“MERAPAT” DI KEREMANGAN KEBUN TEH (PAGARALAM)

“MERAPAT” DI KEREMANGAN KEBUN TEH (PAGARALAM)

Dikutip dari buku Jelajah Musi 2010-oleh Kompas

Tim ekspedisi Jelajah Musi 2010, Sabtu (6 Maret 2010) malam, tiba di areal perkebunan the milik PTPN VII sekitar pukul 20.00. Kabut tipis yang mulai turun dari lereng gunung Gunung Dempo menambah dinginnya suasana malam itu. Saat mobil melintas di tikungan pertama menuju Villa Gunung Dempo, mata kami tetuju ke sebuah papan persegi empat bertuliskan “Dilarang berkemah di Areal Perkebunan The”. Sekitar 200 meter ke depan dari papan nama itu, terparkir dua sepeda motor di pinggir jalan. Sesaat kami heran dan bertanya di mana pemilik sepeda motor ini. Keheranan ini dijawab pengelola villa dengan penjelasan bahwa tiap malam Minggu banyak anak muda datang kea real kebun the. Sepeda motor di parker di pinggir jalan dan pasangan itu biasanya “merapat” dalam perkebunan the. Spontan saya menanggapi, seharusnya tulisan itu diganti dengan tulisan “Dilarang ‘Merapat’ di Keremangan Kebun Teh”.

 

Bony Dwi Pramudyanto

Tim Jelajah Musi 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s