalah traveling. Rasa-rasanya tidak ada yang tidak menyukai traveling. Hanya saja mungkin yang tidak selalu disukai orang adalah bersibuk ria memanajemen sebuah perjalanan wisata untuk menyenangkan orang banyak. Kebanyakan orang mungkin hanya ingin jalan-jalan, tanpa harus memikirkan persiapan-persiapannya yang ribet bagi kebanyakan orang.

***

Aku menyukai itu, ketika orang-orang senang dengan agenda perjalanan wisata yang aku siapkan.  Kemudian, alasan kenapa aku begitu ingin pengusaha bisnis perjalanan adalah karena aku memang ingin penjadi pengusaha, bukan pegawai, meski mungkin untuk menuju jalan menjadi seorang pengusaha awalnya bisa menjadi pegawai dulu. Selanjutnya hal yang membuat aku memilih bisnis perjalanan adalah karena bisnis ini cukup menjanjikan. Kebutuhan orang untuk melakukan perjalanan wisata atau cuma sekedar perjalanan biasa, rasa-rasanya semakin hari akan semakin bertambah. Mungkin kawan-kawan akan bertanya mana buktinya. Aku hanya merasa tidak perlu untuk menunjukkan alasan-alasannya secara ilmiah. Silakan pikirkan sendiri dan cari tahu sendiri. Karena boleh jadi memang itu cuma perasaanku saja. Tujuanku menulis ini juga bukan untuk membuat kalian setuju dengan pendapatku. Aku hanya ingin berbagi.

***

Aku Mulai Menimbang-Nimbang Lagi Rencanaku

Beberapa minggu ini, aku bersama-sama kawan sibuk mempersiapkan pendirian sebuah Usaha Jasa Pendidikan. Usaha ini akan segera berdiri, insyallah, jika dana yang kami dapat dari pengajuan proposal program kewirausahaan yang diadakan Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Sriwijaya (LPM Unsri) sebagai pusat inkubator bisnis di Unsri dapat dicairkan. Usaha ini sebenarnya adalah buah dari program kerja Departemen Pendidikan dan Kewirausahaan BEM FKIP Unsri. Ketika itu beberapa orang yang memang dianggap berkompeten untuk nantinya menjadi pengelola perintis usaha jasa pendidikan ini ditetapkan, termasuk di dalamnya aku. Selain itu, kebetulan aku juga diminta oleh teman lain di luar BEM FKIP Unsri untuk masuk sebagai pengelola pada usaha kursus Bahasa Inggris yang proposalnya juga akan diajukan ke LPM Unsri. Namun, pada akhirnya usaha yang pertama yang lulus untuk dicairkan dana investasinya.

***

Aku baru terpikir bahwa butuh waktu yang lama untuk memajukan usaha jasa pendidikan kami tersebut. Aku mulai menimbang-nimbang untuk mengganti rencana hidupku. Rencana awal yang tampaknya sudah sangat mantap kini goyah. Apalagi, aku juga punya satu pilihan usaha lainnya, yakni menjadi pengusaha herbalis “HPA”, sejenis usaha MLM. Prospeknya sungguh menjanjikan. Aku mulai berpikir apa yang akan aku lakukan jika aku akhirnya memilih meniti karir di Palembang. Sebagai tambahan rencana hidup, jika saja aku harus memilih tinggal di Palembang, aku ingin mengajar di sekolah di Palembang serta fokus untuk menjadi pengusaha di HPA. Atau mengembangkan usaha jasa pendidikan yang aku sebutkan tadi di Indralaya dan fokus untuk menjadi pengusaha di HPA.

***

Lalu yang mana yang akan aku pilih? Berat untuk memutuskan. Pikiranku kadang berubah-ubah. Namun yang pasti, setidaknya aku sudah memperjelas pilihan-pilihan jalan hidup yang tinggal aku pilih untuk ditapaki. Apa pun keputusanku nanti, semoga menjadi jalan terbaik buatku. Saran dan masukan dari kawan-kawanlah yang mungkin bisa membantuku agar hatiku semakin mantap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s