KISAH KETUM SEESPA (EDSA) 2009-2010

16 Juni 2010, Pagi Cerah sekitar pukul 6 di Kosanku, seberang gerbang Universitas Sriwijaya.

Logo EDSA UnsriSetiap kali mau nulis, seringkali gue bingung gimana harus memulai (dengan harapan agar lebih “nyastra”). Dan ujung-ujungnya malah tulisan jadi nggak jalan gara-gara mikirin kalimat pembuka. Ya udah, oleh kerana itu (orang Malaysia bilang begitu), nggak usah banyak cing-cong nih gue buka tulisan ini dengan kalimat yang nggak begitu “nyastra” (lah wong gaya tulisannya aja “loe-loe, gue-gue”..hehe), yang penting isinya dapet (kamsud saya “dapet” bukan berarti datang bulan” haha). Okelah kalo begitu, lewatin aja paragraf pertama ini kalo males bacanya. Eh iya dah, sambil menyelam minum air, buat yang baca, salam kenal aja dari gue- “manusia (baca: jeme Lahat) yang ingin maju”.

Apa itu SEESPA ?
SEESPA itu HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN gue, Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan Unsri. SEESPA adalah singkatan dari Student of English Education Study Program Association. Keren yah ? Atau Kepanjangan namanya ?hehe

Perjalanan Gue di SEESPA

Perjalanan gue di SEESPA dimulai saat inagurasi SEESPA, yakni kegiatan ramah tamah di ruangan terbuka dengan berbagai macam kegiatan outbound low impact yang disediakan oleh kakak-kakak senior. Waktu itu kegiatannya di Punti Kayu Palembang (kalo yang belum pernah denger Punti Kayu, mungkin bisa “search” aja di google-pasti nggak ada..hehe). Kesan pertama, bigitu menggoda. Yah memang kegiatannya cukup menarik karena agak banyak senior dari berbagai angkatan yang datang. Kalo nggak salah waktu itu ada senior dari angkatan satu tahun di atas gue sampai 3 tahun di atas gue. Gue angkatan 2007 jadi waktu itu ada angkatan 2004, 2005, dan 2006. Gue inget waktu itu, karena gaya gue memang cukup menantang (maksudnya tampilan gue dengan sepan gunung dan kaos tanpa lengan-“U CAN SEE my armpit” dan gaya yang sok cool dan cuek, gue disuruh push-up oleh salah satu senior-pengen menguji ke-macho-an gue. Eh ternyata, setelah dapet cerita dari senior setelah beberapa hari kemudian, mereka kebetulan berharap ada mahasiswa Bahasa Inggris laki-laki yang bisa maen bola kaki.wakakakak Kebetulan…gue bisa tuh. Gini-gini mantan pemain junior Persatuan Sepakbola Kabupaten Lahat (hahaha.sombong).
Beberapa bulan (atau beberapa hari kali ya), datanglah bulan puasa, satu lagi kegiatan di SEESPA yang bisa ditebak, ayo apa coba ??? betul, “BUKA BARENG DAN SAHUR BARENG”. Alhamdulillah berjalan lancar dan menyenangkan, keakraban kami dengan kakak-kakak senior jadi makin meningkat. Secara memang angkatan gue pada waktu itu rata-rata “SKSD”-sok kenal sok dekat.haha Tapi itu bagus, dari pada diem, malu-malu, mahasiswa koq nggak supel, balik aja jadi siswa SMA.hhe

Kegiatan di awal-awal tahun yang gue ikutin bersama kawan-kawan seangkatan gue, yakni Musyawarah Besar, biasa disingkat Mubes. Waktu ini memang Mubes ini dlaksanakan di ruang sidang Dekanat FKIP Unsri, dikit yang dateng, gue aja waktu itu dateng cuma diujung waktu karena kalo nggak salah harinya bertepatan dengan waktu kuliah. Waktu itu gue dibilangin oleh salah satu senior “nih, belajar gimana sidang” trus “ayo tanya-tanya kasih pendapat!”. Dan pada mubes ini, terpilih ketua Umum SEESPA yang baru, Bambang Ardiansyah angkatan 2006, menggantikan Ardiansyah angkatan 2005. (Sebenernya kronologis kegiatan di SEESPA waktu awal-awal masuk gue nggak begitu inget, dan mungkin aja kebalik-balik).

Setelah dipilih ketua umum baru, maka dibentuklah kepengurusan yang didalamnya terdiri dari angkatan 2006 dan 2007. Waktu itu gue jadi staf departemen kaderisasi. Di i tahun ini kayaknya SEESPA kegiatan berorganisasinya tampak nggak begitu sehat, rapat dan lain-lain kayaknya jarang dilakukan, terkhusus rapat per departemen. Gue nggak begitu paham bagaimana kondisi SDM-nya waktu itu, apakah ketua departemennya juga nggak begitu aktif sehingga kami pengurus yang masih memang belum paham teknik-teknik berorganisasi ditambah “masih seneng-senengnya kuliah”, tak paham apa gunanya rapat dan lain-lain. Jadi di tahun ini angkatan gue cuma kebagian job mempersiapkan “buka sahur bareng mahasiswa baru angkatan 2008” dan “inagurasi 2008”. Oh ya, untuk diketahui, di awal tahun, selain SEESPA, gue juga tergabung di Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam Wigwam Fakultas Hukum unsri, dan setelah itu juga bergabung di Lembaga Dakwah Fakultas Badan Kerohanian dan Dakwah Islamiah FKIP (yang ini sebenarnya nggak sengaja bergabung, karena waktu itu ada kebosanan dan ketidaknyamanan di Mapala-sehingga akhirnya juga bergabung di Barokah). Singkatnya, di tahun terakhir di adakan Musyawarah Besar di mana beberapa bulan sebelumnya diadakan “SEESPAVAGANZA”, lomba Bahasa Inggris tingkat SMA. Lombanya diantaranya ada story-telling, (baru) simulasi debat, dan kalo nggak salah- lomba cerdas cermat Bahasa Inggris. Gue nggak begitu paham, karena waktu itu memang angkatan gue cuma jadi panitia “peramai”, bantu-bantu sih dikit. Biasa, kalo dah hari pelaksanaan dimana disitu kita bisa eksis, rame yang terlibat. Lah, kalo persiapannya, cuma segelintir orang. Alhamdulillah waktu itu gue bantu-bantu persiapan dah meski dikit “bikinin desain poster”hahaha. (kata yang baca: kalo gitu mah gue juga bisa).hehe Memang parah yeh kondisinye. SEESPA cuma dijadi’in tempat ngumpul dan bersenang-senang, bukan tempat dimana suka dan duka bersama bercampur.

Gue Memimpin SEESPA
Pada musyawarah besar masa bakti Bambang Ardiansyah (2008-2009), akhirnya gue terpilih menjadi Ketua Umum SEESPA periode 2009-2010. Dan pada Mubes ini, kebetulan angkatan gue hampir seluruhnya datang dan ditambah juga angkatan 2008 yang juga beberapa datang karena memang panitia mubes dari angkatan gue-2007. Masalah peserta nggak ada masalah.
Gue memulai dengan membentuk pengurus. Ketika itu sudah dua kali terjadi pergantian kepengurusan. Alasannya, ya seneng-seneng gue.haha
Setelah kepala departemen dan staf-stafnya sudah ditentukan dan disahkan. Gue mulai menginstruksikan kepada setiap kepala departemen untuk berkoordinasi dengan staf-stafnya guna membicarakan program kerja di masing-masing departemen. Dan yang terjadi ternyata tidak sesuai keinginan, kepala departemen tampak sangat sulit memulai instruksi ketua umum (gue maksudnya,haha). Sebabnya ada beberapa hal, yang pertama mungkin kepala departemennya yang sama sekali tidak menganggap instruksi itu penting dan mengabaikannya dengan alasan sibuk kuliah, kedua sudah berusaha tapi staf-stafnya yang membandel dan akhirnya pasrah dan tidak mengkomunikasikan dengan ketua umum-terabaikan karena kesibukan kuliah, ketiga tidak paham bagaimana harus memulai dan tidak mengkomunikasikan ketidakmengertiannya dengan ketua umum-terabaikan karena kesibukan kuliah. Keempat, tidak ikhlas dengan jabatan yang sudah diberikan padahal mampu dengan alasan kesibukan kuliah.
Bisa ditebak bagaimana kondisinya ketika ujung tombak di setiap departemen tidak bergerak aktif, staf-staf yang ada di bawah yang notabene masih awam dengan teknik berorganisasi (seniornya juga mungkin juga begitu-karena lingkaran setan yang berlangsung terus menerus di setiap kepengurusan dimana proses pembelajaran tentang teknis beroraganisai tidak berjalan dengan baik). Melihat kondisi seperti dan waktu terus berjalan dan BEM FKIP juga meminta setiap himpunan untuk segera mengumpulkan program kerjanya kepada BEM FKIP. Akhirnya, seluruh program kerja ketua umum yang memikirkan dan mengerjakannya.
Program kerja yang diminta akhirnya selesai dan dikumpulkan. Namun, gue berpikir kalo program yang gue buat tidak terlalu realistis dengan keadaan organisasi, dibuat tanpa diskusi dengan yang lain karena permasalahan yang sudah gue sebutin di atas. Dari situ gue berpikir, ya udah kumpulin aja lagi selururuh pengurus untuk rapat kerja untuk membahas program kerja di salah satu rumah teman seangkatan gue. Namun, kembali lagi yang datang saat rapat kerja ini hanya beberapa orang saja. Di rapat kerja itu tetap ada diskusi meski tidak terlalu kondusif. Beberapa program kerja dihasilkan di sini. Namun, kembali lagi program kerja yang sudah direncanakan tidak terlaksanakan karena komunikasi antar anggota yang kurang (saling mengandalkan dan saling mengabaikan).
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tak terasa kepengurusanku hampir habis. Bulan Maret 2009 adalah bulan yang seharusnya diadakan suksesi kepengurusan SEESPA masa bakti gue. Tapi, karena ada satu agenda kerja yang masih hatus dilaksanakan, yakni mengadakan SEESPAVAGANZA. SEESPAVAGANZA tahun ini berbeda dengan SEESPAVAGANZA tahun kepengurusan kemarin. Program ini adalah kompetesi Bahasa Inggris yakni Debat, Speech, dan Scrabble antar angkatan dari mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Karena memang kegiatan seperti jarang atau mungkin belum pernah dilakukan dan juga melihat kemampuan dan pengetahuan sebagaian besar mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang minim dalam lomba debat atau pun speech. Itu dibuktikan dengan masih minimnya tingkat partisipasi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di kompetisi-kompetisi Bahasa Inggris, meski pun ada hanya segelintir orang yang beriniiatif sendiri untuk ikut. Kegiatan ini berjalan lancar meski pun target peserta tidak tercapai dan teman-teman yang diharapkan datang sedikit sekali yang bisa hadir.
Beberapa hari kemudian, di bulan April, diadakanlah Mubes untuk suksesi kepengurusan gue. Bukan dengan niat untuk mengeluh dan tidak ikhlas, tapi sebagai reminder dan renungan untuk kita semua-terutama anggota SEESPA, bukankah pengalaman buruk juga bisa dijadikan guru, tidak hanya pengalaman baik. Nah, di sini gue ingin berbagi cerita menarik mulai dari persiapan Mubes sampai pada pelaksanaan.

Mubes SEESPA Tahun Kepengurusan 2009-2010

Persiapan
Segera setelah SEESVAGANZA selesai, gue menginstruksikan angkatan 2008 untuk mempersiapkan Mubes. Kemudian mereka mulai mempersiapkan dengan mengadakan beberapa rapat. Panitia alhamdulillah sudah mereka bentuk dan sudah siap dengan proposal yang di copas dari berkas SEESPA lama gue (hehe). Kemudian salah satu atau beberapa orang dari mereka yang memang benar-benar ingin mempersiapkan Mubes dengan baik pergi menghadap ke Pembantu Dekan III (Dekan Kemahasiswaan), yakni Ibu Trimurti Saleh. Singkatnya, proposal ditolak dengan alasan tidak sesuai standar ditambah dengan ceramah-ceramah dari Dekan III kalo SEESPA bisanya ngabisin uang dekanat saja dan segala macam lah. Habis itu salah satu dari mereka mengadukan masalah ini ke gue dan bilang kalo masalah proposal tolong gue aja yang urus. Yo wes, sebagai ketua yang baik, dengan ikhlas gue lakukan. Seluruh perizinan gue yang urus (kalo gue nggak salah..hehe). Singkat kata, perizinan selesai, pendanaan beres, tempat-Aula FKIP Palembang beres, everything is okay, tinggal pelaksanaan.

Hari Pelaksanaan
Lega gue setelah pekerjaan untuk mempersiapkan Mubes akhirnya selesai, mulai perizinan sampai pada rumusan-rumusan yang akan diajukan di Mubes termasuk juga wacana untuk mengganti nama SEESPA FKIP Unsri menjadi EDSA University of Sriwijaya. Hari pelaksanaan tiba, setahu saya jadwal Mubes secara resmi dimulai pukul 08.00 WIB. Jadi gue perkirakan untuk datang jam 7 pagi dengan alasan biar nggak terlalu cepat perginya. Karena bagiku untuk jam segitu, panitia sudah berada di tempat untuk mempersiapkan. Pas nyampe lokasi, “Masyaallah” sepi BEGETE alias nggak ada orang, dongkol hati gue. Dalam hati gue berpikir, “parah”. Ya udah, akhirnya gue temuin penjaga gedung untuk minta perlengkapan dan alat. Gue bersihin tempat, gue susunin bangkunya, dan gue siapin alat. Tidak lama kemudian, sekitar jam 7.30 datang 2 orang panitia konsumsi. Sudah sedikit lega karena ternyata panitianya ada.hehe Mereka ikut bantu-bantu nyusunin bangku dan lain-lain hingga akhirnya beres untuk ruangan dan perlengkapan. Sekitar pukul 08.00 barulah datang panitia intinya. Bagus ! Itu menambah lagi keyakinanku panitianya benar-benar ada dan Mubes pasti akan dilaksanakan.haha Sekarang waktunya menunggu peserta. Singkatnya, setelah menunggu sampai jam 9 an, yang datang hanya ada sekitar 10 orang (kurang deh kayaknya), 1 orang 2007 yakni gue sendiri (ada satu lagi yang baru datang beberapa jam setelah Mubes di mulai), beberapa 2008, dan 1 orang 2009. Gue ingin tanya nih, acaranya sepenting ini, yang cuma diadakan 1 kali 1 tahun pun tidak diprioritaskan untuk dihadiri, kira-kira “Parah” nggak ? Ya sudah apa boleh baut, eh apa boleh buat agenda Mubes pun dimulai dengan harapan nanti peserta akan datang berbondong-bondong. Lagi-lagi karena gue ketum yang baik hati, gue mencoba untuk menghilangkan rasa dongkol gue pada saat itu, sekecil apa pun. Akhirnya, Mubes pun selesai dengan hasil nama SEESPA diubah menjadi EDSA Unsri yakni kepenjangan dari English Department Student Association University of Sriwijaya. Nama yang bagus bukan ? Nama itu bukanlah nama yang asing di telinga para mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di Indonesia. Setelah pergantian nama ini, gue berharap himpunan gue dapat berbuat lebih baik lagi. Anggota-anggotanya dapat meninggalkan sifat-sifat negatifnya yang tersematkan selama ini “individualis”. Gue ingin ada beberapa orang, bahkan seluruh anggota EDSA yang ketika ada suatu momen di mana mereka dituntut untuk berkorban bersama, mereka mampu meninggalkan seluruh kepentingan pribadi mereka masing-masing, menghadiri rapat, mempersiapkan event, menyusun program kerja, menikmati kejayaan BERSAMA-SAMA. Selalu BERSAMA-SAMA dalam suka maupun duka. Itulah EDSA yang gue cita-citakan. Untuk pengurus EDSA yang baru, SELAMAT BERJUANG. Meminnjam kata-kata kalian “SALAM RAJAWALI!”.hehe

5 pemikiran pada “KISAH KETUM SEESPA (EDSA) 2009-2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s