Akhirnya Kuliahku

Perjalananku sebagai mahasiswa rasanya cepat sekali mendekati penghabisan. Alhamdulillah sekarang aku sudah sampai semester 8. Jadi teringat perjalananku dari awal masuk kuliah sampai sekarang. Yang aku tahu, dari dulu aku tak pernah merasa kuliah itu sulit. Tak tahulah, ini dinamakan meremehkan atau apa. Tapi bagiku ini bukanlah peremehan. Ini adalah sebuah cara memandang setiap persoalan dalam hidup dengan pikiran yang membahagiakan. Tak perlu terlalu khawatir, dibawa santai saja. Tapi jangan pula pasrah 100 persen tanpa ada usaha dan berleha-leha semata.

Aku ingat waktu itu, ketika bersama beberapa kawan-kawan SMA menjalani tes SNMPTN di Polsri Palembang.  Dari beberapa teman itu, ternyata cuma dua orang yang lulus, aku dan temanku yang bernama Kuntho Wibisono (biasa dipanggil Wibi). Aku akhirnya jadi mahasiswa, bro! Akhirnya status siswa bisa beralih ke “mahasiswa” tepatnya “mahasiswa Universitas Indralaya (UI)..hehe Maksudnya Universitas Sriwijaya! Benar-benar tak disangka. Padahal, beberapa teman malah sangat yakin akan lulus. Ya, jodoh di tangan Tuhan, eh maksudnya nasib ada di tangan Tuhan.hehe Alhamdulillah aje lah..

Keberhasilanku lulus masuk Universitas Sriwijaya juga tak lepas dari doa-doa yang dipanjatkan oleh teman dan keluargaku, terkhusus orangtuaku. Suatu hari, pernah aku dengan kedua orangtuaku Shalat berjamaah di rumah dan orangtuaku mendoakan aku agar bisa lulus SNMPTN. Jadi terharu..Waktu itu, aku juga sering berpikir bagaimana kelanjutan hidupku jika saja aku tak lulus masuk Unsri. Mau masuk sekolah swasta yang berkualitas, mahal. Mau ikut STAN dan sebagainya, wah..otakku nggak kesampean. Tapi alhamdulillah, ternyata Tuhan mengabulkan doaku. Aku lulus masuk Universitas Sriwijaya, FKIP, program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Padahal waktu SNMPTN, aku cuma bisa mengisi soal Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia da IPS, itupun tak begitu yakin. Tak kusangka juga waktu itu, ternyata teman-temanku yang lulus di jurusan yang sama ternyata banyak yang pilihan jurusan pertamanya “kedokteran”. Jujur, waktu itu ada rasa minder juga. Beruntungnya aku berada di tengah-tengah orang pintar.

SEMESTER AWAL

Beruntung sekali, kakak kandungku dan sepupuku juga kuliah di Unsri. Ada pengaruhnya juga. Sebagai mahasiswa baru, aku begitu merasa percaya diri. Aku mencoba berlaku seolah-olah mahasiswa lama, dengan tampang meyakinkan dan gaya yang meyakinkan: rambut sedikit gondrong, celana jeans, dan kaos “the northface hitam”.

Di semester awal ini, karena masih terbawa mental-mental anak SMA (sok santai) beberapa nilai kuliahku tidak begitu memuaskan. IP ku di bawah 3,0. Karena itu aku tak bisa mengambil matakuliah penuh di semester berikutnya. Tentunya itu sedikit mengganggu kelancaran kuliahku. Tapi, “santai” harus tetap ditegakkan.hehe Apa gunanya mengeluh dan terlalu berkhawatir ria. Yang penting jalani dan terus berusaha dengan cara yang bersih dan sehat.

Selain sikap yang terlalu santaiku itu, kebetulan aku juga cukup aktif dalam organisasi kampus. Di semester awal, aku pernah bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam Wigwam Fakultas Hukum Unsri (Gemapala Wigwam FH Unsri). Dari awal hingga sekarang, selain di MAPALA  aku pernah aktif di BO Barokah FKIP Unsri, BEM, dan Lembaga Dakwah Kampus.

AKHIRNYA

Sekarang, aku sudah sampai semester delapan (tentunya). Siapa kira, ternyata kuliahku tak jauh beda “lancarnya” dengan teman-temanku yang lain. Malah aku merasa lebih beruntung, di saat judul skripsiku sudah siap untuk dibuat propososal penelitiannya, ternyata masih banyak teman-teman yang masih bingung mencari judul skripsi. Apa lagi sekarang ini nilai-nilaiku yang bermasalah sudah aku bereskan semuanya. Saatnya “summit attack”!hahai^^

Wisuda sudah di depan mata, meski yang lain mungkin berpikir “masih banyak yang perlu ditempuh untuk melewati skripsi”. Aku sekarang tak begitu ambil pusing mengenai skripsi. Sekarang yang lebih kupikirkan adalah masa depan. Langkah-langkah apa yang akan aku ambil setelah lulus dari Unsri.

Karena aku sudah mahasiswa tingkat akhir, tampaknya aku sudah pantas memberikan nasihat bagi pemula-pemula yang baru mau kuliah atau yang baru memasuki dunia perkuliahan.hehe Aku tak menyarankan kalian untuk tidak serius kuliah. Tapi aku juga tidak menyarankan kalian (yang kuliah) untuk membuat segala sesuatu serba sulit dan rumit. Gunakan waktu luang selain kuliah untuk mencari pengalaman sebanyak mungkin. Nilai kuliah bukanlah segala-galanya, meski beberapa hal bisa dimulai dari nilai kuliah. Jadi ya, nilai kuliah mesti bagus juga, tapi nggak usah lebai untuk tamat dengan cum laude, sampai-sampai menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan nilai lebih. Terakhir, doakan aku supaya menjadi orang yang sukses setelah “quit” (dengan terhormat) dari tempat ini (baca: Unsri).hehe

9 pemikiran pada “Akhirnya Kuliahku

  1. dpp kak, untuk nmbh” follow be. biar men bukak yng kk, dri blog ane biso..
    emang sih ribet makek blogspot tu..tpai la tlanjur buat disitu..hhe
    aktifke lagi be blogspotnyo kak..

  2. oh, kalo di WP tautan. manual kk masukkn link blog didi di halaman blog kk. itu jingoklah di “blog sahabat” di beranda bkk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s