Tak Mau Belajar Bukan Karena Malas

Dikutip dari buku “Pengalaman Masa Kecil” -Nur Sutan Iskandar

Semoga bermanfaat untuk wawasan kependidikan kita…

Saya dapat mengatakan beruntung jua, karena dalam umur lima belas tahun telah jadi guru itu, saya dapat jua bergaul dengan kawan-kawanku. Jadi bukan dengan engku-engku guru! Saya bertambah setia kepada anak-anak, dan mereka pun bertambah percaya kepadaku. Hal itu tidak meragukan hatiku akan menghadapi masa depan. Malah menjadi tanda baik. Anak berumur lima belas tahun, yang gemar belajar, bukan anak kecil sejati lagi; tetapi ia tidak pula akan menjadi orang dewasa sejati.

Saya berkehendak jua, supaya ibu bapak dalam hal itu semakin percaya kepada anaknya yang segan belajar. Sebab hal itu pun tanda baik jua. Seperti kata yang terlompat dari mulut Andung Muda tentang halku semasa kanak-kanak dahulu, “elok kini dia tak mau mengaji, alamat kelak dia akan rajin. . .” Laksana bunga bibir saja! Tapi sungguh alamat anak itu tidak mau menelan makanan yang tidak dapat dicernakannya. Yang akan merusakkan perutnya. Semakin ia jadi anak sejati, semakin banyak ia menyanggah sesuatu yang dinamakan makanan jiwa, tetapi sesungguhnya tidak lain daripada barang tiruan. Kebanyakan anak-anak berlaku kurang patut dan keras kepala, bukan karena enggan atau malas, melainkan karena mereka itu telah merasa lebih dahulu: tidak mau dibujuk-bujuk. Kalau pekertinya itu dilanggar dengan keras, diperkosa, niscaya mereka itu melawan.

Dan anak-anak yang mempunyai perkerti yang kuat semacam itu, tentu banyak menaruh pengharapan yang baik bagi masa depan. Pikiran mereka itu segar.  Sekali, kalau sudah tiba waktunya, tentunya mereka itu akan menjadi laki-laki atau perempuan yang kuat dan sehat. Dalam hal pendidikan yang berdasarkan ilmu pengetahuan, benar belaka, yaitu pendidikan itu meyebutkan, bahwa tiap-tiap usia mempunyai minat dan kepentingan yang istimewa. Sebab itu betul jua kata orang tua-tua, “Dahulu manusia tidak berpakaian, tapi sekarang sudah bercelana. . .”Dahulu. Dan anak-anak yang gemar bermain-main dahulu itu pun, pada suatu ketika, tentu akan menjadi orang yang suka belajar dan berkerja kelak.

Untuk diri sendiri, untuk keluarga, dan istimewa untuk masyarakat jua, kalau sudah tiba waktunya.

2 pemikiran pada “Tak Mau Belajar Bukan Karena Malas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s