Bait-Bait Suci Gunung Rinjani

Waktu bulan puasa tahun 2010, kebetulan saya lagi masa-masanya PPL (praktek ngajar) di Palembang. Saya kebagian ngajar di SMA Srijaya Palembang. Satu hal yang harus dupersiapkan dalam PPL ini ya harus punya buku teks yang akan dipergunakan untuk ngajar. Jurusan saya Bahasa Inggris. Jadi saya diminta oleh guru pamong atau guru pembimbing untuk membeli buku teks dengan judul “Look Ahead” untuk kelas X SMA semester 1.
Pertama kali dapet info, saya langsung berinisiatif untuk mencari buku tersebut ke Gramedia, meski guru pamong nyaranin untuk beli di pasar loak aja. Waktu keliling-keliling di gramedia saya nggak sengaja liat novel berjudul Bait-Bait Suci Gunung Rinjani. Waktu liat resensinya di bawah ada komentar tertulis, “Anak Gunung harus baca. dari Mapala UI”. Nah dari situ saya berpikit kayaknya bagus ni novel, karena memang hobi saya juga traveling. Saya penasaran gimana ceritanya dan kebetulan saya ingin belajar menyukai sastra. Penasaran juga kan gimana ceritanya.
Well, jadi saya akan sedikit menceritakan jalan cerita novel Bait-Bait Suci Gunung Rinjani. Di bagian pertama novel, setting novel sudah berada di gunung Rinjani. Jadi ada 2 orang anak muda-umur kuliahan yang mau ndaki Gunung Rinjani, yang satu namaya Fajar (tokoh utama) dan satunya lagi namanya Bambang. Kebetulan waktu itu kegiatan pendakian lagi sepi, karena memang cuaca buruk dan pendakian tidak diperbolehkan. Tapi karena 2 orang anak muda ini datang jauh-jauh dari Jakarta dan bisa membujuk penjaga pos registrasi, akhirnya mereka diperbolehkan mendaki.
Kedua anak muda ini berhasil mencapai puncak rinjani. Dan ketika turun ke pos terakhir pendakian-Plawangan Sembalun, mereka bertemu dengan 4 orang pendaki lainnya, 2 orang cowok dan 2 orang cewek. Mereka pun berkenalan. Tapi yang menarik, Fajar tidak mau bersalaman dengan si cewek, namanya Ria. Nah, di sini lah ceritanya mulai menarik. Dimulai dengan rasa penasaran Si Cewek dengan Fajar yang nggak mau bersentuhan dengan cewek dan tidak mau berpacaran, kecuali menikah langsung.
Ke empat pendaki ini akhirnya mengurungkan niatnya untuk menggapai punjak Rinjani. Karena salah satu cewek lagi, Anis namanya, menderita sakit Hypothermia. Mereka pun memutuskan bersama-sama turun dengan Fajar dan Bambang. Di sini lah, kebersamaan mereka mulai terbangun dan benih-benih cinta antara Ria yang tomboi dan cerewet dengan Fajar mulai tumbuh. Di sini juga terjadi adedan di mana Ria meminta Fajar berjanji untuk menemaninya menggapai puncak Rinjani berdua saja.
Mereka akhirnya berpisah dan saling bertukar nomor hp. Dan sayangnya, ketika sampai di Jakarta, hp Bamban hilang. Padahal nomor Ria, Anis, dan dua orang lainnya tersimpan di situ.
Bagaimanakah kelanjutannya ? Apakah mereka akhirnya bertemu kembali ? Apakah akhirnya Fajar bisa menepati janji Ria ?
Penasaran ?! Beli bukunya di toko-toko buku terdekat.hahaha :)

About these ads

11 pemikiran pada “Bait-Bait Suci Gunung Rinjani

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s